Posted by: tezuchan on: February 23, 2012
Sunny POV
“Bye oppa kataku sebelum turun dari mobil”
“iya malam ya Sunny” kata Sungmin oppa sambil membelai rambutku
“iya dah”
“eh tunggu Sunkyu “ dia menarik tanganku dan memberi kecupan di bibirku Chu
“tadi ketinggalan hehe. Sana-sana turun !!”
“ih jahat oppa ! dah”
Aku turun dari mobilnya dan masuk ke rumah. Seperti biasa yang kulihat kehebohan member SNSD. Sica sama Yuri yang bermesraan secara `aman`, Tiffany yang main piano sama Taeyeon sambil ketawa ga jelas, YoonA Sooyoung Hyoyeon di dapur entah masak atau mebuat kekacauan, Seohyun dengan alim membaca buku di dekat Yulsic
Apa dia tidak risih ya ? oh iya ngomong-ngomong tumben YoonA ga nempel-nempel sama Seohyun ? ah sudahlah
“EHEM!” mereka semua menghentikan kegiatan mereka sejenak “ ga ada yang menyambutku nih?”
“eh Sunny, udah pulang? Ayo sini bantu di dapur!” ajak Hyoyeon
“aduh aku cape~”
Beginilah kehidupan kami seperti biasa jika lagi hiatus
***
“Sunny ke sini dulu” panggil pamanku Lee Sooman, saat ini aku sedang di SM building. Seperti biasa, hang out sama SM Town
“ada apa sih ahjussi ?”
“kutunggu di ruanganku”
Aku menghela nafas
***
Aku berdiri di hadapan pamanku
“Sunny, ada yang aku ingin bicarakan”
“iya apa ahjussi cepat”
“kamu jangan berhubungan lagi sama Sungmin”
“apa ?”
Apa-apaan ini. Tidak mungkin ahjussi tau soal hubunganku dengan Sungmin oppa. Gawat ini
“ah.. kau bicara apa ahjussi. Kami hanya teman kok. Tidak lebih. Masa pacaran ? haha ada-ada saja kau ini”
“sudahlah aku tahu semua gerak-gerik anak buahku. Apalagi kamu, keponakanku”
“artinya kau tahu soal Seokyu.. lalu..”
“iya aku tahu”
“lalu kenapa Cuma aku yang kamu tentang ?”
“karena kamu keponakanku !!”
“ trus kenapa ?”
“dengar baik-baik. Kau ini keponakanku, pemilik SM. Orang tuamu membiarkanmu di SNSD tentu diikuti dengan pengawasanku. Kau tidak pantas dengannya. Dia Cuma idol yang dalam beberapa tahun akan lenyap. Setidaknya, pacarmu itu harus kaya raya. Seorang konglomerat”
“yah ahjussi memangnya seseorang itu diukur dari hartanya apa ? Sungmin oppa juga setidaknya dia sudah mapan dan…”
Sooman ahjussi mengangkat tangannya memberi kode supaya aku berhenti bicara
“dengar, kalau sampai kau masih menjalin hubungan dengan Sungmin, aku tidak akan segan-segan memberi sanksi. Sanksi pertama kau akan dikeluarkan dari SNSD. Sanksi selanjutnya, Sungmin akan dikeluarkan dari Super Junior. Pikirkan itu baik-baik !!”
Ahjussi terlihat geram sekali. Kata-katanya menusuk dan sedikit membentak
Aku hanya terdiam dan bingung. Apa yang harus kulakukan ?
***
SooYoung POV
Hari ini aku sedang ga dan job dan mampir ke studio dance di SM Building. Kulihat Sungmin oppa sedang bercanda dengan Donghae oppa dan Eunhyuk oppa
Deg deg
Perasaan ini muncul lagi setiap aku melihatnya
“hai Soo” sapanya
“hai para oppa kurang kerjaan. Ngapain kalian ke sini ?”
“dih parah banget. Kami baru latihan tau!” kata Donghae oppa
“ooh gitu”
“kau sendiri juga ngapain ke sini ? “tanya Sungmin oppa secara baik-baik
“uhmm sebenernya aku yang ga ada kerjaan hehe”
“yeeee” koor mereka bertiga
“ Eh Sooyoung sebentar. Ke sini sebentar”
Aku mengikuti Sungmin oppa keluar dari studio
“ada apa oppa ?”
“ehm begini… dari kemarin aku telpon Sunny tidak diangkat. Lalu aku bbm juga ga dibales. Ada apa ya ? apa dia sakit Soo?”
“oh ya ? aku ga tau sih ?”
“ cari tau ya untukku hehe” Sungmin oppa menepuk bahuku layaknya namja. Aku hanya mengangguk
Dari gesture nya saja dia memperlakukanku seperti pria. Dia tidak melihatku seperti seorang cewe.
Ngomong-ngomong adap apa dengan Sunny dan Sungmin oppa ya ? kayaknya selama ini mereka adem ayem aja
Hmm
***
“aku pulang”
“ooh Soo kau pulang” Sunny muncul dari dapur dengan rambut acak-acakan
“kau kenapa Soonkyu ? eh ngomong-ngomong tadi Sungmin oppa mengkhawatirkan keadaanmu. Kalian bertengkar ?”
Sunny menatapku dengan nanar
“Soo !!! huaaaaaaa !!!” dia berlari memelukku dengan badannya yang kecil
***
Sunny menceritakan semuanya. Tentang boss Sooman yang melarangnya menjalin hubungan dengan Sungmin oppa
“apa yang harus kulakukan Soo !! aku bingung” dia daritadi guling-guling ga jelas di sofa
“entahlah aku tidak tahu”
“apalagi aku” aku menyenderkan kepalaku ke sofa
“sepertinya ini memang harus berakhir”katanya
“heh ! kamu ngomong apa Soonkyu !! bukankah kau sangat mencintai Sungmin oppa ? segampang itu kau melepas cintamu ?”
“TAPI AKU GA BISA EGOIS !” dia terlihat emosional dan seperti mau menangis “keputusanku sudah bulat Soo”
Sunny mengambil Blacberry nya dan aku tahu dia pasti akan menelpon Sungmin oppa.
“hallo oppa.. kita putus… alasannya… tidak ada bye”
Aku tercengang dengan apa yang dia lakukan tadi. Segampang itu kah ?
Sunny menatapku dan kalimat berikut yang akan dia ucapkan sungguh ambigu
“jaga Sungmin oppa Soo….”
***
Sungmin POV
Aku menutup telpon dari Sunny. Apa-apaan sih ! kenapa dia minta putus ?
Padahal di antara kita tidak ada masalah. Seharusnya sekarang aku sedih atau mellow. Tapi aku malah bingung
Cara putus nya terkesan bercanda dan aneh. Kalau mau serius putus ya ngomong tatap muka dan beri tahu penyebabnya. Ini sama saja aku digantung
“telpon dari siapa Hyung ?” tanya Kyuhyun
“ah tidak, bukan dari siapa-siapa kok”
“ah bohong hyung”
“hush sana. Jangan menggoda ku ! aku sedang bad mood”
“dih! Masalah sama Sunny jangan dilimpahkan ke aku donk” ejek Kyuhyun dengan devil smile nya
Aku harus tahu apa yang terjadi dengan anak itu
***
Sooyoung POV
Blackberry ku berdering dan.. ASTAGA ! Sungmin oppa ! pasti dia mau bertanya soal Sunny
“he..hei Sunny, Sungmin oppa menelponku” kataku kepadanya yang terbujur lemas di sofa dengan muka rambut awut-awutan
“seperti nya dia ingin menanyakan tentang yang tadi”
“mengaranglah Soo”
“mana bisa aku berbohong hei! Aku harus ngomong apa ? ini bunyi terus aduh !!”
Dia hanya diam. Terpaksa aku angkat “hallo oppa”
“Soo.. ada Sunny di sana ? apa dia ada bersamamu ?”
Aku melihat ke arah Sunny sebentar “ Ti..tidak ada oppa. Aku lagi di luar. Dia juga kayaknya. Ada apa memangnya ?”
“hmm tidak. Percaya ga tadi aku diputusin secara mendadak sama Sunny. Can you believe it ? aneh sekali padahal aku dan dia jarang sekali bertengkar. Apa yang salah ya ? menurutmu apa Soo ? kau tahu sesuatu ?” tanya Sungmin oppa panjang lebar
“ti..tidak tahu…”
“hmm gitu ya. Sebagai orang yang kupercaya dan kuanggap adik, aku minta tolong padamu donk. Cari tahu penyebabnya untukku ya hehe. Bye”
“oppa tunggu !!”
“ya ?”
“hmm kau kenapa tidak sedih ?”
“jelas aku tidak sedih. Aku tahu Sunny seperti apa. Pasti alasannya bukan dia berhenti mencintaiku. Aku percaya pada nya. Hatiku terhubung olehnya”
“oh begitu. I have to go oppa”
“ok bye”
Aku menutup telepon dan menatap Sunny “kau membuatku susah saja”
“maaf Soo… habisnya”
“iya iya sudah. Jangan kacau begitu ah !”
***
“Soo !! Soo !!” Sungmin oppa menghampiri aku dengan terburu-buru
“ a..ada apa oppa ?” aku mundur dua langkah
Kulihat dia menatap ku dengan serius “ apa kau tahu Sunny kenapa ?”
“ha ? kalimatmu berantakan sekali !!”
“ sori maksudku kau tahu kenapa Sunny memutuskanku ?”
“aku tidak tahu oppa. Dia tidak mau menjawab” bohongku
“oh ya sudah” dia pergi lagi
Selama seminggu Sungmin oppa terus merecoki ku. Setiap hari dia menghampiriku dan bertanya tenatang Sunny. Apa dia ga sadar dia sudah dicampakkan. Kenapa terus menegjarnya ? hatiku jadi sakit. sementara Sunny terus menggalau di dorm
“yah Sunkyu ! sampai kapan kau menyiksa dia ? tiap hari dia bertanya terus padaku tentangmu”
Sunny hanya diam dengan tatapan kosong ke layar TV
“YAH SUNKYU”
“Ya sudah sih Soo !! Bilang saja aku SELINGKUH “ dia meninggalkanku
***
Esoknya Sungmin oppa menghampiriku yang sedang membaca buku di taman kantor SME
“hai Soo”
“Oppa kau pasti mau menanyakan soal Sunny kan ?” tanyaku cuek dicampur kesal
“tidak kok. Aku tahu kau sudah bosan. Nih untukmu” dia menyodorkan sekaleng orange juice
“oppa…” aku menatapnya
“yah memang sudah saatnya. Walaupun aku belum tahu alasan dia apa. Aku mau tidak mau harus menerimanya haaaah” dia menghela napas
Aku merasa kasihan. Ini lebih menyakitkan dari cintaku yang bertepuk sebelah tangan.
Aku menatap langit dan tanpa sadar menyenderkan kepalaku ke bahunya yang lebar. Hangat sekali. Seandainya aku Sunny…
Aku merasa nyaman di bahunya
“Soo..”
“ya ?”
“kau tau kan hubungan kita Cuma sebatas Dongsaeng dan Sunbae ? kau tahu kan aku masih mencintai Sunny ?”
Aku kaget dan mengangkat kepalaku dan menatapnya
“hm Soo ?”
“I..iya tau..”
“ baguslah”
Dia tersenyum dengan manis dan menepuk bahuku
“aku pergi dulu kalau begitu” dia meninggalkanku yang tertegun
Ternyata memang tidak ada kesempatan untukku. Aku harus melakukan sesuatu untuk mereka
Aku harus membiarkan orang yang kusayangi bahagia. Setelah itu harus melupakannya
***
Sunny POV
Blackberry ku berbunyi dan BBM dari SooYoung
“temui aku di Aurora kafe jam7. Ada yang dibicarakan”
Aurora kafe kan.. tempat pasangan romantis. Ada apa ya ? masa dia tertular Tiffany dan Yul sih ? ah sudahlah. Mungkin ada sesuatu penting
***
Setelah sampai di sana, aku masuk ke kafe dan mencari keberadaan Sooyoung
Namun apa yang kutemukan ? Justru Sungmin oppa di sana sedang memangku rangkaian bunga. Aku memperhatikan dia terus. Apakah dia sedang akan berkencan dengan pacar barunya ?
Wanita baru dalam hidup dia ?
Tiba-tiba mata kami bertemu oh sial !!
Aku segara keluar dari kafe itu
“yah Sunkyu sebentar !! hei !! sebentar !!” dia mengikutiku
Aku secepat mungkin lari. Namun high heels ini menyusahkanku dan aku … jatuh !!
“Yah Sunkyu makanya jangan lari ! jatuh kan !!” katanya sambil membantuku berdiri
“jangan sentuh aku !!” aku menepis tangannya “TEMUI PACAR BARUMU !!!”
“NGOMONG APA SIH !!!”
“KAU DI SINI KETEMU CEWE KAN !!”
“AKU MAU KETEMU KAMU TAU !!”
Aku terdiam
“dasar kau ini Sunkyu. Soo mengatur pertemuan kita tau. Aku ingin kau memperjelas hubungan ini”
“sudah jelaskan. Kita putus” kataku sambil menunduk
“ oh ya sudah” lho kenapa ini ? kenapa dia santai sekali “kalau kau mau putus. Tatap wajahku. Bilang oppa aku mau putus !”
Dia menarikku “ ayo ngomong. Cepet !!” aku berusaha menatap wajahnya
“o..oppa.. aku.. aku..”
“ ayo cepat !!” dia terlihat kesal
“ aku.. aku… huwaaaaaaa”
“ aaaah jangan nangis hei !! Sunkyu !!”
Aku menangis seperti anak kecil
“heh Sunny jangan nangis. Diliatin orang ntar repot”
“huaaaaa”
“iya ntar aku belikan es krim”
Tangisan ku langsung berhenti
Dia mengajakku duduk di sebuah kursi panjang.
