Got You : The Act

“Aku tahu Yuri akan ke sini menyelamatkanmu besok”

Mata Tiffany langsung terbuka lebar

“APA ?”

Dengan sekali gerakan dia langsung mengunci Jessica dan memasang kembali borgol nya di pinggir ranjang. Kembali dengan posisi semula

“Oh great, kamu ini bipolar atau punya 2 kepribadian sih ?”

“Tiff lepaskan duluuuuu”

“APA LAGI ?”

“AKU BISA MENJANJIKAN SESUATU”

“Aku tidak percaya”

“Harta karun nazi”

Tiffany terdiam

“Apa maksudmu ?”

“Itu yang bisa kujanjikan. Aku punya data-datanya di tab ku. Aku akan bekerja sama denganmu. Aku akan membebaskan kalian semua”

“Aku masih tidak mengerti”

“Sebenarnya aku bisa saja membebaskan kalian, lalu kalian lari menghilang etc etc. Tapi aku tidak mau begitu. Aku sudah bilang kan aku mencintaimu ? Itu berarti, aku akan ikut bersamamu. Tapi tidak hanya itu, kita bisa kabur sambil membawa harta karun”

“Bagaimana caranya? Dimana letak harta karun itu ?”

“Taeyeon dan aku memiliki datanya dan aksesnya. Letak harta karun itu ada di istana Gyeongbok. Ada seorang pengusaha bernama Mr. Jang meminta Taeyeon untuk mencurinya. Tentu bekerja sama dengan atasan lainnya yang juga korup. Taeyeon terobsesi menangkap kalian agar kalian dapat digunakan oleh dia untuk mencuri harta karun itu”

“Lalu ?”

“Rencanaku, adalah membuat kalian semua tertangkap, lalu kalian akan pura-pura bekerja sama dengan Taeyeon mencuri harta karun itu. Tapi kenyataannya kalian akan lari membawa harta karun itu. Oh, dan aku ikut dengan kalian”

Tiffany memandang Jessica dengan tajam

“Aku tidak bisa percaya denganmu”

“Percayalah padaku Tiffany. Kalian juga Yuri, Sooyoung, Seohyun, Yoona dan Hyoyeon”

“Ha ?”

Jessica tersenyum

“Lepaskan aku dulu Tiff”

Dengan ragu Tiffany melepaskan Jessica. Seelah lengannya dapat bergerak dengan bebas, Jessica mencopot anting kirinya dan mendekatkannya ke mulutnya

“Kalian semua, jika mendengarku. Percayalah padaku. Rekaman ini dapat dijadikan jaminan untuk kalian. Jika aku berkhianat, kamu bisa melaporkan rekaman ini ke polisi lain atau pers. Aku bisa terkena hukuman perbehentian, atau pidana karena bekerja sama dalam kejahatan dan membocorkan rahasia negara karena harta karun itu adalah sesuatu yang ditutupi pemerintah Korea”

Tiffany masih bengong dengan mulut terbuka

“Oh shit. Oh my God. Bagaimana bisa aku kelolosan dengan anting ituuu Damn !” Tiffany menarik rambutnya ke belakang

“Aku tahu rencana kalian ke sini dari penyadap yang kupasang di anting Yuri. Anting itu lho ! Yang kita belikan di Mall”

“YOU ARE SICK !!”

“Ini anting kanan untukmu. Di dalamnya berisi rekaman kita. Kamu seorang magician. Kamu bisa menymbunyikannya kan ?”

“I.. Iya..”

“Haah finally aku mengalahkan Hwang hehe” Jessica membuka permata di anting itu dan berisi micro SD. Tiffany juga membuka anting kanannya memastikan terdapat micro SD juga di dalamnya.

“Shit. Aku tidak expect sama sekali mengenai itu”

“Bagaimana ? Kamu percaya kan ?”

Jessica berjalan meraih tab yang ada di tas nya dan kembali duduk di ranjang. Jessica memasukkan micro SD itu ke dalam tab nya

“Lihat Tiff. Aku akan attached rekaman ini ke email dan mengirimkannya ke email Sooyoung. Lihat ini”

Tiffany melihat dengan seksama hingga tombol send ditekan

“Done ! Tinggal menanti balasan mereka” Jessica menyenderkan kepalanya di bahu Tiffany yang masih bengong. Dia tidak percaya kekasihnya yang biasanya ceroboh ternyata cukup cerdik.

**

“Yul.. jangan panik. Semakin kamu panik, kamu tidak bisa berpikir. Kamu mastermind” Hyoyeon memijit bahu Yuri

“Aku tidak tahu bagaimana caranya menyusup ke penjara. Itu adalah area yang aku kira tidak akan pernah kumasuki”

“I know, kita pasti bisa”

TING

“Yul….. aku dapat email dari… Jessica” Sooyoung kaget melihat layar laptopnya

“APA ?” semua member langsung melihat layar laptop

“Yul… di sini ada attched file. Sepertinya video atau rekaman”

“Buka Syoo”

Sooyoung double click file itu dan mulai terdengar suara

“Buka bajumu”

“What ?”

“Semuanya”

“NO !”

“WHAAAT ?????!!!!”

“Itu jelas suara Tiffany unnie dan Sica unnie. Mereka ngapain ?!” kata Yoona

“Oke fine”

“Semuanya”

“Ini… mereka ngapain sih ?” Seohyun masih tidak mengerti

“Pakai borgol ini”

“He ?”

“Cepat. Lalu berbaring dan ikatkan borgolnya di besi itu, kedua tanganmu di atas kepala”

“WHAT THE HELL !!! Mereka di penjara atau ngapain sih !!!” jerit Sooyoung

“sssstttt” Yuri mendiamkan teman-temannya

Dengan seksama mereka mendengarkan percakapan Jessica dan Tiffany. Mulai dari pengakuan Jessica tentang bagaimana dia bisa masuk ke dalam kelompok, memberi informasi kepada Taeyeon dan pernyataan cintanya kepada Tiffany.

“Damn that bitch. Aku kaget sekali” komentar Sooyoung

“Iya, dia cerdik sekali mengikuti permainan kita” Hyoyeon mengelengkan kepalanya. Sementara itu, Yuri dari tadi hanya diam dan mendengarkan rekaman dengan seksama. Tiba-tiba

“aaaaahhhh aaaahhhh” mata mereka langsung membelalak

“Seriously Tiffany ?!!!” akhirnya Yuri mengeluarkan suara

“Aaaaahhh moooreeee moooreeee. I need you aaaaa”

“Magnae tutup kupingmu !!!!” perintah Yoona kepada Seohyun

“Ya ampun. Aku udah gede. Sampai kapan aku diperlakukan kaya anak kecil” Seohyun mengembungkan pipinya

“Tiff sshhh oh my God aaahh ah ah. Yeessss”

“YAH YUL !! SKIP OI !! SKIP”

“Ga Syoo. Kita harus mendengarkan semuanya. Siapa tahu ada info penting”

“MANA ADA SIH ! MEREKA LAGI SIBUK BEGITU. YUL !!”

“No Syoo “

“SINI GA !”

“GA !”

Sooyoung mencoba merebut laptopnya dari Yuri dan mereka berkahir dengan kejar-kejaran

“YUL!”