“jelaskan alasanmu Sunkyu, kenapa kau tega melakukan ini kepadaku. Kau tahu selama seminggu ini aku terus memikirkanmu ? aku terus mencoba mencari tahu dari Sooyoung. Kenapa Sunny ?” dia terlihat cemas
“paman Lee melarang hubungan kita”
“apa ?”
“dia akan mengeluarkanku dari SNSD dan mengeluarkanmu dari Suju jika kita masih pacaran. Aku tidak mau dia menghancurkanmu. Kau tau kan, dia..”
“aku mengerti Sunny” katanya
“jadi.. kita putus saja ?”
“dih dasar bodoh !!” dia menjitakku
“aw! Sakit Sungmin bodoh !!”
“heh kurang ajar juga ! Tentu saja kita tidak putus. Aku tidak peduli soal karirku hancur atau bagaimana. Aku hanya mau kamu Sunkyu”
“tapi oppa…”
“sudahlah.. aku mengerti kok, kita bisa pacaran diam-diam”
“bagaimana caranya ? kau kan tahu..”
“aku belon selesai ngomong cebol !!” aku langsung memukul bahunya “apa pun caranya aku pasti akan melindungi mu. Aku pasti akan melindungi hubungan kita. Percayalah padaku Sunkyu “
Aku tertunduk. Kemudian dia membelai rambutku “yah ? kita jadian lagi ya Sunkyu? Saranghae ?”
“iya aku cinta kamu oppa”
Kami pun berciuman di depan kafe. Tidak peduli dengan sekitar
Aku tidak peduli. Saat ini aku hanya punya Sungmin oppa
****
SooYoung POV
Dari mobil YoonA aku mengawasi pasangan Sungmin Sunny yang berciuman. Akhirnya mereka kembali
“Soo kau yakin tidak apa-apa ?” tanya YoonA
“tidak kok hehe. Syukurlah mereka kembali bersama. Aku senang kalau Sunny senang”
“yakiiinn” YoonA menatap mataku straight into the eyes
“IYA !!” tanpa sadar air mataku keluar setetes
“tuh kaan. Sini sini” YoonA merangkul bahuku
“Yoong huaaaa aku salah ya menyatukan mereka ? hatiku jadi sakit” aku menangis sekuat-kuatnya di bahunya yang kurus
“enggak kok. Kamu melakukan hal yang benar Soo. Tenang Soo.. kau benar kok”
“Yoong ini namanya patah hati ya ?”
Dia tertawa “iya pabo. Ayo kubelikan soda dan kita minum di depan air mancur sambil menatap bintang. Seperti waktu aku patah hati hehehe”
Aku memaksakan senyumku “Iya. Semoga itu membuatku lebih baik”
Selamat tinggal Sungmin oppa. Semoga kau berbahagia dengan Sunny … jaga dia baik-baik oppa
Posted by: tezuchan on: January 2, 2012
“ kau harus memilih antara kami”
Aku langsung terbangun. Kejadian kemarin malam bahkan sampai terbawa ke mimpi
Dengan berat aku bangkit dari ranjangku. Kalau aku memilih Tiffany aku harus bertemu dengannya di restaurant mewah di hotel Hilton. Jika aku memilih YuRi, aku harus menemuinya di Han River
Apa yang harus kulakukan ?
YuRi… aku bingung dengan perasaanku. Dia memang keterlaluan tapi, aku tidak bisa membencinya
Sementara Tiffany.. perasaanku kepadanya hanya sebatas sahabat. Tidak lebih
Di saat seperti ini paling bagus aku menelpon HeeChul oppa
Telepon yang anda tuju sedang tidak aktif
Yah.. pasti dia sedang sibuk sampai dimatikan HP nya
Aiiissshhh….
Setelah beres-beres aku melangkahkan kakiku perlahan keluar kamar. Kutengok kiri kanan. Sepertinya tidak ada tanda-tanda keberadaan Tiffany atau YuRi
“ehem !”
“ UWAAAA” YuRi muncul dari belakang sambil membawa secangkir kopi
“hei kenapa kau kaget begitu? Memangnya aku seperti setan apa?”
Kami duduk di meja makan bersebrangan dari ujung ke ujung. Canggung sekali rasanya
“ kenapa kita jauh sekali?” tanyanya
“ tidak apa-apa” aku pura-pura membaca koran
“ Sica…”
“apa Yul?” kataku dengan cuek
“ kau mau memilih…..”
“ AAAH AKU BARU INGAT ADA INTERVIEW !!” aku segera berganti baju dan mengambil tas ku di kamar
Begitu aku keluar, kulihat YuRi siap dengan kunci mobilnya
“mau kuantar?”
“ ga usah” jawabku dingin
“ kalau ga kuantar mau naik apa? Manager oppa pasti bakalan lama”
Aku terdiam
***
Akhirnya aku sampai di kantor majalah Vogue. Sepanjang jalan kami saling terdiam. Walaupun aku tahu YuRi mencoba cari bahan pembicaraan
Ternyata aku kecepetan datengnya. Syukurlah tidak telat
“terima kasih Yul” aku segera masuk kantor
“ ah Sica.. tunggu.”
“ya?”
“kau tidak terburu-buru kan? Aku ingin bicara sebentar”
***
Kami duduk di sebuah kursi panjang di taman dekat kantor.
“cepatlah Yul. Mau bicara apa kau? Waktuku tidak banyak…”
“Sica..kumohon pilih aku !!”
“ apa?”
“ pilih aku !! aku.. aku memang pernah menyakitimu tapi.. aku berjanji tidak akan mengulanginya. Kau segalanya bagiku. Kau ..harta paling berharga. Sudah begitu banyak hal yang kita lalui bersama. Aku tidak bisa melepaskanmu.. aku ga bisa..” dia berusaha menahan tangisnya. Matanya terlihat merah
“ Sica..aku memang tidak sehangat dan sebaik Tiffany. Aku memang kasar dan dingin. Tapi aku akan selalu melindungimu dan ada untukmu.. “ dia menggegam tanganku
“ Yul.. aku.. maaf” aku melepas tangannya dan berlari meninggalkannya
Apa yang tadi…
“ Sica !! aku akan menunggumu” teriaknya di belakang
***
“ Jadi, Jessica bagaimana kesan member lain terhadap drama musical mu”
“ya?” ah aku blank tadi
“ kesan member terhadap drama musical mu”
“ aahh mereka bilang terkesan dan aku berakting dengan sempurna. Yah mereka memujiku terus dan tentu saja mendukungku”
“ apakah mereka menonton drama musical mu?”
“aah semuanya kecuali YuRi..”
“oh? Kenapa? Bukankah kalian sangat dekat?”
“err..” aku menggigit bibrku “ dia saat itu kebetulan ada syutting” kataku sambil memaksakan tersenyum
Padahal… waktu itu dia bersama Victoria
***
Setelah interview,Blackberry ku bergetar. Ternyata Tiffany menelpon
“ halo?”
“ Jessie, kau dimana? Ku BBM ga dijawab?”
“ ah maaf aku baru interview”
“ ooh..pulangnya?”
“ aku sudah telpon manager oppa. Ada apa Fany-ah?”
“ aku.. aku hanya mau memastikan kau baik-baik saja”
“ ha ? ada apa memangnya ?”
“ waktu mu untuk memilih kami.. sisa 3jam lagi. Aku tak sabar menanti keputusanmu”
“ Tiffany..”
“ dah Jessie” telepon terputus. Dari suara dan gaya bicara Tiffany, aku bisa mengambil kesimpulan kalau dia.. mengharapkan jawaban `itu` dariku
Drrttttt…. drrrrrttt
Ah ada sms dari.. TaeYeon…….
Temui aku di Starbucks… penting.
Kriiinggg
Dengan nafas terengah-engah TaeYeon berlari ke arahku.
“ Ta.. Tae..”
Dia mengengok ke segala arah. “ kau kenapa Tae?”
Sepertinya dia memastikan apa ada orang atau tidak. Kenyataannya hanya kita berdua di sini. Kasir dan barista nya tidak ada
“ haaah haaa semoga belum terlambat” katanya
Tiba-tiba dia berlutut di hadapanku dengan tertunduk
“ AAAH TAE !!” aku segera berdiri dari kursiku
“ jangan bergerak Sica”
“ Tae…” aku terpaku
“ aku.. aku seharusnya tidak berlutut seperti ini di hadapanmu.. aku leader. Harus menjaga image ku. Tapi kali ini.. Sica.. aku..aku..”
Dia mengangkat kepalanya dan air mata menetes
“ jangan pilih Tiffany.. kumohon Sica… kumohon” baru pertama kali aku melihat Taeyeon menangis-nangis memohon.. apalagi di hadapanku
“ Tae.. kau jangan..”
“ Sica.. aku tidak tahu mana yang kau pilih. Tapi.. kumohon lepaskan Tiffany untukku .. aku sangat… sangat mencintainya”
Dia menutup matanya dengan tangannya “ kumohon… Sica…pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini untuk sesorang… aku mencintai Tiffany”
Aku tidak tahan. Aku langsung memeluk tubuh TaeYeon dengan erat
“ jangan menangis TaeYeon.. kumohon..” air mataku juga menetes melihat leader kesayanganku menangis
***
YuRi POV
Matahari sore menyinari han river yang indah. Banyak sekali pasangan berlalu lalang. Aku memang sengaja datang cepat. Aku tidak sabar dengan kedatangan Sica..
Aku yakin dia pasti datang. Tapi kenapa … kenapa di dalam diriku masih ada kata `ragu`? bagaimana kalu dia memilih Tiffany
***
Tiffany POV
1 jam lagi aku mendapat jawaban dari Sica. Aku sedang di restaurant hotel untuk memastikan suasana nanti akan bagus
Untuk urusan begini aku sangat perfeksionis. Semuanya harus sempurna
“ Nona, ini mau ditaruh dimana?” tanya seorang pelayan
“ lilinnya harus di tengah meja. Selain itu pastikan makanan pembuk a dengan air putih. Wine nya waktu main course”
“ baik, selain itu?”
Aku melihat sekeliling ruangan “ lampunya buat sedikit redup. Oh pasang musik klasik dan volume nya jangan terlalu keras”
Pelayan itu mulai mengerjakan semua permintaanku. Aku duduk di sebuah sofa kecil yang menghadap ke kaca. Kuperhatikan wajahku.
Aku berharap Jessica ada di sisiku setiap saat. Di sampingku dan menemaniku. Setiap aku berkaca aku ingin ada sosoknya…
Aku mau dirinya…
***
Jessica POV
Setelah Taeyeon pergi, aku melihat matahari sudah mulai terbenam di belakang sebuah gedung. Dan itu artinya aku harus menentukan siapa yang harus kupilih
“ kalau.. misalnya kau harus memilih.. pikirkan saat kau akan kehilangan salah satu dari antara mereka kecelakaan. Bagaimana perasaanmu. Cukup pejamkan matamu dan bayangkan sesuatu yang buruk”
Aku memejamkan mataku.. jika Tiffany, terjadi sesuatu padanya. Aku. Aku akan menangis sedih dan merasakan kehilangan yang sangat. Ada bagian dari diriku yang hilang. Senyumnya, kebaikannya. Aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang buruk menimpanya. Keseharian hidupku tidak akan sama tanpanya..
Tapi jika terjadi sesuatu pada YuRi…..
Lebih baik aku mati saja… aku tidak bisa hidup tanpanya…
Tanpa sadar air mataku menetes
“Sica” suara manager oppa membuayrkan lamunanku. Aku langsung menyapu air mataku
“ah oppa !!”
“ kau menangis?”
“ engga Cuma kelilipan”
“ah ayo cepat ikut aku. Tadi SM menelpon. Katanya kau bakalan tampil di Running Man”
“oh baguslah..”
“iya. Kau harus tanda tangan kontrak sekarang dan briefing dari produser”
“ eh tapi oppa… aku ada janji”
“ aduh sebegitu pentingkah? Sudah tunda dulu!”
“ tidak bisa oppa.. aku..”
“ aah sudah ikut aku dulu !!” Manager oppa menarikku ke sebuah gedung
***
YuRi POV
Aku melirik arlojiku.. ah sudah waktunya. Sebentar lagi Sica akan datang. Dia pasti akan memilihku
Aku yakin..
***
Tiffany POV
aku melihat jam di dinding hotel. Sudah menujukkan pukul 6. Ini dia waktunya..
Jessie pasti akan datang. Dia menyukaiku. Pasti…
Posted by: tezuchan on: October 12, 2011
Jessica POV
“ aku mencintaimu Jessie.. I Love You”
Sontaki aku langsung berdiri dari ayunan dan mengelap bibirku “ Ti.. Tiffany..”
“ kau kaget ? seharusnya kau tidak perlu kaget”
“ Se.. sejak kapan ?”
“ aku tidak tahu.. yang pasti sudah lama sekali. Lama.. lama sekali aku memendam perasaanku sendiri. Kau tidak pernah menyadarinya.. kau selalu mimikirkan YuRi..”
Tiffany berjalan mendekatiku.. aku langsung mundur
“ kenapa ? kenapa kau bahkan tidak tau perasaanku ? aku membuatkanmu lagu, aku mengajarimu banyak hal. Aku selalu melindungimu, aku selalu ada waktu kau sedih dan susah..kenapa ?”
Tatapan mata Tiffany menjadi menyeramkan sekaligus menyedihkan
“ kenapa kau memilih YuRi ? dia dari awal jahat padamu. Dia tidak suka melihatmu bahagia. Kau selalu dibuat sedih dan kecewa olehnya. Sementara aku.. aku sudah seperti orang bodoh yang menunggu cinta darimu”
Matanya sekarang berkaca-kaca.. mukanya merah menahan amarah
“ saat ini YuRi sudah menyakitimu dan meninggalkanmu… apakah kau bersedia jika aku mengantikannya ?”
Tiffany mengulurkan tangannya “ kumohon sambutlah cintaku Jessie, aku janji akan terus mencintaimu dan tidak akan menyakitimu..”
Tiffany.. dia selama ini baik padaku.. aku tidak tahu dia menyimpan perasaan seperti itu terhadapku.