“Ga ! siapa tahu Jessica mengatakan sesuatu”

“IYA ! DESAHAN ! AWKWARD YUL!”

“Yul unnie bener! Ini seperti nonton video porno bersama yang dibintangi saudara sendiri. Skip unnie”
“No !”

Suara desahan terus muncul hingga tiba-tiba ……..

“ I’m the dominant one. Shut your mouth or I will give you… nothing”

“I’m sorry. Please do me. I am frustrated. I need you. Please”

“Call me master”

“Master Hwang”

“What the fuck Tiffany ! What the fuck !!!!” Hyoyeon langsung histeris. Yuri kembali terdiam shock memikirkan sisi lain dari Tiffany

Akhirnya setelah cukup lama, Jessica dan Tiffany selesai dengan kegiatan mereka.

“Aku… aku ga bisa melihat Sica unnie seperti dulu lagi. Apalagi Tiffany unnie. Ternyata mereka….” Yoona terduduk lemas karena stress mendengar suara dari laptop itu

“Iya… aku ga nyangka mereka pasangan seperti itu” tambah Seohyun
“Aku perlu ke psikiater. Seriusan “ kata Hyoyeon

 

“Aku tahu Yuri akan ke sini menyelamatkanmu besok”

“APA !” kembali mereka mengerumuni laptop

“APA ?”

KREK KREK

 “Oh great, kamu ini bipolar atau punya 2 kepribadian sih ?”

“Tiff lepaskan duluuuuu”

“APA LAGI ?”

“AKU BISA MENJANJIKAN SESUATU”

“Aku tidak percaya”

“Harta karun nazi”

 “Apa maksudmu ?”

“Itu yang bisa kujanjikan. Aku punya data-datanya di tab ku. Aku akan bekerja sama denganmu. Aku akan membebaskan kalian semua”

“Aku masih tidak mengerti”

“Sebenarnya aku bisa saja membebaskan kalian, lalu kalian lari menghilang etc etc. Tapi aku tidak mau begitu. Aku sudah bilang kan aku mencintaimu ? Itu berarti, aku akan ikut bersamamu. Tapi tidak hanya itu, kita bisa kabur sambil membawa harta karun”

“Bagaimana caranya? Dimana letak harta karun itu ?”

“Taeyeon dan aku memiliki datanya dan aksesnya. Letak harta karun itu ada di istana Gyeongbok. Ada seorang pengusaha bernama Mr. Jang meminta Taeyeon untuk mencurinya. Tentu bekerja sama dengan atasan lainnya yang juga korup. Taeyeon terobsesi menangkap kalian agar kalian dapat digunakan oleh dia untuk mencuri harta karun itu”

“Lalu ?”

“Rencanaku, adalah membuat kalian semua tertangkap, lalu kalian akan pura-pura bekerja sama dengan Taeyeon mencuri harta karun itu. Tapi kenyataannya kalian akan lari membawa harta karun itu. Oh, dan aku ikut dengan kalian”

 

 “Aku tidak bisa percaya denganmu”

“Percayalah padaku Tiffany. Kau juga Yuri, Sooyoung, Seohyun, Yoona dan Hyoyeon”

“Ha ?”

 

 “Lepaskan aku dulu Tiff”

 “Kalian semua, jika mendengarku. Percayalah padaku. Rekaman ini dapat dijadikan jaminan untuk kalian. Jika aku berkhianat, kamu bisa melaporkan rekaman ini ke polisi lain atau pers. Aku bisa terkena hukuman perbehentian, atau pidana karena bekerja sama dalam kejahatan dan membocorkan rahasia negara karena harta karun itu adalah sesuatu yang ditutupi pemerintah Korea”

“HA?!! Di.. dia berbicara dengan kita” Seohyun sangat kaget

 “Oh shit. Oh my God. Bagaimana bisa aku kelolosan dengan anting ituuu Damn !”

“Aku tahu rencana kalian ke sini dari penyadap yang kupasang di anting Yuri. Anting itu lho ! Yang kita belikan di Mall”

“YOU ARE SICK !!”

“Ini anting kanan untukmu. Di dalamnya berisi rekaman kita. Kamu seorang magician. Kamu bisa menymbunyikannya kan ?”

“I.. Iya…”

“Haah finally aku mengalahkan Hwang hehe”

Yuri dengan segera mencopot antingnya dan melemparnya sejauh mungkin darinya

“DASAR WANITA GILA !!!!” teriaknya

Semua member saling memandang

“Yul. Bagaimana ini ? Kita harus percaya dengannya atau tidak ?” tanya Sooyoung

Yuri masih shock dengan penyadap yang dipasangnya mencoba meluruskan pikirannya.

“Syoo save dulu attachment nya”

“Baik”

Yuri berjalan mengitari ruangan sebentar

“Masukan rekaman itu di semua flash disk, handphone atau apa pun yang kita miliki. Lalu beri label yang mencolok” katanya

“Lalu mengenai rencana Sica. Yul kamu masih percaya padanya ?”

“Selama masih ada rekaman ini, dapat dijadikan jaminan…”

“Tapi unnie kalau kita tertangkap dan di penjara, bagaimana caranya kita bisa membocorkan hal ini ?” tanya Seohyun

“Tiffany punya salinannya kan ? Aku percaya dia juga memastikan rekaman itu tersimpan”

“Yul, kamu sadar ini gambling ?”

“Aku sadar Hyo. Taruhannya memang besar. Kita mendapatkan Tiffany dan harta karun. Tapi jaminan rekaman ini sudah cukup”

Semua hening

“Kalau kita ditangkap, at least kita semua masuk di penjara yang sama. Tidak akan kesepian hahaha” canda Yoona. Suasana menjadi cair sedikit

“Well, kadang kita harus bertaruh di dalam hidup”

“Iya Syoo. Kalau misalkan kita tertangkap, aku yakin dengan kemampuan kita, kita bisa lari” kata Hyoyeon

Yuri tersenyum

“Baiklah. Reply email Sica dan kita buat rencana”

**

“Sudah waktunya aku pergi. Sunny, Jessica, berikutnya aku percayakan pada kalian”

“Baik”

Setelah Taeyeon pergi, suasana hening sebentar

“SUNNY !!!!” Tiba-tiba semua member saling berpelukan

“:He ?? Ada apa ini ?” Jessica sangat kaget dan bengong

“Kalian sedang apa di sini ? Kenapa bisa tertangkap ? Bagaimana ini ??” Sunny mendadak panik

“Ga papa Sunny. Ini bagian dari rencana kita. Sekarang kita bisa keluar dengan harta karun itu” Hyoyeon merangkul Sunny

“Tapi.. tapi…”

“Tenang percaya saja pada kami. Ternyata Miss Jung itu tidak menipu kami” hibur Yuri

“Ehm maaf sebentar. Aku tidak mengerti situasinya. Sunny, kamu kenal mereka ?”

“Hahahaha”

“Kenapa tertawa ?”

“Astaga Sica, kami lebih dari kenal. Aku ini bagian dari tim mereka”

“WHAT ?!”

“Iya, aku memang penyusup di kantor ini. Waktu Tiffany tertangkap ini semua di luar perkiraanku. Aku tidak tahu di dalam tim kami ada penyusup yaitu kamu”

“Sebentar… Jadi kalian juga punya mata-mata di kepolisian ?”

“Yup” jawab Yuri

“Kenapa tidak memberitahuku ?”

“Lady, kami tidak beritahu saja kamu sudah mengkhianati kami. Apalagi kami beritahu”

“………..” Jessica menunduk

“Nah sudahlah. Jadi bagaimana rencanamu Yul ?”

**

“Ini gelang yang akan dipasang di kaki kalian” Sunny menujukkan gelang tebal dengan lampu di sampingnya

“Kamu akan memasangkan di kaki kami ?”

“Tenang dulu Syoo. Ini aku praktekan cara memasangnya”

Sunny memasangnya di kaki kirinya KLEK

“Lihat, lampu merah ini menyala menandakan GPS telah terhubung” Sunny menunjuk ke arah monitor. Di sana terdapat titik merah pada peta yang menandakan lokasi mereka berada

“Lalu kita harus bagaimana ?”

“Di sini ilmu hack mu sangat berguna Syoo. Kalau kalian lepas paksa uughhh” gelang terlepas dan tiba tiba tanda GPS di komputer berkedip kedip

“Lihat, itu tanda kalian melepas gelangnya. Aku sebagai staff IT harus memasukkan kode agar tanda itu berhenti” Sunny mengetik angka dan tanda merah itu menghilang

“Trus ?”

“Thanks Syoo, aku akan meretas sistem ini jadi saat kalian mencabut gelang ini, lampu merah tidak akan berkedip. Aku akan mengarahkan gps nya menuju markas kita yang sekarang. Kalian beri tahu aku jika sudah selesai, aku akan meretas sistem nya dan pergi ke airport mempersiapkan semuanya”

“Beri kami handphone kalau begitu” kata Yuri

“Ckckck. Tentu aku sudah siapkan. Nih Yul. Salah satu HP ku. Kuberi yang kecil jadi gampang dibawa” Sunny memberi Yuri samsung galaxy ace yang kecil

“Nice Bunny” Hyoyeon mengacak-acak rambut Sunny

“A.. aku mau nanya. Ke airport ? Bukankah kita akan menjadi buronan?” tanya Jessica

“Silly girl, private airport. Kita kabur naik private jet”

“Kenapa kamu tidak menceritakan kepadaku kalau kalian punya jet TIFFANY-SSI?” Jessica menekankan nama Tiffany

“Aku tidak cerita saja lenganku ditembak dan aku disetrum. Bagaimana kalau cerita ?” Tiffany menjawab dengan dingin

“Aiiihh kalian sudahlah. Jadi kita mengungsi ke ….” kata Yoona

“Santorini, Yunani. Kita pernah membeli mansion di situ”

“Ah iya, di sana kan indah sekali”

“Yunani ?”

“Kamu ga mau ikut ? Ya sudah” Tiffany semakin kesal

“Tiff aku kan sudah bilang mau ikut” Jessica mulai terlihat lelah

**

D-1

“Ada kok. Duduk dam diam di sana” Yuri menunjuk kursi yang ada di pojok ruangan.

“Yul ! Kenapa kamu ikutan menyebalkan sih ?” protes Jessica

“Habisnya… sudahlah. Kan sudah kubilang kamu duduk di sana. Nanti mengacau”

“Jangan meremehkanku”

Tiba-tiba Yuri mengeluakan smirk nya

“Aku tahu siapa yang bisa membuatmu diam”

“Siapa ?”

“Master Hwang”

“HAHAHAHAHAHAHA” semua tim mendadak tertawa

“A.. apa maksudmu Yul ?”

“Aduh, malam dimana kamu mengirimkan rekaman suara itu loh ! Call me master, Master Hwang hahahahaha”

Wajah Tiffany dan Jessica langsung merah padam

“YAH ! KENAPA KAMU REKAM ?”

“AKU TAKUT KAMU APA-APAIN”

“KITA BAHKAN NGAPA-NGAPAIN ! KENAPA TIDAK KAMU EDIT”

“AKU BURU-BURU !”

“HAHAHAHAHHA”

“Unnie, aku ga menyangka kalian pasangan BDSM” goda Yoona

“YAH !”

“Wow pakai borgol segala. Amajing hahaha” Hyoyeon juga ikut-ikutan

“Master Tiffany Grey. 50 Shades of Hwang” tambah Yuri

“Hei aku mau ikutan dengar donk. Masih disimpan kan ?” kata Sunny

“NO !” Wajah Jessica dan Tiffany makin panas

**

D-1

Yuri membuka blue print

“Oke kawan-kawan, tetap pada rencana awal. Peti palsu yang kita buat akan ditaruh di sini. Beserta perhiasan jelek yang kita buat asal-asalan. Hadiah untuk Taeyeon hehe” Yuri tertawa kejam

“Aku, Sooyoung dan Seohyun akan membawa emas itu memakai keranjang janitor as usual. Tidak pakai peti kan unnie ?”

“Benar Yoong. Yang penting isinya, bukan petinya. Kita kosongkan semuanya”

Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Tiffany

“Bawa 2 kantong cadangan untuk aku dan Yuri. Pasti berat kalian membawanya. Masukan sebisanya isi peti itu ke dalam 2 kantong itu. Aku dan Yuri akan menariknya dari atas dan masuk ke ransel kita. Lalu secepatnya kita turun dan membantu kalian agar lebih cepat”

“Tapi unnie, apakah tidak mencolok ?” tanya Seohyun

“Ah ! lewat gerbang Geunjeongmun saja. Gerbang itu sepi, minim penjagaan dan dekat dengan gudang. Lebih baik mobil kita ditaruh di sana” kata Jessica

“Memang bisa ?”

“Ckckck Tiffany, aku ini sudah bolak balik ke sana” Jessica mengedipkan matanya

“Nah sudah. Nanti akses kita di sana ya” Yuri memberikan tanda di blue print.

“Aku membawakan masing-masing ballpoint untuk komunikasi di sana. Dan juga notes” Jessica membagikannya kepada masing-masing team

“Terima kasih. Nah, ayo kita mulai gladi resiknya”

“Sebentar. Aku mau menulis pesan untuk Taeyeon” Jessica menulis di secarik kertas dan memasukkannya ke amplop.

Dia menaruhnya di meja agar terlihat dengan jelas

**

D-Day

Kali ini giliran Jessica yang menyetir. Sooyoung, Seohyun dan Yoona bersembunyi di bagasi

“Selamat pagi”

“Pagi, sir. Aku datang untuk pengawasan bulanan. Ini ID card ku”

Setelah melihat ID card Jessica, security itu langsung kaget

“Oh Ms. Jung, silahkan masuk. Maaf kami tidak sopan”

“Oh tidak apa-apa. Terima kasih,, Sir”

Mobil terparkir di dalam istana. Jessica, Hyoyeon, Tiffany, dan Yuri turun duluan dan berhasil masuk ke area yang lebih dalam. Setelah berhasil masuk, Yoona, Sooyoung dan Seohyun menyusul. Sebisa mungkin mereka tidak terlihat mencolok.

Dari tadi Jessica memperhatikan Tiffany yang menyamar sebagai laki-laki. Dengan insoles di sepatunya, dia menjadi jauh lebih tinggi dari Jessica. Ditambah dengan kacamata dan suitnya yang seperti british gentleman.