Dia selalu ada untukku dan lembut padaku..
Aku jahat sekali… aku hanya fokus dengan YuRi dan tidak menyadari Tiffany
Perlahan aku menyambut uluran tangannya.. mungkin dengan Tiffany aku bisa bahagia. Mungkin dia akan memeperlakukanku lebih baik daripada YuRi…
Tapi…..
“ TIDAK BISA !!!” aku segera menarik tanganku
“ ha ?”
“ aku… aku ga bisa..” aku menggigit bibirku dan menahan tangis. Lututku menjadi lemas
“maafkan aku Fany-ah.. aku tidak bermaksud menyakitimu.. sungguh.. hanya saja …”
“hanya saja kau masih menyukai YuRi dan menggapku sebagai teman ?” katanya dengan dingin
Aku mengangguk dan tak kusadari air mataku jatuh
Tiffany hanya menunduk.. tidak seperti biasanya dia memelukku dan mengelus kepalaku
“maafkan aku Fany-ah !” kataku sebelum lari meninggalkannya
Aku terus berlari tanpa arah. Aku tidak bisa melihat wajahnya yang sedih. Aku kejam sekali… aku kejam
Saat aku lelah berlari, aku terduduk di bawah pohon.. aku berusaha menahan air mataku..
Aku telah menghancurkan perasaan Tiffany…. aku jahat ! aku jahat !!
“ Sica ?”
Seseorang memanggilku. Astaga !! aku lupa aku di hadapan umum
Tiba-tiba sekelilingku gelap
“ kau ini bahaya sekali berkeliaran sendiri !!” wajahku ternyata ditutupi sebuah kain
Orang itu mengangkat bahuku dan membawaku pergi
“ uwaaahh tolong !!!” sepertinya aku dimasukkan ke sebuah mobil
Akhirnya kain penutup dibuka
“lho? Chullie oppa ?” ternyata HeeChul oppa yang membawaku
“kau ini berbahaya sekali jalan-jalan santai seperti itu !! kau tau tidak resiko nya ?” omelnya
“ maa..maaf” aku menunduk seperti dimarahi umma
“ sudahlah !! nih lap air matamu” HeeChul oppa memberikanku selembar tissue. Ternyata air mataku telah menetes “ sudah.. kalau sudah puas menangis cerita padaku ya”
HeeChul oppa memacu mobilnya.. entah kemana. Aku hanya menundukan kepalaku sambil menyeka air mataku yang jatuh
***
HeeChul oppa mengajakku memasuki sebuah kafe dan memesankan minuman hangat
“ oppa..terima kasih. Untung ada kau. Kalau tidak..”
“ sudahlah. Minum dulu. Supaya kau tenang”
Perlahan aku menyeruput coklat hangat ku
“ sudah mulai tenang ? ayo Sica, ceritakan apa yg terjadi padamu kepada saudara kembarmu ini !!” kata HeeChul oppa
***
Tiffany POV
Aku pulang dalam keadaan loyo dan tak bersemangat.. tadi.. aku ditolak..
Semumur hidupku, belum pernah aku mengalami penolakan. Apalagi sampai sekejam itu…
Baru saja aku membuka pintu rumah.. disambut dengan tatapan ga meng-enakkan dari penghuni
“ hai.. semua..” sapaku basa basi
Tangan YuRi langsung menarikku ke dapur dan mendorong tubuhku ke kulkas
“ kau.. beraninya… apa yang kau lakukan tadi?!” tanyanya dengan nada benci
“ tadi… mengajak Jessica nge-date”
BRAAAKKK tangannya memukul meja makan sekuat tenaga
“ kau sadar apa yang kau lakukan tadi ?”
“ sadar sepenuhnya” kataku dengan tenang
Dia kembali berdiri di hadapanku dengan tatapan pembunuh
“dia sudah tidak punya hubungan apa-apa denganmu kan?” aku mendekatinya dengan muka menantang
“ kau…” dia mengepalkan tangannya dengan erat
“daripada kita bertengkar, aku punya ide yang lebih bagus”
“ apa ?”
“ biarkan dia yang memilih. Kalau kau suka padanya, beri dia kebebasan”
Aku keluar dari dapur dengan tenang
***
Jessica POV
“ooh aku mengerti sekarang jalan ceritanya”
“ aaahh oppa aku jahat sekali” aku menempalkan dahiku di meja
“jadi… intinya, Victoria akar dari semua ini ya ? “
Aku mengangguk
“maafkan gadis itu. Dia tidak tahu apa yg diperbuatnya”
Tiba-tiba aku teringat sesuatu
“ oppa, aku pernah melihat kau mengantar Vic pulang !! kau dekat dengannya ya ?”
“UHUK !!!” dia tersedak dan aku segera memberikan tissue” kau.. kapan melihatnya ?”
“aku lupa.. pokoknya kau mengantar Victoria pulang di dorm. Iya kan?”
Dia terdiam
“kau menyukainya oppa ?”
Dia terdiam dan menghela nafas
“ aku selalu menyukainya sejak dulu. Walaupun dia hanya memanfaatkanku, bagiku tidak apa-apa asalkan aku bisa terus bersamanya”
HeeChul oppa bercerita dengan sedih.
Aku paham perasaannya. Mau Victoria bagaimana pun, dia tetap menyukainya…
***
HeeChul oppa mengantarku pulang
“ baik-baik ya Sica” katanya sambil menepuk kepalaku
Aku mengagguk “ terima kasih oppa”
“aaa Sica !!”
“ ya?”
“ kalau.. misalnya kau harus memilih.. pikirkan saat kau akan kehilangan salah satu dari antara mereka kecelakaan. Bagaimana perasaanmu. Cukup pejamkan matamu dan bayangkan sesuatu yang buruk”
Setelah turun aku melambaikan tangan dan masuk ke rumah. Aaaaa semoga tidak terjadi apa-apa
Dengan tegang aku membuka pintu dan.. kulihat YuRi dan Tiffany duduk berjauhan di sofa dan menatapku dengan tajam
Posted by: tezuchan on: September 22, 2011
YuRi POV
“ HAATCHING !!”
“ kau hanya terkena flu. Istirahatlah” kata dokter
“ I.. iya terima kasih dok” ucapku dengan suara serak
“ banyak-banyak minum air putih. Jangan makan sembarangan juga. Cuaca akhir-akhir ini sangat buruk”
“ iya dok”
“ minum obat ini. Ini bukan antibiotik, kalau sudah mendingan berhenti juga ga papa”
“ iya terima kasih dok”
Dokter pun pergi…
Hari ini aku tidur di hotel. Hukumanku dari Taeng. Dia bilang untuk sementara aku jangan menampakan diri ke Sica. Dia masih Shock
Nasibku… sakit, sendirian dan hubunganku terancam kandas.. ah mungkin sudah kandas..
Badanku lemas sekali…
Ah aku jadi ingat waktu Sica sakit aku yang merawat. Kalau aku tidak berciuaman dengan Victoria, mungkin sekarang dia sedang panik merawatku
Aah dia sedang apa ya ? apakah dia bersenang-senang dengan Tiffany ?
Tidak. Aku tidak mau itu terjadi. Sica milikku selamanya..
Klek pintu hotel terbuka. Pasti salah satu member SNSD. Mereka menyimpan duplikat kartu kamarku
“ Yul…”
“ Fa.. Fany ?”
Dia datang membawa buah. Dia seperti bukan Fany yang biasa. Fany yang selalu tersenyum kali ini dia terlihat dingin. Tergambar dari sorot matanya
“bagaimana keadaanmu ?”
“ begitulah.. kepala pusing, badan panas, tenggorokan sakit”
“ ooh makan buah, minum air putih yang banyak”
Dia duduk di kursi depan ranjangku
“bagaimana Sica ?”
“ dia tidur dari kemarin. Kamarnya di kunci. Dia tidak berbicara sepatah kata pun sejak kemarin”
“ dia tidak makan ?”
“ hmm tidak tahu. Sejak pagi aku di luar rumah”
Kami terdiam..
“ keadaannya menyedihkan gara-gara kau Yul” kata Tiffany memecah keheningan
“ haa ?”
“ kau.. seandainya kau tidak melakukan itu, dia tidak akan menjadi seperti ini ! salahmu Yul !!” nada bicaranya meninggi
“ aku tahu aku salah.. aku..” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Tiffany berdiri dari kursinya
“ lebih baik aku pulang. Melihat mukamu, aku jadi ingin melempar sesuatu”
“ Fa… Fany..”
“ dengar Yul.. aku tidak mengerti kenapa Sica mau dengamnu ? kau itu… sangat menyedihkan. You`re the worst !” katanya memandangku dengan tajam. Hati tertusuk dengan tatapan matanya
BRAK dia pergi sambil membanting pintu
Sayang fisikku tidak memungkinkan. Padahal aku ingin mengejar dan menghajarnya.. tapi… apa yang diakatakan olehnya ada benarnya…
Sica…
***
Drrrrtttt drrrrrtt aaahh iPhone ku bergetar …. aku dari tadi ketiduran…
Siapa sih yang nelpon ? tanpa membuka mata aku mengambil iPhone yang terletak di meja di samping tempat tidurku
“ hmm halo ?”
“ hallo YuRi…”
“ Si.. SICA ?!” mataku langsung melek “ A.. Ada apa Sica ?”
“ YuRi…. kita selesaikan saja semua ini”
“ ya ?”
“kita berpisah saja…”
“ SI..SICA !! aku..”
“ Yul.. tidak apa-apa. Aku akan menganggap ini semua tidak pernah terjadi. Kau bisa kembali ke dorm dan beraktifitas seperti biasanya seperti anggota SNSD. Kita tetap bekerja sama sebagai anggota 1 grup. Aku tidak akan bersikap dingin padamu”
“ Ti.. tidak Sica… aku tidak ingin menjadi teman biasa !! aku mau…”
“ yang merusaknya kau kan Yul ?”
Aku terdiam…
“ maafkan aku Sica..aku..”
“ kukira selama ini hanya aku dihatimu.. ternyata Victoria masih kau simpan..”
“ Tidak Sica.. beri aku kesempatan untuk menjelaskannya”
“ sudah ya Yul.. aku ada urusan”
Piiiip
Sekuat tenaga aku membanting iPhone ku
“ AAAAHHH SICAA !!!”
***
Jessica POV
Setelah menelpon YuRi, aku membenamkan wajahku di bantal. Tiba-tiba Tiffany masuk
“ sudah Jessie ?”
“ iya sudah…”
“ mau jalan-jalan ? sekalian refreshing “
“ ga ah, aku mau tidur..”
“ aku bayarin makan dan nonton deh”
“ maaf Fany.. aku sedang tidak enak badan.. aku juga ga mood”
“ oh ya sudah besok bagaimana ?”
Aku tersenyum dan mengganguk “ boleh”
***
YuRi POV
Esoknya aku sudah boleh pulang karena kondisi fisikku telah pulih. Tapi hatiku masih sakit..
“ Yul, matamu bengkak. Kau begadang semalam ?” tanya Sunny
“ ga kok..” sebenarnya aku semalam menangis sambil tidur..memikirkan bagaimana hancurnya hubunganku. Hatiku penuh dengan luka
“ngomong-ngomong mana Tiffany ? dia tidak menjemputku ?” tanyaku
Wajah TaeYeon langsung berubah murung “ dia… dia jalan dengan Sica..” katanya
Tiba-tiba dadaku terasa sesak.. bagaimana bisa begitu cepat Sica melupakanku ?
***
Jessica POV
“hei senyum donk !! “ kata Tiffany.. dia daritadi mencoba menghiburku yang dikelilingi aura suram “kopinya enak ?”
“ uhmm.. iya..” aku memaksakan diri tersenyum daritadi
Aku merasa ga enak dengan kebaikan Tiffany.. dia terus menghiburku sementara aku hanya acuh tak acuh dengan perhatiannya
“kau mau makan apalagi Jessie ?”
“ tidak.. aku sudah kenyang”
“ kau mau ke taman itu ?” tunjuknya
Taman itu.. aku dan YuRi selama ini belum pernah mengunjunginya. Takut menarik perhatian fans padahal aku ingin sekali bersenang-senang di sini dengannya
“ mau naik ayunan ? sini biar aku dorong”
Aku duduk di ayunan itu dan Tiffany mendorongku dengan pelan
“mau lebih kencang ?” alu terdiam dan hanya mengangguk “baiklah “
Sambil berayun, terlintas di kepalaku kenanganku bersama YuRi.. setiap kata-katanya, senyumannya, sentuhannya, ciumannya
Sekarang semua itu lenyap dan berubah menjadi rasa benci dan marah..
Tiba-tiba ayunan berhenti
“ Jessie..” aku merasakan nafas Tiffany di belakang leherku
“ ap..apa ?” aku tidak berani menengok ke belakang. Dia berpindah ke depanku
Tiba-tiba bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut. Aku teralu kaget untuk bereaksi. Tak lama kemudian dia melepas ciumanya
“ aku mencintaimu Jessie.. I love you”
Posted by: tezuchan on: August 31, 2011
“uggghhh Yuri..” unggh Fany
“ Yuri.. terus Yuri !!! aaah …aanghh ~” Fany More~ moooreee~ aaah aah ah
“urrghh Yuri.. Yurii… Aaaahhh !!!!” Fany.. Fany uuhh aaaaaahh !!
Tubuhku lemas dan Yuri terbaring di sampingku. Dia tersenyum dan mencium pipiku
“I love you Sica”
“I love you too..” Tiffany
Apa yang aku pikirkan ? aku melakukannya dengan yuri, mendesahkan namanya tapi aku memikirkan Tiffany ? jahat sekali !!! Kenapa aku bisa begitu kejam ?
“kenapa Sica ? apa yang kau pikirkan?”
“ tidak kok hehe” aku memeluknya
“aaah Sica, maaf tapi aku harus menyusun bahan untuk mengajar besok. Aku harus bangun hehe” dia bangun dan memakai bajunya… dan meninggalkan aku sendiri
Apakah pekerjaannya lebih pening dari diriku ? huuuhh menyebalkan !!