“apa lihat-lihat?”

“Tidak kok oppa haha”

“Kamu lebih tua, Noona”

“Aduuhh kalian manisnyaaa” Hyoyeon mencubit pipi Tiffany dan Jessica

**

“Sensor berat”

Mata Tiffany dan Yuri langsung melotot. Yuri segera mengambil notesnya dan menulis

“Kalian di bawah jangan melakukan apa-apa” dia menunjukkan tulisannya kepada teman-temannya

“Yul aku punya ide”

“apa ?”

“Jangan lakukan apa-apa. Biar aku bicara dengan Taeyeon dulu”

“Hei, kalian pernah nonton film Indiana Jones kan ?” Tiffany berbicara sambil menulis di notesnya

“Apa maksudmu ?”

“Kau belum pernah nonton Indiana Jones Taeyeon?”

“Pernah ! Maksudku apa hubungannya ?”

“di Indiana Jones raiders of the lost ark, bagaimana coba Indi mengambil emasnya?”

“Menggantinya dengan barang lain”

“Kami akan menggantinya dengan barang yang beratnya sama”

“Pakai apa ?”

“Buku”

“Buku ?”

 

Yuri terheran-heran begitu juga dengan yang lainnya. Tiffany mengangkat tangannya memberi kode tunggu

“Kami akan mengambil buku dari perpustakaan ini dan menumpuknya di bawah peti palsu. Setelah itu kami melanjutkan rencana seperti awal”

“Ta.. tapi nanti ketahuan donk kalau palsu”

“Come on Taeyeon, cepet atau lambat pasti akan ketahuan. Lagipula, memangnya orang Jerman itu akan menjual harta karun ini, pasti tidak. Paling dijadikan pajangan di muesum. Mereka tidak akan sadar di bawah kami tumpuk buku”

Tiffany memperlihatkan rancangan rencananya kepada Yuri. Wajah Yuri langsung cerah dan dia memberi kode OK

 “Ba.. baiklah. Tapi ambil buku di belakang yang berdebu yang tidak terbaca”

“Kami tahu apa yang kami lakukan Taeyeon. Pertama kami akan mengisi dulu peti palus dan menggantinya. Peti asli akan kami angkat”

“Baiklah”

“Sooyoung, Seohyun, Yoona. Aku dan Yuri akan melemparkan beberapa buku. Tangkap dan masukkan ke peti palsu. Mengerti ?”

Mereka bertiga memberikan kode `Apa maksudmu ?’ tapi Yuri malah memberikan kode agar mereka merespon

“Iya”

Yuri dan Tiffany mengambil beberapa buku dan melempar ke bawah secara bersamaan

BUK BUK BRAAAKK

Sontak mereka bertiga yang di bawah langsung berlari menghindar

“ARE YOU GUYS INSANE? “ Tulis Sooyoung sambil memberi kode marah

Tiffany merobek notesnya, membuatnya menjadi bola dan melemparnya ke arah kepala Sooyoung

“Aduh”

“Ah Maaf Sooyoung” Tiffany menunjuk bola kertas itu sambil menunjukkan notes nya BUKA KERTASNYA !!!!

 

Sooyoung membuka bola kertas itu. Seohyun dan Yoona mendekat dan juga ikut membacanya

Abaikan perkataanku dengan Taeyeon tadi. Aku akan melemparkan buku ke kalian. Masukkan perlahan ke peti sambil sekaligus ambil perhiasannya dengan cepat dan masukkan ke kantong.

Jangan lupa, ke kantongku dan Yuri dulu jadi bisa kita tarik dari atas.

Lakukan secara satu per satu dan hati-hati. Jangan sampai sensornya aktif.

Ingat, masukkan bukunya seperti Indiana Jones

 

PS: Tolong kalian sambil membuat suara berisik agar meyakinkan Taeyeon. LAKSANAKAN

Mereka bertiga mengangguk ke arah Tiffany dan Yuri. Tiffany dan Yuri melemparkan buku-buku dengan kasar agar mengeluarkan suara.

Di bawah, Sooyoung, Yoona dan Seohyun melakukan pekerjaan mereka dengan hati-hati dan memastikan adanya suara.

Sreeekkk Sreeekkk Dug Dug Greeeek Greeeekkkk

 

Setelah kantong untuk Tiffany dan Yuri sudah penuh, kantong itu ditarik ke atas. Yuri dan Tiffany memasukkannya ke ransel mereka. Jessica dan Hyoyeon masih terus melemparkan buku ke bawah. Mereka mengambil buku yang tebal dan berat agar semakin cepat selesai

“Uuugghh berat Unnie” kata Seohyun sambil berhati-hati memasukkan kamus yang berat

“Ayo Seob” Yoona memasukkan buku dengan hati-hati dan mengambil isi peti ke dalam kantong janitornya

“Dorooonggg” Sooyoung membayangkan dia mendorong peti itu padahal dia baru selesai menjarah habis isi peti itu dan menggantinya dengan buku-buku

“Ah sudah Unnie” Yoona dan Seohyun memberi kode OK

“pastikan kabel nya cukup kuat” Jessica dan Hyoyeon juga memberi kode OK

“Sudah”

“Baiklah, cepat kalian naik. Bantu aku menarik 3 peti ini” Jessica menulis di notes nya

“Kami akan turun. Tunggu kami”

Jessica kembali menulis di notes dan menujukkan kepada Tiffany

“Aku dan Hyoyeon akan turun. Kamu dan Yuri tambal lantainya”

“OK”

 

Yuri menambil ponselnya dan mengirimkan SMS kepada Sunny

“Sekarang siapkan keberangkatan kita”

**

Greeekkk

Pintu gudang terbuka. Jessica dan Hyoyeon membantu Sooyoung, Yoona dan Seohyun mendorong 3 kereta janitor. Sementara Tiffany dan Yuri di atas menambal dan membereskan semua bekas kejadian

“Kalian sudah berhasil?”

 

“Sabar woy” kata Yuri sambil membereskan kertas-kertas dan buku yang berserakan

“Unnie, sudah siap ?” seru Seohyun yang sedang mendorong keranjang dibantu Hyoyeon. Mereka setengah berlari

“Ayo semuanya” seru Tiffany. Sementara dia sedang kembali menata keramik sambil menempelnya

“Tariiikkk Tariiikkk”

“Uuugghhhh” Sooyoung mencoba menahan tawanya

“Ayo lagiiii”

“Arrrrghhhh”

“Ayo semangaaatt Tariiikkkk tariiikk” Yoona mengigit bibir menahan tawanya. Dia mulai tidak tahan dengan drama ini

“1 lagi hosh hosh” tambah Sooyoung dengan wajah memerah. Akhirnya mereka berhasil sampai di mobil, membuka bagasi dan mengangkat hasil jarahan mereka.

“Aku bercucuran keringat” kata Jessica

“Ayo sedikit lagi” Hyoyeon dan Seohyun memasukkan kantong terakhir ke dalam bagasi

“Tariiiikkk Tariiikkkk”

“Ayo yang kuaaattt”

“Nah sudah” Yoona dan Sooyoung tertawa tanpa suara. Jessica memberi kode untuk masuk ke dalam mobil. Dia menyalakan mobil

“Ayo ditambal dulu lubangnya. Hati-hati Tiffany” Yuri muncul sambil berlarian diikuti Tiffany

“Hyo aku perlu bantuanmu” Tiffany duduk di depan bersama Jessica

“Perlahan Yul… Perlahan” setelah memastikan semua member lengkap, Jessica menjalankan mobilnya menuju airport

“Sudah tempelin aja semuaaa”

“Nanti berantakan”

“Sebentar…. sebentar………”

Sooyoung, Seohyun dan Hyoyeon saling bersahutan. Yoona yang tidak tahan untuk tertawa menutup mulutnya agar tidak terdengar.

Sembari berbicara mereka melepas tracking bracelet di kaki. Setelah lepas, mereka membuangnya dari jendela mobil

Sreeekkkk sreeeeekkk Dug Dug

Yoona memukul dan menggesekkan tangannya di pintu mobil sebagai sound effect

“Hati-hati oiiii”

“Bentar-bentar”

“Sabar Yoona”

Sooyoung dan Hyoyeon saling bersahutan.

Jessica memacu mobilnya pada kecepatan maximum di jalan tol.

“Nah sudah hahaha”

“Sudah ?”

“Sudah. Kami sedang bersiap membawanya” kali ini giliran Yuri yang berbicara

“Baiklah, aku dan tim ku akan ke rumah. See you”

“See you, bitch”

Yuri melepas earpiece nya dan turun dari mobil. Mereka sudah sampai di landasan pesawat. Angin kencang menerpa wajah mereka. Mereka memindahkan semua hasil jarahan mereka ke pesawat. Setelah selesai, semuanya mencopot earpiece mereka dan menginjaknya

“HAH !! Mati saja kau Taeyeon!!” Sooyoung beberapa kali menginjaknya hingga hancur

“Yeah ! Go to hell !!” Hyoyeon melompat-lompat di atas earpiece mereka

“YAH !! SEDANG APA KALIAN ! AYO CEPAT!”  Seru Sunny yang berdiri di tangga pesawat mengenakan topi pilotnya

“Ayo Yul ! Tiff !” Jessica menggandeng keduanya dan berlari menuju pesawat diikuti oleh Seohyun, Yoona dan juga Sooyoung dan Hyoyeon yang telah selesai dengan urusan mereka.

Tiffany duduk di samping Jessica, di kursi sebelah Yuri duduk dengan Yoona. Seohyun dan Hyoyeon merebahkan badan di sofa belakang mereka. Sooyoung ke depan menjadi co-pilot Sunny

“Hei aku tidak ingat di tim kita ada 2 namja tampan” goda Sunny

“Haha, mereka baru masuk hari ini. Tapi namja yang ini sudah milikku” Jessica mencopot wig Tiffany hingga rambut hitamnya terurai. Dia mengelap keringat yang menetes di dahi Tiffany dengan tissue

“Sudah ayo jalan” Yuri tersenyum lega dan dia juga mencopot wig nya

Pesawat pun terbang meninggalkan Seoul

Jessica menengok ke arah Yuri dan menyadari sesuatu di telinga Yuri

“Yul, kamu masih memakai antingku?”

“Haha aku copot penyadapnya. Habis antingnya bagus sih. Sayang kalau dibuang”

“Terima kasih Yul” Jessica menggenggam tangan Yuri

“Untuk apa ?”

“Memberiku kesempatan sekali lagi”

“Terima kasih karenamu kita bisa membawa harta karun ini”

“Sama-sama Yul”

“Ah aku minta maaf kalau tadi sikapku sangat menyebalkan. Bahkan tak terhitung aku berapa kali memanggilmu bitch dan lainnya. Kamu tahu kan untuk keperluan akting” dia tersenyum malu

“It’s okay, aku mengerti kok”

“U.. unnie…” Seohyun menepuk bahu Jessica dengan ragu

“Ya kenapa Seo?”

“Ma… Maaf aku meludahimu waktu itu”

“Hahahaha. Ga papa. By the way acting kamu bagus lho haha”

Seohyun tersenyum lega. Jessica menyandarkan kepalanya ke bahu Tiffany. Tiffany memalingkan wajahnya dari jendela

“Jadi… sudah bisa percaya padaku sekarang ?”

“…………………”

“YAH !”

Tiffany mengeluarkan eye-smile nya. Tiffany yang dirindukan Jessica telah kembali

“I love you Tiffany”

———–

————–

Hai hai everyone ! Ini semacam what’s behind the plot twis

Maaf ya sedikit lama. Aku mulai-mulai sibuk nih soalnya. Tenang belon lembur atau bobo cantik di kantor kok LOL

Anyway, ga sabar ya sama SPECTRE, Peanuts Movie, Hunger game : Mockingjay Part 2 sama STAR WARS. Gila deh. Siapin budget buat nonton gila-gilaan LOL

Hanya pemikiran random ku kalau Topokki, makanan yang di agung-agungkan pecinta Korea sebenarnya adalah Seblak Korea. Yeah Topokki itu Seblak yang erhasil go international ke Korea haha

Anywaayyy, masih ada prologue lho hahaha

Got You : Chapter 8

Mobil jeep hitam mereka telah di parkir dengan rapi di parkiran belakang istana. Dengan mudah mereka masuk ke istana menggunakan identitas Jessica.

Hyoyeon dan Jessica menyamar menjadi security wanita dan Yuri dan Tiffany menyamar menjadi security pria sesuai rencana. Insoles di sepatu membuat mereka lebih tinggi.

“Guys, kita harus bisa” kata Yuri yang sudah memakai kostum laki-laki. Dia masih sibuk menata wig nya

“Oke oppa hahaha”

“Syoo jangan bercanda. Aku serius”

“Iya deh ngeriii”

Tiffany juga terlihat risih dengan kostumnya. Dia melengkapi dirinya dengan kacamata hipster kesukaannya. Katanya dia ingin menampilkan image gentleman seperti di film Kingsman The Secret Service.

‘Ayo turun” ajaknya

Jessica memasuki kawasan private istana dengan mudahnya karena ID card nya. ID card khusus yang dikenali para karyawan. ID card itu juga yang ditiru oleh para member.

Yoona, Seohyun dan Sooyoung menyamar menjadi janitor dengan kereta andalannya. Mereka berjalanan menunduk menuju gudang bawah tanah. Sementara tim Yuri berhasil sampai di perpustakaan. Masing-masing membawa ransel yang berisi peralatan mereka.

“Tiffany, kamu cocok berpakaian seperti itu. Terlihat keren” kata Jessica sambil mengedipkan matanya

“Bitch” Yuri langsung merespon dengan berbisik

“I can hear you, Yul” Taeyeon terkekeh di seberang

Di kantor, Taeyeon dengan seksama memperhatikan arahnya GPS dan dengan seksama mendengar percakapan para member dari speaker.

“Hei Sunny, selama kamu bekerja dengan mereka, apakah mereka kooperatif ?”

“Oh iya, mereka tidak menghajarku kok. Bahkan waktu aku mengajarkan mereka memakai gelang kakinya mereka menurut” Sunny membetulkan kacamatanya

“Ooh….”