Dia tidak seperti Tiffany yang perhatian padaku. Aku jadi kangen Tiffany
Hari ini hari Sabtu yang artinya aku baru bisa menemui Fany-ah hari Senin
“aaaahhh !!!” kau menarik selimut sehingga menutupi tubuhku
***
“Huwaaaah !! aku telat !!” sudah jam 8.45. aku ketiduran. Segera aku memasukkan barang-barang ke tas kerjaku secepatnya “ Yuri aku pergi !!!!!”
“ Sica tunggu !!”
Aku tidak menghiraukannya dan berlari keluar
***
Yuri POV
Sepertinya Sica selalu memakai tas baru. Tidak hanya tas. Dia selalu gonta ganti sepatu, jam tangan, dompet dll. Semuanya barang-barang branded. Kalau kutanya, jawabannya selalu dikasih oleh boss nya. Memangnya sebaik apa boss nya ?
Ah itu dompetnya ketinggalan !! Sebaiknya kuantar saja ke kantornya. Kasihan nanti dia tidak bisa makan siang lagi !
***
Jessica POV
Syukurlah aku tidak terlambat !! Biarpun boss nya Tiffany, tetap saja aku tidak boleh seenak-enaknya
“Hai Jessie” tiba-tiba dia masuk ke ruanganku “kau berkeringat sekali” dia mengambil tissue dan mengelap dahiku. Sepertinya dia lupa kalimat yang aku ucapkan tempo hari
“iya, aku hampir terlambat. Jadi lari-lari tadi”
“haha sebenarnya kau mau datang jam berapa pun ga masalah kok”
“tapi tetap saja tidak bisa”
Dia tersenyum “give me morning kiss please”
Aku menciumnya dengan lembut
***
Yuri POV
Aduh ruangannya Jessica di sebelah mana ya ? akhirnya aku bertanya ke resepisionis
“permisi, ruangan Jessica Jung dimana ya ?”
“ooh anda tinggal lurus ruangannya berada di ujung, yang pintunya coklat tua. Ada tag namanya kok”
“ooh terima kasih”
Aku segera mencari ruangannya “ah ini dia” terlihat tulisan namanya di depan pintu. Saat aku membuka pintu ruangannya… apa yang kulihat ?
Dia berciuman mesra dengan seorang wanita lain….
Sekelilingku tiba-tiba menjadi gelap. Kekasihku selingkuh di depan mataku
“Sica ?” dia kaget dan melepas ciumannya. Wanita yang berciuman dengannya menatapku dengan tajam
“Yu.. Yuri..kau..” dia gelagapan dan dapat kulihat keringat dingin menets di wajahnya. “kau.. kenapa ….bisa ada di sini… Yu.. Yuri.. kau bukannya..”
BRAAAK “DIAM KAU !!!” aku menggebrak meja kerjanya sekuat tenagaku. Tanpa pikir panjang aku mendorong wanita entah siapa itu ke tembok dan memukul wajahnya sekuat tenagaku”
“BRENGSEK KAU !! BERANI-BERANINYA KAU MENYENTUHNYA !!” amarah menguasaiku. Entah sudah berapa pukulan mengenai wajahnya. Rasanya aku ingin membunuhnya
“ YURI HENTIKAN !!!” Sica mencoba menahanku aku segera menepisnya hingga dia jatuh
“DIAM KAU BITCH !! KAU MURAHAN SEKALI !!” aku menarik tangannya dan menyeretnya pulang
“LEPASKAN AKU YUL !!” dia mencoba meronta namun aku tidak peduli. Aku juga tidak peduli pandangan orang-orang di kantor
***
Setelah sampai di apartment, aku melempar semua barang-barang miliknya. Aku sudah tidak menginginkannya. Aku membencinya !!
“YUL KUMOHON YUL !! MAAFKAN AKU !!” dia memohon sambil menangis padaku
“SHUT UP BITCH !!” PLAAK aku menamparnya dengan keras. Dia tersungkur “KAU WANITA MURAHAN !! DEMI BARANG-BARANG SEPERTI INI KAU MENGKHIANATIKU ?!!! BERANI SEKALI KAU !!”
“Maafkan aku Yul…maaf…. kumohon maafkan aku…” dia memohon di kakiku. Aku menendangnya dengan kencang
Dengan kalap aku memukul badannya dengan kencang.amarah menguasaiku. Aku sudah tidak peduli lagi. Entah tamparan atau pukulan sudah kuberikan padanya
“ Yul.. maaf Yul..” aku memegang wajahnya dengan kasar. Kuku ku yang panjang sudah menggores wajahnya
“tatap aku..” dengan mata sembab dia menatapku “kenapa kau tega Sica ? aku memberikan seluruh cintaku untukmu, dan demi semua ini kau mengkhianatiku ? kenapa ?”
“maaf Yul.. maafkan aku..” dia menangis tanpa henti
PLAAAK Aku menamparnya sekali lagi dengan keras kemudian mendorongnya dan keluar apartment itu. Aku harus menenangkan diriku
Sakit sekali rasanya
***
Jessica POV
Sepertinya aku menangis hingga tak sadarkan diri. Ini semua salahku sampai Yuri meninggalkanku… memang lebih baik aku meinggalkan apartment ini. Aku jahat sekali
Hancur sudah hubunganku dengannya. Hanya karena affair ku dengan Tiffany. Hatiku terasa sakit sekali
Sudah jam 7 malam dan Yuri belum pulang. Apa yang terjadi padanya ? kepalaku sangat pusing
Aku membereskan barang-barangku dan meninggalkan apartment itu
Maafkan aku Yuri.. Maaf
***
Hujan mulai turun dan aku segera berteduh di sebuah pemberhentian bus dengan koperku. Apa yang harus kulakukan sekarang ? aku tidak tahu harus kemana. Bagaimana ini ?
Aku mengambil HP ku dan kulihat nama Tiffany Hwang. Haruskah aku menelponnya ?
Akhirnya Hujan pun turun dengan deras. Aku merasa kedinginan. hidupku hancur sudah.. ini salahku. Semua salahku
Tiin Tiin !! suara klakson mobil Audi berwarna putih mengangetkanku dan sorot lampunya membuatku silau
“ Jessie !!!” pengemudinya turun sambil membawa payung. Dia Tiffany Hwang. Dia selalu ada di sekitarku “Jessie, ayo ikut denganku”
Dia membukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk
Entah kemana dia akan membawaku. Dia menyetir, ternyata dia tidak bohong kalau dia bisa menyetir
“Kau tidak apa-apa Jessie ?”
“bagaimana bisa kamu menemukanku ?”
“aku mencarimu keliling kota. Aku khawatir dengan keadaanmu. Untung aku menemukanmu. Kau perlu tempat berteduh” dia terdiam sebentar “lagipula.. aku sudah bilang kan,akan selalu ada di sisi mu”
Dia membawaku ke rumahnya. Rumah nya besar dengan 2 lantai “ayo masuk Jessie biar kubawakan barang-barangmu”
Aku melangkahkan kaki ke dalam rumahnya. Sangat luas. Lantainya sepertinya terbuat dari marmer. Perabotannya sangat mewah. Interior nya bertemakan modern minimalis. Rumahnya terasa sangat nyaman namun sangat sepi.
“kau bisa tidur di kamar tamu dan mandilah dulu. Setelah makan…” dia memegang wajahku dengan lembut “aku akan mengobati memar di pipimu ini”
***
Aku duduk di sofanya yang lembut. Tiffany datang dengan P3K dan sebaskom es batu. Setelah kuperhatikan wajahnya, pipinya memar dan di ujung bibirnya ada sedikit luka
“dia kasar sekali. Dia pasti menamparmu dengan keras ya. Sampai memar begini” dia membungkus es dengan kain dan menempelkannya dengan perlahan di pipiku
“aw”
“eh sorry. Sakit ya ? aku akan pelan-pelan” dia mengambil obat merah dan mengobati lututku yang lecet. Aku menggigit bibir bawahku untuk menahan sakitnya
Dia lembut sekali. Masih mau perhatian denganku. Dan… aku merasa hangat. Aku mulai melupakan apa yang Yuri lakukan padaku. Sakit di dadaku mulai hilang
“fuuuh fuuh” dia meniup lututku “bagaimana bisa kekasihmu melakukan hal ini ? sekali pun dia marah, seharusnya dia tidak memukulmu sampai separah ini”
Dia mengangkat lenganku dan aku tisak sadar. Bekas cengkramannya ternyata menimbulkan baret di tanganku. Kukunya Yuri sangat panjang
“kau pasti sangat tersiksa” aku hanya menunduk
“kau baik sekali Tiffany” aku memeluknya dan menangis di bahunya
Tangannya memeluk tubuhku. Kali ini tangannya terasa hangat
“It’s ok Jessie. Aku akan menjagamu. Kau bisa tinggal di sini”
Dia menatapku dan hendak menciumku tapi aku memalingkan wajah
“Jangan Fany”
“maaf..”
“aku mau istirahat”
“kau tidak apa-apa kan Sica ?”
Aku hanya mengangguk
***
Matahari menyilaukan pandanganku. Oh sudah pagi. Dan aku berada di rumah Tiffany
Kulangkahkan kakiku di lantai marmer yang dingin keluar kamar
“Tiffany ? Tiffany…” panggilku. Tapi tidak ada jawaban.. apa dia pergi kerja ?
“di sini Jessie !!!” teriaknya di suatu tempat
Setelah kucari ternyata dia ada di dapur sedang masak pancake dengan heboh nya
“Pagi Jessie !!”
“Kau bisa masak ?”
“ka.. kalau pancake aku bisa kok haha” dia terlihat lucu. Repot sendiri dengan teflon nya
Aku tidak pernah melihat dia yang seperti ini. Imut nya..
Dia biasanya terlihat cool, serius, dingin dan suka tersenyum bisnis. Kali ini dia terlihat ceroboh dan cute
“ah akhirnya jadi. Kalau tidak enak bilang ya !” senyumnya secerahmatahari pagi
“kau tidak kerja ?”
“tidak, aku cuti. Aku mau menemanimu seharian” dia mengorbankan pekerjaannya untukku ? hanya untuk menemaniku ?
“terima kasih kau baik sekali”
“hehe. Makan yang banyak ya… dan senyum donk Jessie. Dari kemarin kau terus murung” bagaimana bisa aku tersenyum setelah kejadian kemarin
“aku tidak bisa Fany”
“haaah iya tidak apa-apa hehe” dia menghela nafas dan teteap tersenyum untukku
Dia pergi dari hadapanku
***
Tiffany POV
Jessica masih tetap murung. Padahal aku sudah berusaha sebisa ku menghiburnya. Artinya tidak ada cara lain
Aku mengambil HP di kamarnya. Kucari nomor kekasih terCINTAnya Kwon Yuri
Aku harus bicara dengannya. Aku segera berjalan menuju ke kamarku agar Sica tidak mendengarnya
Tuuuuut tuuuut
“halo ?”
“Halo kau Kwon Yuri ?”
“ya benar, ini siapa?”
“aku Tiffany.. selingkuhannya Jessica..”
“..apa..? KAU !! KAU SI BRENGSEK ITU ? MAU APA KAU? MANA SICA ?”
“KAU DIAM DULU !! Dia ada di rumahku
“kau berani sekali menyentuhnya !! kubunuh kau !! dia SAMPAI PERGI DARIKU. Kau DENGAN UANGMU DIA MENJADI WANITA MURAHAN !!”
“kuberitahu saja DIA BUKAN WANITA MURAHAN”
“apa kau bilang ?”
“aku yang memaksanya. Aku yang memulainya. Dia sudah menolakku berkali-kali karena dia punya KAU KWON YURI !! namun aku mengancamnya jika dia tidak mau, aku akan memecatnya”
“kau..”
“iya, terserah kau mau berangapan aku bejat atau bagaimana. Sejak kemarin wajahnya suram. Hidupnya seperti hancur. Apalagi kau berani sekali memukulinya !! kasar sekali !!”
“aku emosi melihat kalian. Kau berani sekali !!! KAU MENGHANCURKAN HUBUNGAN KAMI !! AKAN KUBUNUH KAU NANTI”
“terserah, tapi sekarang juga JEMPUT DIA !! jemput dia di rumahku. Kalau tidak, aku yang akan membunuhmu”
***
Jessica POV
Aku duduk di sofa dan menonton TV. Daritadi Tiffany belum kembali
“Hai Jessie” dia duduk di sampingku
“kau darimana ?”
“ada urusan kantor tadi aku ditelpon”
“ooh” dengan sendirinya aku tidur di pangkuannya “Fany-ah”
“hmm ?” tangannya yang lembut memainkan rambutku
“kenapa kau begitu peduli padaku ? kau sangat lembut dan perhatian padaku”
Dia terdiam “tidak tahu.. aku juga tidak tahu. Setiap melihatmu, aku ingin sekali melindungimu. Aku ingin membelikanmu sesuatu, ingin di sampingmu. Aneh ya haha. Aku tidak tahu apa yang salah dengan diriku”
Apakah Tiffany mencintaiku ?
“aku.. juga merasakan hal seperti itu… aku merasa nyaman di sampingmu. Terus ingin di sisimu. Aku juga merasakan perasaan itu”
Aku menarik lengan bajunya “se..sepertinya.. aku.. aku men..”aku memberanikan diri menatap matanya “aku men..mencinta…”
Ting tong ting tong ting tong
Suara bel rumahnya memotong kalimatku
“sebentar, ada tamu” dia membuka pintu dan… “Jessie ada tamu untukmu”
Aku berjalan ke arah pintu dan.. “Kwon Yuri ?”
“Sica !!” dia memelukku dengan erat
“Yu..Yuri.. kenapa kau datang?” aku masih takut dengannya…
“aku ingin menjemputmu. Dia sudah bercerita semuanya. Maafkan aku Sica. Maafkan aku ! aku sudah berlaku kasar kepadamu. Aku memukulimu. Kembalilah padaku, kau masih mencintaiku kan ?”