Tiffany dan Yuri menyingkirkan karpet biru yang menutupi lantai. Dari ransel, mereka mengambil bor yang lebih kecil dari ukuran bor biasa

“Terlihat tajam” komentar Jessica

“Diam atau kepalamu yang ku bor” ancam Yuri

Hyoyeon yang hendak berkomentar jadi ikut terdiam.

Di bawah, Seohyun menempelkan kotak hitam andalannya untuk membuka gudang

PIP

“Let’s go”

Pintu gudang terbuka dan yang mereka lihat hanya kegelapan. Dari jauh terlihat sensor infra red yang saling menyilang

“Di sana pasti letaknya” tunjuk Sooyoung

“Lampu baru bisa dinyalakan ketika kalian mematikan infra red nya” kata Taeyeon

“Okay, dimana sumbernya ?” tanya Yoona

“Di sebelah pintu ada tertempel sebuah box”

Yoona membuka box itu dengan hati-hati. Terlihat kumpulan angka-angka

“Kodenya”

“030989”

Setelah Yoona memasukkan kode, mendadak lampu menyala dan sensor pun mati. Tidak lama muncul bunyi dari atap. Langit-langit dibuka dengan paksa oleh Tiffany dan Yuri

kreeeekkk

“Hei-ho” sambut Tiffany dengan senyumannya

“Hai kalian, ayo kita selesaikan” Sooyoung mendekat ke arah peti namun langkahnya terhenti “Oh shit”

“Kenapa Syoo ?” tanya Tiffany

“Sensor berat”

“WHAT ?”

“WHAT ?”

“YAH! Taeyeon kenapa kau tidak memberitahu kami mengenai sensor berat ? Hoi !” teriak Yuri

“A.. aku tidak tahu… aku ga tahu mereka memasang itu. Damn”

“Yul… bagaimana ini?”

“Peti dan perhiasan yang kubuat tidak seberat 30 Kg. Aku tidak expect ada sensor berat” kata Hyoyeon

Yuri memberi gesture agar semuanya menunggu. Tiffany berjalan dan melihat sekeliling ruangan tiba-tiba terlintas ide di pikirannya

“Hei, kalian pernah nonton film Indiana Jones kan ?” Tiffany memberikan senyum yang lebar

Di kantornya, Taeyeon terlihat sedikit kesal

“Apa maksudmu ?”

“Kau belum pernah nonton Indiana Jones Taeyeon?”

“Pernah ! Maksudku apa hubungannya ?”

“di Indiana Jones raiders of the lost ark, bagaimana coba Indi mengambil emasnya?”

Mata Taeyeon membesar

“Menggantinya dengan barang lain”

“Kami akan menggantinya dengan barang yang beratnya sama”

“Pakai apa ?”

“Buku”

“Buku ?”

“Kami akan mengambil buku dari perpustakaan ini dan menumpuknya di bawah peti palsu. Setelah itu kami melanjutkan rencana seperti awal”

“Ta.. tapi nanti ketahuan donk kalau palsu”

“Come on Taeyeon, cepet atau lambat pasti akan ketahuan. Lagupula, memangnya orang Jerman itu akan menjual harta karun ini, pasti tidak. Paling dijadikan pajangan di muesum. Mereka tidak akan sadar di bawah kami tumpuk buku”

Taeyeon menelan ludahnya

“Ba.. baiklah. Tapi ambil buku di belakang yang berdebu yang tidak terbaca”

“Kami tahu apa yang kami lakukan Taeyeon. Pertama kami akan mengisi dulu peti palsu dan menggantinya. Peti asli akan kami angkat”

“Baiklah”

“Sooyoung, Seohyun, Yoona. Aku dan Yuri akan melemparkan beberapa buku. Tangkap dan masukkan ke peti palsu. Mengerti ?”

“Iya”

BUK BUK BRAK

“Aduh”

“Ah Maaf Sooyoung”

Taeyeon mendengarkan suara yang cukup berisik. Dia cukup cemas dengan rencana Tiffany

Sreeekkk Sreeekkk Dug Dug Greeeek Greeeekkkk BUK BUK BUK DUG BRAK BRAAK

“Uuugghh berat Unnie”

“Ayo Seob”

“Dorooonggg”

“Ah sudah Unnie”

“pastikan kabel nya cukup kuat”

“Sudah”

“Baiklah, cepat kalian naik. Bantu aku menarik 3 peti ini”

Akhirnya setelah menunggu lama, mereka sudah bisa mengambil peti itu. Jantung Taeyeon makin berdegup kencang. Dia sangat bersemangat

“Uuhh Taeyeon, aku sakit perut. Aku izin ke WC ya. Kamu bisa kan melihat GPS nya. Nanti bergerak kok”

“Ah kamu Sunny, padahal sedang seru-serunya. Kamu ga mau mendengarkan secara langsung?”

“Ah ga tahan Taeeeee”

“Iya sana”

Dengan buru-buru Sunny keluar ruangan

“Kalian sudah berhasil ?”

“Sabar woy” terdengar jelas suara Yuri

“Unnie, sudah siap ?”

“Ayo semuanya”

“Tariiikkk Tariiikkk”

“Uuugghhhh”

“Ayo lagiiii”

“Arrrrghhhh”

“Ayo semangaaatt Tariiikkkk tariiikk”

“1 lagi hosh hosh”

“Aku bercucuran keringat”

“Ayo sedikit lagi”

“Tariiiikkk Tariiikkkk”

“Ayo yang kuaaattt”

“Nah sudah”

“Ayo ditambal dulu lubangnya. Hati-hati Tiffany”

“Hyo aku perlu bantuanmu”

“Perlahan Yul… Perlahan”

“Sudah tempelin aja semuaaa”

“Nanti berantakan”

“Sebentar…. sebentar………”

 

Sreeekkkk sreeeeekkk Dug Dug

“Hati-hati oiiii”

“Bentar-bentar”

“Sabar Yoona”

“Nah sudah hahaha”

Taeyeon tersenyum lebar

“Sudah ?”

“Sudah. Kami sedang bersiap membawanya”

“Baiklah, aku dan tim ku akan ke rumah. See you”

“See you, bitch”

Taeyeon keluar dari ruangannya sambil berlari dengan polisi lainnya

“Siapkan mobil !! Akhirnyaaaa hahahaha” Taeyeon mengeluarkan tawa ahjumma nya.

Mobil polisi yang dinaiki Taeyeon mengebut kencang di jalanan. Akhirnya Taeyeon mendapatkan impiannya

Setelah tiba di markas Yuri dkk, Taeyeon berlari masuk seperti anak kecil dan membuka pintu

“ Yuriiiiiiii”

Tapi yang dijumpainya hanya kekosongan. Di ruang tamu terlihat jelas 3 peti yang Taeyeon impikan. Dengan senyum yang lebar dia membuka salah satu peti itu dan melihat isinya

“A.. apa ini ?” wajah Taeyeon langsung berubah panik “APA-APAAN INI ?!!”

Isi kotak itu adalah perhiasan dan emas tiruan yang terlihat sangat buruk. Tiruan yang modelnya berantakan layaknya mainan. Dia membuka ketiga kotak lainnya dan berisi hal yang sama.