Aku memandang ke arah Tiffany. Dia tersenyum pahit “Yu.. Yuri aku..”
“ayo pulang. Jangan pernah lagi bertemu dengannya” dia memelototi Tiffany
Setelah membereskan barangku, aku menatap Tiffany
“terima kasih Tiffany.. atas segalanya”
“jaga dirimu baik-baik Jessie” katanya sambil menepuk kepalaku
“Fa..Fany.. aku pikir…. aku men..”
“Sica ayo pergi !!” Yul menarikku sebelum aku menyelesaikan kalimatku
Aku mencintaimu Tiffany
***
Sudah seminggu aku keluar dari rumah Tiffany dan berhenti bekerja. Hubunganku dengan Yuri membaik tapi tidak sama seperti yang dulu. Aku masih takut padanya
Dia semakin sibuk karena mulai memberikan les privat
Aku rindu dengan Tiffany. Bagaimana kabarnya? Apakah dia sehat-sehat saja ? dia tidak over work kan? apa dia kesepian?
“Sica, kamu mau jalan-jalan kemana ?” tanya Yuri
“kau tidak ke kampus ?”
“lho ? hari ini kan tanggal merah sayang. Jalan-jalan yuk”
Aku mengangguk
***
Yuri mengajakku ke tempat biasa aku dan Tiffany berbelanja
“Nah Sica, pilihlah barang apa pun yang kamu mau. Aku akan membelikannya”
Dia.. kenapa bersikap seperti Tiffany ?
Aku melihat toko-toko di sana. Kenanganku dengan Tiffany muncul. Dimana dia memilihkan tas untukku, memasangkan sepatu, memuji baju yang kupilih…
Aku tidak bisa.. hatiku sakit sekali. Aku ingin bertemu dengan Tiffany
“Sica kau kenapa ?”
“aku sedang tidak enak badan Yul. Aku mau pulang”
“oo..ok”
***
“Sica kau tidak apa-apa ? kau mau obat ?”
“aku butuh sendiri Yul”
Aku merebahkan diri di kasur. Aku mau Tiffany.. aku ingin dia
Kuingat suaranya, pacaran matanya dan senyumnya yang pahit melihatku dengan Yuri
Dia berkata ingin bersamaku. Ingin melindungiku
Aku mencintainya… aku tidak ingin berpisah dengannya. Keputusanku sudah bulat
***
“lho ? Sica ? kau mau kemana ? kenapa kau membawa semua barangmu ?”
Kutundukkan kepalaku “Maaf Yul… kurasa kita harus berpisah”
“Ke.. kenapa ?”
“terima kasih atas segalanya tapi maaf. Bukan kau yang aku inginkan untuk bersama-sama. Aku tidak pantas untukmu. Carilah orang lain Yul”
“lho ? tu.. tunggu Sica !! heiii !!”
Aku tidak peduli dengan teriakan Yuri. Aku berlari menuju mobilku dan menyetir ke arah rumah Tiffany. Untung aku masih ingat lokasinya
***
Akhirnya aku sampai. Aku memberanikan diri memencet bel rumahnya
Ting tong
Kumhon.. bukalah Tiffany !! kumohon !!
“Siapa ? Je… Jessie ?”
“Tiffany..”
“kenapa.. kau ada di sini ?”
Aku melempar bungkusan yang berisi barang-barang pemberiannya
“eh kenapa Jessie ?”
“aku tidak perlu itu !!! aku tidak perlu barang-barangmu”
“kenapa lagi sih ?”
“aku hanya ingin bersamamu !! aku….” dengan segenap hati aku akhirnya melontarkan kalimat ini “Aku Mencintaimu Tiffany. I Love you ! aku mencintaimu Fany-ah. Sangat mencintaimu”
Aku memeluk tubuhnya yang hangat “aku mencintaimu Fany” tanpa sadar air mataku menetes “aku mau kembali ke kantor, bekerja untukmu, terus bersamamu. Aku mau di sisimu Fany-ah”
Aku heran, dia masih terdiam. Kulepas pelukanku dan kutatap matanya
“kau tidak usah ke kantorku lagi. Kau kupecat”
“EEEH ?!!”
“kau cukup tinggal di rumahku dan mengurusku hehe. Aku mau kau bersamaku terus. Teruslah di sisiku..aku janji akan terus menjagamu…”
Aku menunggu kalimat selanjutnya
“aku mencintaimu Jessie… I Love You” dia mencium bibirku dengan lembut
“kita belum melakukannya di rumahku. Sekarang yuk ~”
“PERVERT !!!!”
Posted by: tezuchan on: August 14, 2011
Normal POV
Sudah jam 14.55. Tiffany tersenyum licik dan berbisik “3…2…1”
BRAAAK
Pintu ruangannya dibuka dengan kasar oleh Jessica
“aah kau lebih cepat dari perkiraanku” kata Tiffany sambil menunjukkan smirk nya
“sialan..haah… kau !!!” Jessica berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah
“sudah sana ke ruanganmu !! kerja yang rajin ya. Banyak berkas yang harus diselesaikan” kali ini Tiffany bertingkah bossy
Tanpa banyak bicara Jessica berjalan menuju ruangannya
***
Jessica POV
Semua pekerjaanku sudah selesai akhirnya. Dasar bos mesum dan seenaknya !! rasa hormatku hilang padanya. Dia ternyata tidak sekeren yang kukira. Justru sangat hina !!
Ah sudah jam 6. Aku harus cepat pulang
Baru saja aku membuka pintu ruanganku
“kau mau kemana ?”
“HUAAA”
“hei kau itu gampang sekali sih histeris ?” ternyata itu sosok yang paling tidak mau kulihat
“kau mau apa sih ?” tanyaku dengan nada terganggu
“aku mau mengajakmu makan” tumben dia menjadi sopan
“kenapa?”
“kenapa ? maksudmu ? errr aku mau minta maaf 2 hari yang lalu”
“ooh kau baru minta maaf sekarang ? kau keterlaluan !! kau tahu aku punya pacar !! kenapa kau masih nekata melakukannya !!!! aku benci kaaauuu !!!!” aku memukul bahunya tidak karuan
“ a… aduh hentikan HEI !!” dia memegang kedua tanganku “kau juga menikmatinya tau !!! kau mendesah dan bergelinjang tidak karuan. Kau memelukku dan memohon terus padaku. Moore mooreee kau mendesah seperti itu tau !!”
“HAAAAHHH !!!” aku langsung ingin mencakar-cakar mukanya !!!! “KURANG AJAR KAUUU !!!”
Dengan cekatan dia menahanku “Tapi kau menyinggungku tau !!!” serunya
“ha ? apa maksudmu ? kau yang kurang ajar !!”
“KAU MENDESAHKAN NAMA PACARMU !! siapa itu namanya.. err.. Yu.. Yuri kalau tidak salah!”
“apa ? aku..”
“ Iya !!! kau mendesahkan nama pacarmu !! Yuri !! kau ini bercinta denganku!! bukan dengan pacarmu ! kau tidak sopan sekali !!!”
Dia melepaskan cengkramannya. Kami terdiam… waktu itu aku mabuk sekali sampai tidak tahu semua yang kulakukan. Aku mendesahkan nama Yuri padahal sedang bersama Tiffany ?
“makanya.. aku mengajakmu makan malam untuk memperbaiki semuanya. Ayo ikut denganku”
Aku tidak punya pilihan selain mengikutinya. Tanganku sambil mengetik sms untuk Yuri
Aku lembur lagi Yul.. jangan tunggu aku ya. Love you
***
“ayo masuk Jessie” dia membukakan pintu mobil rolls royce hitam nya untukku.
“kau tidak menyetir ?”
“aku ini boss !! masa menyetir ? itu ada supirku yang siap mengantarku kemana saja. Melelahkan tau menyetir”
“aah bilang saja kau tidak bisa menyetir” godaku
“enak saja ! aku punya sim tau !! kalau kau mau… aku bisa mengantar jemputmu..” untuk kalimat terakhir suaranya menjadi kecil
“apa ?”
“tidak..”
“kita mau makan dimana ?”
“sebentar lagi sampai”
Mobil berhenti di…. Hwang hotel. Hotel mewah berbintang 5 milik keluarga Tiffany
Eh sebentar.. HOTEL ?!!!
“gyaaaa !!!! kenapa kau mengajaku ke hotel ?!! kau mau apakan aku ha ?!! kau belum puas ?!!” kataku sambil memukul bahunya
“ah aduh !! TENANG DULU !! kita makan di hotel, manis… di restaurant hotel ku. Makanya tenang dulu donk. Aduh !!”
“ooh “ pintu mobil dibukakan oleh supirnya dan dia turun LIKE A BOSS
Kami masuk ke dalam gedung itu. Mewah sekali hotel nya. Perabotannya aku yakin berharga jutaan. Para tamunya juga terlihat seperti pejabat dan kalangan sosialita. Tidak sedikit juga orang asing
Kami masuk ke restaurant nya yang juga tak kalah mewah “ayo duduk” dia menarikkan kursi untukku
Tidak pernah aku dilayani serperti tuan putri
“aah kau mau pesan apa Jessie ?”
“aku.. err “kulihat menunya, harganya mahal sekali
“pesan apa pun yang kau inginkan Jessie” atanya dengan eye-smile
“ehm iya Fany-ah”
***
Makan malam berlangsung tidak seburuk yang kukira. Dia orang yang baik dan hangat. Apalagi senyumnya.. membuat hatiku meleleh. Dia juga humoris dan sangat cerdas
“Fany… daritadi aku yang bercerita.. kau donk”
“kan sudah kubilang, aku hanya wanita membosankan yang hidupnya hanya bekerja” dia meminum wine nya
“kenapa kau tidak mencari pacar ?”
“pacar haha? Untuk apa ? aku sudah sibuk mengurusi pekerjaan. Tidak ada waktu untuk pacar”
“untuk menemanimu supaya hidupmu tidak bosan. Kan kau bilang hidupmu bosan”
Dia menatapku
“yah aku kasian sama pacarku nanti. Kalau dia tidak bisa memahamiku, dia akan kecewa” katanya
“ooh begitu. Kalau orang yang kau suka ada ?”
“orang yang kusuka ? entahlah.. tidak ada tapi sepertinya aku sudah menemukan tipeku”
“oh ya ? siapa dia ?”
“hahaha siapa yaaa ?”
“uuh kau menyebalkan !!” aku menggembungkan pipiku
“hahaha kau lucu sekali Jessie. Mau tambah wine nya?”
“ah tidak usah. Nanti aku mabuk lagi lagipula, ini sudah malam. Sebaiknya aku pulang”
Dia berdiri dan membantuku berdiri dari kursi “Jessie.. aku minta maaf atas kejadian yang dulu”
“iya.. aku juga minta maaf tidak mendesahkan namamu”
Dia tersenyum “ iya.. jadi kita sudah ga papa kan ?”
“iya”
Entah apa yang salah dengan diriku. Aku berat sekali untuk pulang. Aku masih mau bersamanya. Aku nyaman dengannya. Dia bisa membuatku senang
“ ada yang salah Jessie ?”
“ti.. tidak: jawabku sambil menunduk”
Sepertinya dia bisa mengerti apa yang ada dipikiranku
“you want have a perfect night with me ?” sorot matanya menjadi tajam. Aku ingin menjawab Yes tapi.. aku punya Yuri
Dia tersenyum dan menggandengku ke lift. Aku diam dan mengikutinya Dia menekan tombol lantai 15. Tangannya dingin. sebenarnya aku bisa menepis tangannya dan pergi tapi.. aku tidak mengerti dengan diriku ini. Sedikit pun aku tidak mabuk
Setelah keluar dari lift, Sepertinya aku melihat seorang pria, mungkin pegawai hotel ini menyelipkan kartu kamar di blazer Tiffany. Sepertinya dia tahu apa yang akan kami lakukan
Setelah sampai di kamar 155, dia membuka pintu kamar untukku “ayo masuk Jessie” dia merangkul pinggangku
Aku seperti dikontorol olehnya
Dia menciumku dengan lembut, beda dengan 2 hari yang lalu, aku benar-benar sadar dan aku tahu apa yang aku lakukan
She kissed my neck and whispered “ I want you”
I looked into her eyes, so beautiful “yeah, tonight I’m yours”
She pushed me onto the bed
“Ah Tiffany”
***
Setelah melakukannya, aku memakai bajuku dan bersiap-siap untuk pergi
Aku mengancingkan kemeja ku dan memakai blazerku. Dia masih tiduran dan melihatku bersiap-siap
“Jessie, kali ini kau menyebutkan namaku hehe. Ayo sini tidur denganku”
“aku tidak bisa Tiffany. Aku punya kekasih. Kau tahu kan ?”
Dia tertawa kecil “putuskan dia !”
“mana bisa. Kami sudah 3 tahun bersama”
“yaaah… Jessie. oh iya di sofa itu, ada sesuatu untukmu” katanya
Aku berjalan menuju sofa yang berada di dekat jendela. Terlihat sebuah bungkusan dari kain. Setelah kubuka ternyata… hand bag Gucci
“khusus untukmu” tiba-tiba dia sudah berdiri di belakangku dengan memakai bathrobe
“ta.. tapi aku tidak bisa menerima nya “ aku mengembalikan tasnya
“ tidak ! kau harus menerimanya. Ini aku belikan untukmu” dia memaksaku memegang tas nya
“terima kasih.. Tiffany”
“ iya sama-sama…” dia mengelus kepalaku
“aku harus pergi. Selamat malam Fany” aku segera berjalan menuju pintu
“iya selamat malam”
***
Esoknya seperti biasa aku kembali bekerja di kantor nya. Disibukkan dengan berkas-berkas dan surat-surat yang membuatku pusing
Untung semalam Yuri sudah tidur dan tidak tahu aku pulang jam 1 subuh. Yang lebih penting dia tidak akan tahu aku bercinta dengan Tiffany semalam
Eh sudah jam 12 siang. Waktunya makan siang.
“mau makan bersama ?” tiba-tiba muncul suara dari balik pintu
“Boss Hwang”
“kau tidak kaget lagi ?”
“aku tau kau selalu muncul tiba-tiba. Jadi aku sudah terbiasa”
“wooow kau cepat sekali membiasakan diri ya” dia berjalan ke mejaku dan menciumku dengan lembut
“ehm boss.. ayo makan”
“ayo hehe” dia menggandeng tanganku tapi aku segera melepaskan genggamannya “lho kenapa ?”
“tidak enak dilihat karyawan yang lain”
“oke” dia ber eye-smile. Hatiku jadi hangat
***
Dia mengajakku makan di sebuah kafe mewah. Entah kenapa sepertinya dia glamour sekali hidupnya
“pesanlah apa yang kau mau”
Seperti kemarin malam, aku senang sekali ngobrol dengannya. Waktu tidak terasa saat bersamanya. Dia sangat baik dan lembut. Sangat menyenangkan bersamanya, dadaku terasa hangat dengan senyum dan tawanya
“boss hwang~” panggilku dengan aegyo
“hm?” dengan santainya dia minum
“kau dingin sekali ya ternyata. Padahal sering tersenyum. Harusnya kau membalas aegyo ku”
“haha aku hanya.. hanya tak terbiasa dengan hal manis seperti itu”
“lho memangnya dulu pacar-pacarmu seprti apa ?”
“buahahahahha !!” tiba-tiba dia tertawa lepas
“apanya yang lucu sih ?”
“kok kesannya pacarku banyak banget sih ? haha. Yah begitu lah”
“begitu apanya ?”
“aku tidak nyaman membicarakannya. Pokoknya kamu tidak sama dengan mereka” dia memegang tanganku dengan lembut “kau itu tidak sama dengan yang lain. Kau berbeda bagiku” dia menatapku dengan lembut
Dapat kurasakan wajahku memerah “kalau begitu kau tidak nyaman donk aku membicarakan Yuri”
“tentu saja !! ah masih ada 45 menit lagi !! ayo ikut aku!” dia menarik tanganku
Aku selalu mengikutinya. Tangannya masih dingin tapi lembut seperti salju
Dia menarikku ke sebuah daerah perbelanjaan di dekat kafe. Tidak begitu ramai, mungkin karena hari kerja
“ayo pilihlah apa yang mau kau beli”
Toko-toko di sini menjual barang-barang branded yang harganya jutaan
“kau bicara apa sih. Ayo kembali ke kantor”
“eh tunggu” dia menghalangiku “pilihlah apa yang kau mau. Tas mungkin, sepatu, dress. Apa pun akan kubelikan”
“kau kenapa sih ? jangan menghamburkan uangmu untukku ah !”
“kenapa ?”
“kenapa ? kenapa kau tanya ? aku ini kan……” tunggu aku tidak bisa bilang aku bukan apa-apa nya. Hubungan kami bahkan lebih dari teman
“kau bingung kan ? begini saja biar kuperjelas. Aku tahu kau punya pacar, dan aku tidak berhenti mendekatimu. Aku terus ingin di sampingmu dan menyentuhmu. Bahkan kita sudah melakukannya 2x”
Wajahku memanas “ singkatnya kita ini melakukan affair” lanjutnya
Benar juga katanya. Aku langsung menunduk
“jangan khawatir, bukan berarti aku akan memperlakukanmu seperti wanita murahan. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Dengan lembut..” dia memainkan ujung rambutku
“aku tidak akan terus memintamu tidur denganku. Aku mau kok menemanimu, ngoborol denganmu, tertawa, sekedar bercanda” dia menatapku lembut dan mencium tanganku “kamu mau kan bersamaku?”
Aku tersenyum “iya… Boss Tiffany Hwang” aku mencium bibirnya
***
Sudah 3 bulan aku menjalani hubungan ini. Semakin lama aku semakin tidak mau lepas darinya. Kami hanya bertemu di hari kerja. Weekend aku menghabiskan waktu ku dengan Yuri
Aku berbohong pada Yuri kalau jam kerjaku sampai larut malam. Padahal sebenarnya aku makan malam dan bersenang-senang dengan Tiffany. Dia membawaku makan di restaurant mewah dan membelikanku barang-barang branded seperti Chanel, Rolex, Prada, Marc Jacobs, dan apa pun yang aku mau
Kesannya memang aku seperti Gold Digger tapi dia sendiri yang membelikanku dan memilih apa yang aku mau
Sepertinya sudah banyak karywan yang tahu hubunganku dengan Tiffany tapi aku tidak peduli. Aku mau bersamanya
“haaah Fany-ah~” aku memeluk dan tidur di bahunya. Seperti biasa kami melakukannya di hotel miliknya
“ya Jessie ?” dia mengelus rambutku dan mencium dahiku
“ajak aku ke rumahmu donk. Aku mau melihat kehidupan Tiffany Hwang yang sebenarnya”
“haha rumahku ? tidak ada apa-apanya. Aku tinggal sendiri tau” tangannya memeluk bahuku dan sesekali mengelusnya dengan lembut
“justru itu, aku mau lihat the real Hwang”
“hahaha oke. Kapan pun kau mau, aku bisa membawamu ke sana”
“satu lagi !! aku mau melihatmu menyetir !! beneran kan kau bisa nyetir ?”
“haha iya lah. Ok, kapan pun aku bisa membawamu jalan-jalan dan aku menyetir”
“really ?”
“yeah”
“ I Love You Tiffany !!!” aku memeluknya
“a.. apa ?”
“EH !!!” apa yang tadi aku bicarakan ? tadi aku bilang I Love You ?
“kau ngomong apa tadi ?”
Aku bangun dan menutup mulutku “ti.. tidak kok ! ah ! aku harus pulang !! Dah Fany !!” aku bangun dan memakai bajuku
***
Tiffany POV
Aku melihat Jessica pergi dengan terburu-buru, I Love You Tiffany
Aku bangun dari tempat tidur dan memikirkan kalimat dia yang tadi
“ I love..you… too…Jessica..?”
***
Jessica POV
Aaaahhh pabo pabo !!! pabo !! apa yang kau katakan Sica ?!!
Bisa-bisanya kau berkata I Love Tiffany ? aduuh apa yang kau pikirkan ?!! hubungan kalian tidak seperti itu tau!
Aku masuk ke apartement yang kusewa dengan Yuri
“Hai Sica, tumben sudah pulang” sambutnya sambil terus mengerjakan kertas-kertas di meja
“iya, aku pulang cepat”
Tiba-tiba matanya tertuju pada tas yang kujinjing “lho tas baru ? “ tanya nya
Deg bagaimana ini ?
“kok aku ga pernah melihatmu membelinya ya ? terlihat mahal” aku terdiam. Bagaimana ini ?
“ooh ini dikasih bosku. Oleh-oleh dari luar negeri”
“ooh begitu ya. Baik sekali dia”
“iya.. hehe” aku tidak berbohong kan ? “ah Yuri !! ngomong-ngomong kau pasti lelah bagaimana kalau kita…” aku mencoba menggandeng nya ke kamar
“aaah Sica, aku harus memeriksa hasil kuis anak-anak. Kau tidur duluan saja ya. Aku masih sibuk” dia melepas genggamanku
Huh menyebalkan sekali. Kenapa dia makin sibuk dan tidak menghiraukanku ? sebaaall
Posted by: tezuchan on: August 9, 2011
YuRi POV
Sudah 3 hari aku tidak bicara dengan Sica… astaga kesalahanku banyak sekali !
“ Yul.. daripada kau murung, nih telpon dia !! dia perlu suaramu” Sunny menyodorkan blackberry nya
“ ga usah. Nanti aku dimarahin. Kacau !! kacau !!” aku mengacak-acak rambutku
***
Jessica POV
“ Se… sebenarnya aku bukan marah di Victorianya… aku marah dia membohongiku. Tidak masalah dia merawat Victoria dll. Tapi aku tidak terima dia membohongiku”
Aku curhat ke TaeYeon dan Tiffany di ruang tamu. Kebetulan di dorm hanya ada kita bertiga
“ aisshh bagaimana ya ?” TaeYeon terlihat kebingungan sementara Tiffany masih terlihat tenang
Matanya terlihat dingin sekali. Harusnya dia tidak mendengarkanku
“ menurutku..” katanya “ambil saja sisi positifnya. Dia membohongimu supaya kau tidak khawatir soal dirinya dan Victoria. Kenapa harus marah ?”
Dia ke dapur dan dapat kudengar dia membuat kopi..
“ Ti.. Tiffany.. benar juga sih. Sebentar Sica..”
TaeYeon menyusul Tiffany ke dapur
***
Normal POV
“ Fany-ah.. kau kenapa ?”
“ kenapa apanya ? “katanya sambil meminum kopi buatannya
“ kau.. jadi mendukung Sica dan YuRi ?” Tiffany tertawa kecil
“ kata pepatah menyukai belum tentu memiliki kan ? yang bisa kulakukan hanya mendukung hubungannya dan melihatnya bahagia”
“ sakit kan “
“ mau bagaimana lagi…” dari senyumnya terlihat rasa sakit yang mendalam
“ terserah kau Fany-ah” lagi-lagi Tiffany tersenyum
“ lagipula Tae… kau juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan kan?”
“ apa ?”
“ ah tidak” Tiffany melangkahkan kakinya keluar dapur
Tiffany kembali dan duduk di samping Jessica
“ besok Yul ada dance battle dengan beberapa girlband. Kau mau ke sana? Sekalian kalian bicara dengan tenang” katanya
Jessica tidak berkata apa-apa. Hanya mengangguk dengan ragu
“ great”
***
Jessica POV
Akhirnya aku dan Tiffany ke gedung MBC. Bertemu dengan Yul dan menyaksikan dance battle
“Tiffany !!” sapa seorang perempuan.. dia Nicole dari KARA
“ ah hai Nicole”
“ lama sekali tak bertemu denganmu” Nicole memeluk Tiffany dan mencium pipinya
“ iya lama sekali…” tatapan Tiffany begitu lembut ke Nicole
Tiba-tiba Nicole memandangku dari atas sampai bawah “ Hai Jessica..” sapanya dengan eye-smile
“ Hai Nicole..”
“ hari ini berjuang ya. YuRi, Hyo dan Youngie ga akan mengalah untukmu” kata Tiffany
“ tentu saja !! dukung kami ya Sica unnie” Nicole memainkan ujung rambutku dan tangannya ditepis Tiffany dengan tatapan awas-kau-menyentuhnya
“ dah kami pergi dulu”
Tiffany meletakkan tangannya di bahuku
“ aaahh Tiffany tunggu !!” seru Nicole
“ Tunggu di sini Jessie” Tiffany menghampiri Nicole
Kulihat Nicole berbisik sesuatu dan Tiffany menggelengkan kepalanya. Wajah Nicole langsung kecewa dan mengembungkan pipinya.
Tiffany hanya tersenyum dan menepuk kepalanya kemudian dia berbalik menghampiriku dan meninggalkan Nicole
“ ada apa ?” tanyaku
“ aaah ga papa. Sudahlah. Yuk !”
Dasar Tiffany. Dia sudah seperti cassanova versi cewe
***
Dance battle pun dimulai. YuRi menari dengan lagu Katy Perry I Kissed a Girl
Seperti biasa, tariannya terlihat sexy dan menggoda. Tapi sangat keren. Di mataku, tariannya tidak ada yang bisa menandingi
Sampai-sampai aku tidak memperhatikan Hyo dan Youngie. Kali ini YoonA tidak bisa datang. Sibuk syutting cf
Akhirnya tiba giliran f(x) Victoria dan Amber mulai menari
Victoria pandai sekali menari. Tubuhnya sangat lentur selain itu she`s very powerful. Wajahnya saat menari juga cantik sekali. Aku tak heran jika dulu YuRi sangat menyukainya…
“ jangan kagum kepadanya, kau lebih mengagumkan” kata Tiffany
“ kau jangan menyemangatiku begitu”
“ jujur. Kau lebih hebat darinya menurutku”
“ apanya ?”
“ hampir dalam semua hal. Kau saja yang tidak tahu”
Aku terdiam…
“ ah sudahlah nanti kau ke backastage ya. Liat saja ruangan nya YuRi”
***
YuRi POV
Aah lelahnya.. hari ini aku menari dengan penuh beban. Ya beban masalah dengan Sica. Ooh berkah apa ini ?
“ Yul ?” pintu terbuka dan Victoria masuk
“ aduh mau apalagi kau ?” kataku sambil mengelap keringat
“ mana yang lain ?”
“ ga tau. Lagi beli minuman kali ? mau apa kau ?”
“ tidak, hanya mengobrol” dia duduk di meja rias di depanku “ tidak boleh? “ katanya sambil menyilangkan kaki dan menorehkan senyum di bibirnya.senyum yang berbeda
“ aku sedang capek Victoria..”
“ masih adakah rasa yang tersisa untukku Yul ?”
“ ha ?”
“ setelah semua yang kita lalui, apakah kau begitu mudahnya melupakanku ?” emosiku mendadak naik
“ ha ? harusnya aku yang bertanya seperti itu !! setelah semua yang kita lalui, kau begitu gampangnya …”
Kalimatku terputus dengan bibirnya yang menciumku…. aku… merindukan bibir ini… lembut sekali… tanpa sadar aku membalas ciumannya
Lama sekali aku tidak menyentuh bibir ini. Manis sekali…
“ YuRi ?”
Aku melepas bibir itu dan melihat ke arah suara yang memanggilku
“ Je… Jessica ?”
Dia menatapku
“ Kau.. melihatnya ?”
Wajahnya menahan tangis dan dia berlari meninggalkanku
“ SICA !! TUNGGU !!” aku langsung berlari mengejarnya. Dia tidak menghiraukan suaraku “ SICA INI SALAH PAHAM”
Saat aku berbelok, dia menghilang “ ah.. kemana dia ? SICA !!”