Taeyeon membongkar isi semua isi kotak itu dan dibawahnya ditumpuk kumpulan gabus

“WHAT THE HELL ? YURRIIII TIFFANY !!!!” wajah Taeyeon memerah marah dan juga malu. Dia menggeledah semua ruangan di rumah dan tidak ada apa-apa

“APA –APAAN INI !” Taeyeon menjambak rambutnya ke belakang. Keringat dingin mengucur deras

“Taeyeon, aku menemukan ini di kamar” salah satu polisi memberikan amplop bertuliskan `To: Taeyeon’

Dengan kasar dia membuka amplop itu dan berisi kertas bertuliskan `got you’ dengan tulisan tangan yang paling dikenalinya. Tangan Jessica Jung …………

“CEPAT KEMBALI KE MARKAS !!!!”

**

Ketika sampai di markas Taeyeon berlari ke ruangan Sunny

“SUNNY !!!!”

Ketika ruangan itu dibuka, orang yang dicari tidak ada. Semua layar monitor gelap dan mendadak muncul tulisan dengan warna font putih yang memenuhi semua layar monitor

LOL

GOT YOU !!

I`M THE INTRUDER

Seketika lutut Taeyeon lemas dan dia jatuh terduduk

Badannya kaku dan gemetaran

Got You : Chapter 7

Keesokan harinya, mereka dipindahkan di sebuah rumah kecil. Di sana terdapat garasi yang dapat dipakai sebagai bengkel oleh Hyoyeon. Walaupun bagi mereka, `markas’ barunya sangat butut.

“Jelek sekali sih tempatnya. Equipment mu tidak memadai sekali. Menyedihkan”cibir Hyoyeon

“Ini Sunny, dia ahli IT dan penyedia alat-alat yang akan kalian butuhkan. Seperti Sooyoung ditambah Seohyun hahaha” Taeyeon memperkenalkan gadis di sampingnya

“………………………”

“krik krik” ejek Sooyoung

“ah, halo. Aku Sunny. Mohon bantuannya” Sunny membungkuk

“Hai, mohon bantuannya” kata mereka yang juga membungkuk

“ehm okay. Ini blue print istana” kata Taeyeon sambil membukanya “Oh ya, dokumen mengenai harta karun itu sudah ada di Jessica ya”

Tiffany mengambil dokumen itu dari tangan Jessica. Jessica tersenyum sangat lebar walaupun tidak ditanggapi

“1 peti beratnya 30 Kg ? Yang benar saja”

“Memang benar. Pikirkan caranya. Ingat, kalian harus mengambil petinya. ketiganya” kata Taeyeon

“Yang paling berat petinya kan ? Sebenarnya isinya tidak seberat itu kan ?”

“Hei, kalian harus mengambil semuanya”

Yuri membaca blue print nya dengan seksama dan Hyoyeon mempelajari foto-foto di map itu

“Yoona, kamu bisa angkat peti kan ? Maksudku Kamu Sooyoung dan Seohyun bisa saling membantu di sana. Kalian cukup kuat kan ?”

“Unnie, aku berencana menyamar dan membawa tiruannya ke bawah menggunakan keranjang janitor. Dengan roda pasti lebih mudah dan membawa lagi peti asli ke atas. Tapi kalau 30 Kg, untuk menanjak…sangat berat…”

“Gudang ini atasnya perpustakaan kan ?” kata Yuri

“Iya benar”

“Yoona, tiruannya akan dibuat seringan mungkin. Beserta perhiasannya. Tolong ya Hyo” Hyoyeon mengangguk setuju “Aku, Tiffany, Hyoyeon dan Sica akan berada di atas perpustakaan ini, mengebornya dan….”

“Tunggu ! Mengebor ? Kau gila ?!” kata Taeyeon

“Taeyeon, tempat penyimpanan ini sudah tidak lama dikunjungi kan ? Sudah lama tidak direnovasi juga kan ? Pasti sangat mudah untuk mengebor dan membuat lubang yang tembu. Seohyun punya bor yang minim suara dan ….”

“Maksudku bekasnya !”

“Kita akan tambal lagi tenang saja. Lagipula, aku berani bertaruh ruangan itu pasti jarang dikunjungi. I mean, come on. Siapa yang mau baca perpustakaan istana” Yuri tersenyum mengejek

“Lanjutkan”

“ Dari atas kami akan menembakkan kabel dan mengaitkannya di 3 peti itu.Setelah Yoona, Sooyoung dan Seohyun saling membantu mengganti peti itu, kalian semua naik ke perpustakaan. Membantuku dan Tiffany menarik peti itu oke ?

“Hmm jauh lebih baik daripada kita menanjak membawa 30 Kg sendiri. Kalau ditarik bersama-sama harusnya tidak apa-apa”

Taeyeon tertawa

“Kalian ini tidak efektif sekali, kenapa tidak semuanya dilakukan dari atas ?”

Emosi Yuri langsung naik

“Well Taeyeon, siapa yang mematikan sensor infra red di bawah ? Kamu tahu sendiri kita tidak bisa mematikan listrik satu istana”

“Lagipula, lebih cepat jika mereka sudah menukarnya dan langsung kita ambil. Kamu bisa menukarnya dengan cepat dari atas ? Kamu bisa mengembalikannya ke dalam posisi semula yang proper ? Pikiiirrr” Tiffany juga tidak kalah emosi

“Okay ! Terserah ! Yang penting. Aku harus mendapatkan ketiganya. Setelah kalian ambil, kalian semua bawa peti itu dan berkumpul di sini. Ingat nanti kaki kalian akan dipasang gelang” Taeyeon melihat jam tangannya

“Sudah waktunya aku pergi. Sunny, Jessica, berikutnya aku percayakan pada kalian”

“Baik”

**

D-3

“Fany-ah, kali ini kamu membantuku membuat tiruan ya. Aku tidak sanggup jika semuanya”

“Oke Hyo. Tapi dengan equipment sepeti ini, aku tidak yakin bisa sama persis”

“At least kita sudah berusaha”

Tiffany dan Hyoyeon mulai membuat rancangan dan mempersiapkan barang yang dibutuhkan

“Sepertinya kita semua harus bergerak. Terlepas dari kalian bisa seperti Hyoyeon atau tidak” kata Yuri

“Yul, ada yang bisa aku bantu ?” tanya Jessica

“Ada kok. Duduk dam diam di sana” Yuri menunjuk kursi yang ada di pojok ruangan. Semuanya bergerak dengan cepat. Dengan seksama mereka meneliti foto yang diberikan Taeyeon

**

Hari sudah malam dan para member telah tertidur kecuali Tiffany. Dia masih meneruskan pekerjaan Hyoyeon di `bengkelnya’. Dia ingin membantu sebisa mungkin.

Tanpa dia sadari, seseorang masuk ke garasinya

“Tiff”

“HAA !”

“Kenapa kaget ?” orang itu adalah Jessica

“Sedang apa di sini ?  Bukannya kamu sudah pulang?”

“Aku mengunjungimu. Kamu belum tidur ?”

“Belum, aku ingin membantu sebisa mungkin” kata Tiffany sambil duduk dan membuat koin emas tiruan

“Mau kubantu?” Jessica menarik kursi dan duduk di sebelah Tiffany

“Terakhir kali kau membantu kita semua masuk penjara. Nope thanks”

Jessica memeluk Tiffany dari belakang

“Please trust me”

“…………….”