***
Jessica POV
Tanganku di tarik Tiffany ke sebuah pojok ruangan yang gelap. Dia memelukku dari belakang dan menutup mulutku
“ YuRi ? sedang apa ? ayo foto untuk sponsor “ kata seseorang
“ eh tapi aku…”
“ sudah. Ayo sponsor sudah menggu”
“ eh tu..tunggu”
“ sepertinya mereka sudah pergi” bisik Tiffany .dia memastikan keadaanku “ kau kenapa Jessie ?”
“ YuRi… berciuman dengan… dengan…” aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku. Aku langsung menangis di bahu Tiffany
“ tidak usah dilanjutkan. Aku sudah tahu” Tiffany mengelus kepalaku. Bahu dan tangannya dingin sekali
“ YuRi.. huhu dia .. dia…”
“ iya…” Tiffany memelukku
***
YuRi POV
Di luar mulai hujan deras
Astaga. Bagaimana bisa ada Sica di sini ?? kenapa denganku ?
Setelah foto untuk sponsor aku langsung berlari mencari Sica… ah tidak apayang tadi kulakukan ?
Ini bukan salah Victoria. Ini salahku !! kenapa aku menyambut ciumannya ? sekarng semuanya menjadi berantakan. Sica melihatnya dan dia pasti marah
Hubunganku di ambang kehancuran
Di lapangan parkir aku melihat Sica dan Tiffany berlari ke mobil mini cooper milik Tiffany. Tanpa pikir panjang dan menghiraukan hujan, aku berlari keluar
“ SICA TUNGGU !!!”
Akhirnya aku berhasil menemuinya
“ Sica.. yang tadi kau lihat ..” PLAK ! dia menamparku..
“ DIAM KAU !! DARI AWAL AKU SUDAH MENGIRA INI AKAN TERJADI !!” katanya sambil menangis
“ Ini salah paham.. Sica..” aku mencoba meraih tangannya tapi ditepis
“ diam kau.. YuRi… aku benci padamu..” suaranya bergetar karena menangis “ pergi kau…PERGI !!” dia mendorongku dan masuk ke mobil
“ Sica tunggu !!” pintu mobil tertutup “ hei tunggu !!” aku mengetok-ketok kacanya tapi dia tidak menghiraukanku
Dan mobil itu tetap jalan….
Aku hanya bisa meratapi nasibku di tengah hujan…
Air mataku menetes.. sudah lama aku tidak menangis untuk seseorang….
ehem sebenarnya Ane mau update Ma Boss. Cuma banyak yg puasa jadi ga enak klo dikasih cerita macam ‘itu’. Mana banyak adegannya lagi hehe
Newbie dulu aja ya
Yang puasa tetap semangat ya ! Semangka !!!
Posted by: tezuchan on: August 1, 2011
Jessica POV
“ unnie !! kau hebat !” Krystal datang dan langsung memelukku
“ aaah terima kasih”
Seluruh member SNSD langsung ke backstage setelah menonton pertunjukanku tadi. aku menacri sosok YuRi.. tapi tidak ada. Dia tidak datang ?
“ bunga mawar untuk aktris baru kita” kata Tiffany sambil memberi se-buket bunga mawar
“ ah terima.. kasih”
“ YuRi nya ga datang” kata Taeyeon
“ ooh..” aku menunduk kecewa
“ AAHHH !!! AYO MAKAN !! AKU LAPAR !!” teriak SooYoung “ AYOO !!” serunya
Aku tahu dia berteriak seperti itu supaya suasana tidak kaku..
“ jangan sedih.. yang penting pentas mu sukses besar” kata Sunny sambil merangkulku
“ iya..”
***
YuRi POV
Aku berakhir dengan merawat Victoria … drama musical nya Sica aku udah ga tahu..
Ah gawat !! gawat !!
Aku menyisir rambutku ke belakang dengan jari. Pasrah saja deh aku pulang bagaimana
Kulihat wajah Victoria yang tidur. Bisa-bisa nya dia sakit dalam waktu seperti ini. Mana member f(x) lain ga ada yang di rumah
Terlihat sekali lelah di wajahnya. Dipikir-pikir sudah lama sekali aku tidak berdekatan dengan Victoria…
Dia makin cantik
Ah! Aku sedang memikirkan apa ini ?!! ooh siapa pun member f(x) cepatlah pulang
Tiba-tiba sebuah tangan memegang erat lenganku
“ jangan pergi Yul…” bisik Victoria “ jangan pergi lagi…”
Sorot matanya sama seperti Victoria yang dulu… mata yang indah. Bagaimana pun juga, dia orang yang pernah kusuka
kreeeek “ oh ada YuRi unnie” kata Luna yang membuka pintu kamar
“aah halo. Aku baru mengantar pulang dia pulang. Dia hampir pingsan di lokasi”
“ aah terima kasih unnie. jadi merepotkan” katanya sambil membungkuk
“aku pulang dulu.. sampai jumpa Luna” aku juga membungkuk
Aaahh aku harus cepat pulang !! drama musical sudah selesai
***
Baru saja aku sampai di rumah, mobil van putih sudah datang.. ooh tidak !! aku mati ! aku mati !
“ YAH KWON YURI !!!” kata Jessica yang masuk dengan terburu-buru “ KAU !!” dia mengangkat tangannya
Aku menutup mataku bersiap-siap di tampar namun……. Kubuka mataku kulihat SIca mengepalkan tangannya dan menangis
“ kau jahat Kwon YuRi !! padahal kau sudah janji !! aku juga berusaha di drama musical supaya kau bangga dengan kerja kerasku !! tanpa ada kabar kau m,enghilang !! KAU KEJAM !!”
PLAAAK sebuah tamparan mendarat di pipiku
Semua terlihat gelap yang kutahu Jessica pergi dan membanting pintu kamarnya
***
Jessica POV
Aku merebahkan diri di ranjang… aku masih kesal, marah dan kecewa dengan YuRi..
Tapi apa kelakuan ku tadi .. keterlaluan tidak ya ?
Kreeeek pintu kamarku terbuka dan Tiffany masuk.
“ kau lupa sesuatu Sica..” katanya
“ ha ?”
“ kau lupa bertanya alasannya tidak datang apa. Kau terlalu terbakar emosi sampai-sampai berperilaku seperti itu”
Aku terdiam
“ kau sangat berarti baginya.. pasti dia ada alasan tertentu tidak datang”
“ Fany-ah.. aku salah ! Tapi aku tidak bisa menahan emosi saat melihat wajahnya”
“ kemari”
Aku merebahkan kepala di pangkuannya. Tangan dingin Tiffany membelai rambutku begitu lembut
“ besok kau coba minta maaf kepadanya… dia pasti sedih sekali. hmm maaf bukan minta maaf biarkan dia bicara dulu. Baru kau boleh bereaksi”
“ iya…”
“ hei aku bawa sesuatu supaya matamu tidak sembap”
“ apa itu ?”
“ ini !” dia menunjukkan sebuah KETIMUN
“ AAAHH !! SINGKIRKAN DARIKU !!”
“ tenang dulu. Katanya ini kalau diiris dan ditaro di mata bisa menghilangkan sembap mu. Ayo sini”
“ AAAHH TIDAK !! Me.. melihatnya saja aku sudah ngeri apalagi di tempelakan di mata ! aaahh san asana !!”
“ hei kemari kau Jessie !!” dia mengejarku
“ TIDAAKK !!
YuRi POV
Perlahan kubuka pintu kamar Sica. Pemandangan yang kulihat, dia dan Tiffany kejar-kejaran sambil tertawa
Air mata Jessica yang tadi seolah lenyap. Kesedihan dan kemarahannya hilang begitu saja
Apa artinya ini ?
***
Jessica POV
Daritadi pagi, aku ga ada waktu untuk ngomong dengan Yuri. Sekaligus belum siap. Setiap melihat wajahnya, bawaannya ingin marah terus
Akhirnya kuputuskan untuk bicara dengannya di backstage setelah perform….
Daritadi aku bersandar di dinding tapi dia belum datang
“ aaahh Sica.. maaf aku telat”
“kau sangat telat bahkan” kataku dingin
“ ma.. maaf.. aduh aku ini selalu membuatmu marah ya ? maafkan aku”
“ sudah stop ! aku lelah mendengar kata maafmu. Aku Cuma mau tanya,, kau itu ga datang ke drama musikalku karena.. maksudku kenapa ?”
Dia terdiam dan menggaruk kepalanya “ eh.. itu… bagaimana bilangnya ya… aku..”
YuRi terlihat kebingungan menjawabnya
“ apa Yul ?”
“ sebenarnya, aku ada syutting. Si.. sibuk sekali. Maaf Sica.. sutradaranya rese sekali !!”
“ ooh.. ya sudah. Bukan salahmu. Kau kumaafkan!”
“ huuuff !!! terima kasih Sica !!” dia memelukku dengan erat
“ I.. Iya !!” wajahku memanas. Setelah dia melepaskan pelukannya, kami tersenyum
“ ayo jalan” dia menggandeng tanganku
***
YuRi POV
Aduh.. aku berbohong kepada Sica.. bagaimana ini ? ah sudahlah.. selama ga ketahuan dan tidak kubongkar tidak akan apa-apa
“ YuRI !!!” seru Victoria di belakang kami. Oh shit ada Sica di sampingku
“ a.. ada apa ?”
“ Tidaaakk.. ini hanya bingkisan kecil dariku karena kemarin kau mau mengantar ku pulang dan merawatku yang sakit. Terima kasih ya. Maaf menyusahkan” dia pergi setelah menyerahkan sebuah bungkusan kue kepadaku
Oh bagus sekali dewi sial sedang berpihak kepadaku… aku melihat ke arah Jessica. Dia tidak mengucapkan satu kata pun
Dia langsung pergi “ HEI JESSICA !!!”
Happy Birthday buat my sister another mother father Tiffany Hwang !!
The rich young talented cute fierce yet sexy woman
be more beautiful, stronger, and always be an angel for us
you are my inspiration and my power
thank you for born in this world…
Sone always love you
Posted by: tezuchan on: July 27, 2011
Jessica POV
“hmm.. fotokopi ini dan salinannya serahkan ke Sunny ya”
“ok Ms. Hwang”
Aku segera menjalankan perintahnya. Ini hari ke 7 aku bekerja di Hwang corp. Induk perusaahn dari Hwang hospital, Hwang hotel, Hwang resto. Aku bekerja sebagai sekretaris nya. Dia terlihat baik tapi jarang sekali berbicara kecuali dalam pekerjaan
Piip piip HP ku berbunyi dan dari Yuri kekasihku fighting Sica ! ^^
Yuri bekerja sebagai dosen di sebuah universitas swasta di jurusan accounting. Gaji dia tidak banyak maka aku membantunya sedikit
***
“ehm.. nanti kau lembur bisa ?” tanya Ms. Hwang. Eeeh lembur ? aduh sebenarnya aku lelah sekali
“Iya bisa !!”
“ok, kau bisa pergi” katanya
Ms. Hwang dingin sekali. Nama lengkapnya Tiffany Hwang, dia seumuran denganku tapi sudah diberi kepercayaan memimpin perusahaan ini
Aku segera sms Yuri bahwa aku pulang telat
“Yul~ aku harus lembur. Kau makan dan tidur duluan saya ya. Love you”
Fighting Sica !!
***
Aku sedang bekerja dengan giat di depan komputer menyelesaikan berkas-berkas yang sangat banyak. Kantor sepi sekali, semua pegawai sudah pulang. Aku jadi merinding sendiri. Bagaimana kalau ada hantu…
Ah ! apa yang kau pikirkan Jessica Jung ?
“hei” bisik seseorangt
“HUWAAAAA”
“eh ka..kau kaget ya? Maaf” ternyata Boss ku
“ah tidak ! saya minta maaf telah berteriak” Aku membungkukkan badanku
“hahaha ga papa. Kau ketakutan ya ? hahaha lucu sekali hahaha”
Pertama kalinya aku melihatnya tertawa lepas. Tawanya hangat sekali apalagi eye-smile nya. Manis sekali. Beda dengan sikapnya yang biasanya dingin
“ngomong-ngomong kau belum makan ya ? kau lapar ?” dia menyodorkan sebuah bento kepadaku
Kami makan bersama di ruangannya yang besar, tepatnya di meja tamu nya
“jadi bagaimana bekerja di perusahaanku ?” tanyanya
“hmm saya senang. Anda baik padaku dan tidak pernah memberikan pekerjaan yang susah hehe”
“kalau lagi berdua begini, jangan pakai bahasa resmi. Ngobrol seperti biasa saja. Dan kau bisa panggil aku Tiffany hehe” katanya dengan eye-smile nya
“ta.. tapi aku ga enak sama anda eh kamu maksudnya ..”
“hehe santai saja. Jika denganku, kau tidak usah tegang, anggap saja seperti temanmu”
Aku mengangguk dan melanjutkan makanku
Tiba tiba PAT
“ Ma… MATI LAMPU !!” aku spontan memeluk Tiffany yang berada di sampingku. Aku sangat takut dengan kegelapan
“Je.. Jessie… sebentar, izinkan aku bergerak dulu. Aku sesak !!” aku melonggarkan pelukanku tapi tanganku masih menarik lengan blazer nya
Dia menyalakan senter dari HP nya “nah kau sudah tenangkan..” senyumnya membuatku tenang “kalau mau pulang sekarang juga susah. 1 gedung mati lampu, kita ke basement nya ga akan bisa. Tunggu sebentar ya”
Keheningan menyelimuti kami selama sekitar 5 menit
“aah Jessie” “aah Fany”
“kau duluan saja Jessie”
“ka.. kau duluan saja. Kan kau atasanku”
“err.. kau tinggal dimana ?”
“ooh aku tinggal bersama pacarku di dekat sini”
“ooh kau punya pacar, sudah berapa lama? Orang nya seperti apa? Ceritakan donk !!”
“hmm sudah 3 tahun. Sejak kuliah, dia bekerja sebagai dosen hehe. Kami akhirnya memutuskan tinggal bersama setelah lulus kuliah”
“ooh enak ya ada yang menemanimu sepanjang hari, ada yang mengurusimu. Sebentar ya, sepertinya di kulkasku ada bir. Kuambilkan ya”
Dia pergi sebentar dan kembali membawa 6 kaleng bir
“untung kulkas nya belum mati hehe. Ini minumlah selagi dingin” dia membukakan kaleng bir nya untukku
“kalau kau Fany? Ceritakan tentangmu “
“aku hanya wanita membosankan yang dulu kuliah di Amerika, lalu diberi kepercayaan oleh orang tua untuk mengurus perusahaan ini” katanya sambil minum beer
“aah kamu beruntung tapi, sudah dapat pekerjaan dengan posisi yang bagus” mukaku mulai terasa panas. Mungkin karena beer ditambah AC yang mati
***
Tiffany POV
“hahaha Fany-ah kau lucu sekali ternyata kukira kau boss yang dingin hahahahahaha” sepertinya dia mulai mabuk
“Si..Sica… bagaimana kalau kau berhenti minum ?” aku mencoba menghentikannya
“huungg !!! aku ga mau.. aku kenapa merasa panas ya ?” tiba-tiba dia membuka blazer nya
“ SI.. SICA !!”
“panas ya boss” dia menatapku dengan menggoda. Di balik kemeja putihnya aku bisa melihat bra nya yang.. sepertinya itu warna hitam
“Sica.. kau mabuk ya ?”
Dia terlihat teler setelah menghabiskan 4 kaleng beer. Dia terlihat menggoda. Sial !! kenapa dia SUDAH PUNYA PACAR HEII !!!
Tanpa pikir panjang aku mencium bibirnya dan… you know what happened that night
I kissed her roughly and unbutton her blouse. She’s so sexy. Very hot..
“ah Yuri…”
***
Jessica POV
Unggh jam berapa sekarang ? sepertinya lampu sudah nyala. Kepalaku pusing sekali. Mana dingin lagi
Kuambil HP ku yang kebetulan di sampingku. Eh jam 2 subuh ?
Aku segera bangun dan….
Apa yang kulihat sepertinya tidak wajar KENAPA BOSS KU TIDUR DENGAN KEMEJA TERBUKA DI SAMPINGKU ?!!
Dan….. KENAPA AKU TELANJANG ?!!! TANPA SEHELAI BENANG PUN !!!
Aku segera mengambil bajuku yang berceceran dan menutupi tubuhku. Sebentar.. ada apa ini ? apa yang terjadi ? jangan-jangan.. kami
Aku mabuk dan kami..
“GYAAAAAAAAA”
Dia terbangun dan mengucek matanya “ Eh Jessie.. udah bangun?”
“KURANG AJAR !!” PLAAAK aku segera menampar pipinya dan memakai bajuku secepatnya
“ADUH ! SAKIT BODOH !!! kau kenapa sih ?”
Setelah memakai bajuku, segera aku mengambil tasku dan meninggalkan ruangan itu
“HEI JESSIE TUNGGU !!”
Aku tidak menggubrisnya dan segera berlari menuju mobilku dan pulang
***
Akhirnya sampai di apartemenku, seluruh badanku sakit dan kepalaku pusing, aku masuk ke kamar Yuri dan dia sudah tidur
Aku telah mengkhianati nya. Aku tidur dengan orang lain, aku tidak bisa melihat wajahnya
Aku segera menuju ke kamarku, merebahkan diri dan menangis hingga tertidur
***
Tiffany POV
Sudah 2 hari aku tidak melihat sekretarisku , Jessica Jung. Kemana ya ?
Apa gara-gara kejadian itu ? Aku ingin bicara dengannya tapi tidak tahu nomor teleponnya
“hallo Sunny ? berapa nomor telepon Jessica Jung ?”
***
Jessica POV
Sudah 2 hari aku tidak masuk kerja. Aku tidak mau menemui Tiffany Hwang. Kurang ajar orang itu !!! dia mesum sekali
“Sica.. kau tidak berangkat kerja?” tanya Yul sambil mengelus rambutku
“ehm baby, aku sepertinya sakit” bohongku
“oh ya ?” dia memegang dahiku “tapi kau tidak panas”
“kepalaku pusing tapi Yul..”
“ooh begitu kalau begitu aku cuti sehingga bisa merawatmu bagaimana ?”
“aah jangan Yul !! kau harus mengajar. Sana pergi ! aku bisa sendiri kok”
“yakiin ? aku ga tenang nih”
Aku tersenyum dan mendorongnya “iyaa sana hehe”
***
Mr. Taxi Taxi Taxi ~
Aduh HP ku bunyi. Siapa sih ? menganggu tidurku saja
“halo ?”
“Jessica Jung, cepat kau kembali ke kantor !!” suara ini.. jangan-jangan
“KAU !!! TIFFANY HWANG ?!!!”
“datang ke kantor sekarang !! kau sudah menghilang selama 2 hari”
“tidak mau”
“kenapa tidak mau ? kau sudah 2 hari menghilang !!”
“kau bos mesum !! aku tidak mau bekerja dengan orang sepertimu !!”
“kau mau kupecat apa ? CEPAT KEMARI !!!”
“TIDAK !!”
“KAU MAU KUPECAT ?!”
“PECAT SAJA AKU ! AKU KELUAR !!!”
“Mana bisa kau keluar seenakmu. Kontrakmu belum habis !! Cepat kemari !! pekerjaanmu belum selesai PEMALAS !”
“AKU TIDAK MAU ! PECAT SAJA AKU !!”
“haah. Yakin kau mau kupecat ?”
“ha?”
“ayolah ini Seoul, kota besar. Cari pekerjaan tidak mudah lho. Apalagi kalau status mu dipecat. Lagipula kau dipecat dari Hwang corp, perusahaan terbesar di Seoul berskala internasional. Bisa habis karirmua Jessica Jung” katanya dengan nada sinis dan mengejek
“grrr… AKU AKAN BILANG MAU MELECEHKANKU !! KAU MEMAKSAKU TIDUR DENGANMU !!”
“hahahaha kau ini… aku tinggal bilang kau yang menggodaku. Susah amat! Yang lain pasti akan lebih percaya denganku. Boss Hwang. Bukan DENGANMU ! hihiihi ” aku bisa mendengar devil laugh nya
“………..”
“jadi, kau mau ke kantor tidak ? kutunggu sampai jam 3”
“ TIDAK AKAN !!!!” aku segera membanting HP ku
***
Tiffany POV
Hahaha anak itu lucu sekali. Sangat aneh
2 hari yang lalu itu.. aku benar-benar tidak sadar dan tergoda olehnya.
Jessica Jung.. dia cantik, manis, lucu dan sekaligus menggoda. Dia addictive. Rasanya aku ingin memilikinya
Lihat saja. Nanti pasti dia akan datang. Apa yang aku mau pasti akan terlaksana
Kulirik jam di dinding yang menunjukkan jam 10
Posted by: tezuchan on: July 19, 2011
Jessica POV
“ yak latihannya cukup sampai di sini” kata koreografer. Sekarang aku sedang giat-giatnya berlatih untuk pertunjukan drama musikalku yang pertama. Legally Blonde
Untung staff dan pelatih bersikap sangat friendly jadi aku tidak merasa canggung
“ Sica-ah, hari ini mau makan malam bersama ?” ajak salah seorang staff
“ hmm bagaimana ya ? boleh kutanya memberku dulu ?”
“ silahkan”
Aku menepi dan menelpon YuRi..
*tuuuuut tuuuuuuuut* HP nya YuRi nyambung tapi ga diangkat.. apa dia masih sibuk syuting ya ?
Kutelpon berkali-kali tidak dia angkat
“haaaa” aku menghela napas. Sudahlah dia sedang sibuk
“ hayo… nelpon siapa ?” tiba-tiba aku merasakan sepasang tangan menyentuh bahuku
“ Ti.. Tiffany ?” kataku setelah membalik badanku “ sedang apa kau di sini ?”
“ menjemputmu tentu saja “ katanya sambil mengengkat kunci mobil nya
***
YuRi POV
Sutradara masih terus mengarahkan Victoria supaya dekat denganku. Katanya dia mau menciptakan YulVic, seperti pasangan Sunbyung (Sunny dan HyoMin)
Aku mana bisa menolak
“ pokoknya buat episode minggu depan, kalian harus terus dekat ya !!”
“ tentu saja” Victoria memeluk lenganku
“ kalian boleh pulang sekarang”
Aku menepis tangan Victoria “ kenapa Yul ?”
“ syuting sudah selesai. Jangan sentuh aku. Sunny !! ayo !”
Aku menarik Sunny yang masih mengobrol dengan HyoMin
Kulihat iPhone ku…. Missed call 8x Jessica
“ ASTAGA !!!”
“ ada apa Yul ?”
“ Sica… menelpon ku 8x dan ga kuangkat “
“ wow … kau telpon balik lah !!”
***
Normal POV
You better run~ run~run~run~
Tiffany yang menyetir mendengar suara dari blackberry Jessica.
Aaahh Jessie tertidur.. suara nya pasti tak terdengar . dengan perlahan Tiffany mengambil benda itu dari genggaman pemiliknya yang tertidur
Dari YuRi… Tiffany langsung menekan tombol silent.. jangan ganggu kami Yul..
Tiffany memasukkan benda itu ke tas Jessica
***
Jessica POV
“ ngggh silau !!” mataku menutup lagi setelah terkena silaunya lampu mobil
“ ayo Jessie.. sudah sampai” Tiffany membawakan tasku dan memegang tanganku ketika turun dari mobil
“ hoaaaam lelahnya”
“ setelah makan, mandi air hangat tidur ya”
“ iya ! kau baik sekali”
Apa yang menantiku di depan ? YuRi dengan raut wajah marah
“ eh YuRi ? ada apa ?”
“ kenapa daritadi kutelpon tidak diangkat ? aku menunggumu tau !!”
“ telpon?” aku mencari entah Blackberry atau iPhone ku.. semuanya ada missed call dari YuRi
“ Tuh kan !! aku khawatir !! kenapa kau tidak angkat ?!!” serunya
Semuanya dalam Silent mode… kenapa berubah ? ah mungkin tadi aku lupa
“ aku tidak tau Yul.. kan dalam bentuk silent”
“ AKU GA MAU TAHU !!”
“ KAU KENAPA MARAH ?!! TADI KAU KUTELPON JUGA GA DIANGKAT KAN ?!!” balasku
“ aah sudah-sudah.. Jessica.. kau masuk dulu sana. Lebih baik kau istirahat.. kau lelah sekali kan ?”
Aku mengikuti kata Tiffany dan meninggalkan YuRi
Normal POV
Tiffany dan YuRi saling berpandangan…
“ kau tidak sepantasnya bersikap seperti itu Yul.. dia lelah setelah latihan yang begitu berat”
YuRi hanya menatapnya dengan tajam… Tiffany pun berlalu
“ kau senang Tiffany?”
Tiffany tidak menjawab dan hanya berlalu dengan eye-smile
***
Jessica POV
Setelah makan aku bersiap-siap untuk tidur. Tapi sikap YuRi yang marah-marah membuatku tidak tenang
Akhirnya aku berakhir dengan membalas UFO. Para Sone terlihat antusias dengan drama musical ku. mereka memberiku semangat
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka.. YuRi ternyata. Sudahlah aku terus membalas UFO
“ Sica..”
“ ……..”
“ Sica baby…”
“ ……..”
“ hei..”
“ ……….”
“ maaf Sica…” dia menyenderkan kepalanya di bahuku
“ aaah lepas ! berat tau !!” kataku sambil terus mengetik
“ maaf.. aku minta maaf. Tadi aku keterlaluan”
Aku menutup laptop ku dan berbaring di ranjang, dia juga mengikutiku
“ hei.. aku dimaafkan ga ?”
“ hmm jangan diulangi lagi !”
“ iya..”
Kami terdiam sambil menatap langit-langit…
“ Yul.. “
“ hmm ?”
“ minggu depan kau harus datang ke drama musical ku”
“ iya..”
“ janji !!” aku memberikan kelingkingku
“ iya…” kami saling mengaitkan kelingking
***
Hari ini drama musical ku dipentaskan .. hati berdebar-debar. Ini bukan perform biasa hanya menyanyi dalam sebuah grup. Hari ini aku yang menjadi pusat perhatiannya. Tidak boleh salah sedikit pun !!
Kulihat semua member sudah mengirimkanku pesan untuk berjuang…. Kecuali YuRi
Dimana dia ? daritadi ketelpon ga diangkat
“ Sica…”
“ ya ? ah Tae…” kukira YuRi
“ hwaiting ya ! aku Cuma mau ngomong itu”
“ uwaaah terima kasih” aku langsung memeluknya
“ soal Yul.. santai saja. Dia pasti datang. Yang penting kamu konsentrasi dulu di drama mu ya!”
“ iya terima kasih Tae”
Benar juga… drama musical ku harus sukses. Fighting Sica !!
***
YuRi POV
“ kalian boleh pulang” kata fotografer
“ aaahh syukurlah !!” aku segera mengambil mantel dan tas ku
Aku baru saja melakukan pemotretan untuk sebuah iklan dengan.. Victoria.
Kulirk jam tanganku .. AAAHHH DEMI APA SUDAH JAM SEGINI !! aku bisa telat ke drama musical nya Sica !!
“ Yul ! tunggu boleh aku pulang denganmu ? manager oppa sepertinya tidak bisa menjemputku. Dia mengantar Krystal ke drama musical”
“ aaahh sana sana !! “ aku menepis tanganku dan.. DUK dia terjatuh “ aaah.. hei.. aku ga papa?”
Aku membantunya berdiri. Wajahnya merah sekali dan… badannya panas !
Bagaimana ini ? aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Sementara aku harus ke drama musical Sica…
Recent Comments