“Tiff ayolah. Kamu lupa apa yang kamu lakukan denganku di sel ?” bisiknya berusaha menggoda Tiffany

Jessica memegang wajah Tiffany dan mencium bibirnya. Tiffany tidak merespon sedikit pun

“Tiff… aku harus bagaimana ? Don’t you love me ?”

“…………………..”

“Answer me”

Tiffany langsung mencium Jessica dengan kasar

She kissed her roughly. Tiffany pulled Jessica and laid her on fabrics in the floor. She stripped her and kissed her again

“I love you Tiff…”

Tiffany kissed and bit Jessica’s neck. Down to her mounds and her stomach. Her right hand rubbed Jessica’s sensitive part

“You always excited for me. Am I that hot?” Tiffany whispered sexily

“Yes you are. Ah Ah More Tiff”

“Who Am I?”

“Masterr… Master Hwang Aaahh”

**

D-2

06.00 KST

Jessica tertidur dengan nyenyak di samping Tiffany. Dia sudah berpakaian lengkap setelah aktivitas semalam. Tiffany menekuk lengannya untuk dijadikan bantal kepala Jessica

“nggh Tiff..”

‘Iya sudah pagi” bisiknya

“Hmm Pagi. Nyaman juga tertidur di sini denganmu” mata mereka saling memandang

“Bangunlah”

“Nanti dulu aku nyaman di sini……..” Jessica memeluk leher Tiffany

“Tanganku kram oi”

“Iyaaaaa” Jessica langsung duduk diikuti Tiffany

“Jadi kamu mau di sini sampai nanti atau mau pulang ?”

“Aku di sini saja. Lagipula setelah kejadian semalam, aku jadi tidak ingin berpisah darimu”

“Whatever”

Tiba-tiba pintu terbuka

“Lho kalian sedang apa ?”

“Dia datang pagi-pagi sekali tadi, Hyo. Terlalu excited haha” Tiffany tertawa mengejek

“Ooh.. semalam kamu membantuku banyak sekali Fany-ah” Hyoyeon menunjuk 3 peti yang telah di cat dan diukir sedikit dan beberapa barang tiruan pengisi peti yang dibuat

“Bukan apa-apa Hyo. Ayo bangun” Tiffany menarik Jessica untuk berdiri

“Hari ini kamu survey tempat dengan Yuri kan ?”

“Iya, anak ini aku bawa” Tiffany merangkul bahu Jessica

“Oke, sana sarapan dulu. Sebentar lagi Sunny datang membawa membawa perlengkapan yang kupesan”

**

Semua member tekahsampai di istana. Mereka berkeliling layaknya turis. Mengawasi berbagai macam tempat yang akan dijadikan target. Hyoyeon dan Seohyun tidak ikut karena mereka sibuk mempersiapkan perlengkapan untuk pencurian.

Mereka saling berpencar satu sama lain dan sesekali mengambil foto.

“Yul, ingat tidak waktu kita masih kecil, suster membawa kita jalan-jalan ke sini”

“Iya aku ingat. Kita sangat senang dulu” Yuri tersenyum hangat

“Aku kangen masa-masa itu”

Yuri terus menatap Tiffany yang sibuk melihat lukisan di dinding istana

“Fany”

“Ya?”

“Aku tahu kamu ngapain dengan Sica semalam”

“…………..”

Tubuh Tiffany membeku mendengar pernyataan Yuri

“Terserah kamu sih mau bagaimana tapi tetap waspada. Maksudku, dia itu masih di grey area. Mengerti kan ? Aku tidak melarangmu tapi tetap berhati-hatilah”

“Iya, aku mengerti. Aku berhati-hati”

“Ga kusangka kamu tipe masochist. Sudah disetrum, ditembak, masih mau melakukan `itu’ hahahaha”

“Yah ! Enak saja !” Tiffany memukul lengan Yuri

“Kalian tertawa apa ?” dari jauh Jessica menghampiri mereka

“Tidak kok”

**

D-1

“Lihaaat sudah jadiiii” Hyoyeon dan Seohyun `mempersembahkan’ 3 peti yang telah dibuat

“Awesoommeee” Tiffany melihat hingga ke detailnya

“Oh ID Card dan costume kalian sudah jadi semua. Aku meniru punya Sica unnie” Seohyun menunjukkan 7 ID Card yang terletak di meja

“kostum kalian juga sudah jadi semua. Haahh leganya” Hyoyeon sangat bangga dengan hasil karyanya “Tapi ini semua tidak akan berhasil tanpa bantuan kalian”

“Terima kasih Hyo atas kerja kerasnya” Yuri dan Hyoyeon saling berpelukan

“Ah iya, aku belum ngomong kalau Yuri dan Tiffany menyamar menjadi laki-laki ya” kata Hyoyeon

“WHUTT ?!!!”

“Aku juga diskusi dengan para unnie, mereka sepakat bahwa kalian berdua menjadi pria. Kan aneh 4 petugas keamanan wanita semua” semuanya mengangguk

“But.. But…. Aku kan…” Tiffany tergagap

‘Kami jadi pria ? Bercanda kalian!” kata Yuri

“Yaahhh padahal aku sudah menyiapkan suit, wig, dan segalanya” Seohyun menunjukkan wajah sedih dengan puppy eyes

“IYA OKE !”

“Naaahh gitu donk. Oh aku juga menyiapkan insole” Seohyun tersenyum jahil

“Nah semuanya, ayo kita gladi bersih dulu. Supaya besok tidak terjadi kesalahan” kata Sooyoung

**

D-Day

Di markas kepolisian, Taeyeon berada di ruangan Sunny yang memiliki layar monitor yang sangat besar dan dikelilingi dengan monitor berukuran lebih kecil di sekitarnya.Taeyeon juga ditemani oleh 3 polisi lainnya. Sunny sibuk di depan komputer dan menyalakan semua sistem pengawasan.

Taeyeon tidak ke markas mereka untuk menghindari kecurigaan dari polisi dan pemerintah. Dia cukup mengawasi dari kantor

“Kalian sudah memasang gelangnya ?”

“Sudah”

Layar GPS dengan titik berwarna merah telah muncul. Taeyeon tersenyum penuh kemenangan

“Nice, laksanakan perintahku oke ?”

—-

Halo Haloooo

Tau ga, saya sakit dan suara saya ilang haha parah banget.

Trus saya cobain color run 5 kilometer. Asik banget. Sebelumnya latihan dulu donk biar ga malu-malu. Namanya juga lari mah ga lari terus. Ada jalan-jalan lucu plus selfie. Saya lari di Ancol Lagoon. Keren banget di deket laut gitu haha

Udah nonton Inside Out ?

hiksss sedih banget ga sih ? Kedua kalinya aku nangis gara-gara kartun setelah Toy Story 3 haha

See you next chapter ya haha

Got You Chapter : 6

12.00 KST

4 sipir mengelilingi Tiffany yang terborgol. Mereka membawanya ke kantin saat jam makan siang. Tiffany sudah seperti teroris yang telah membunuh ratusan orang

“Tae, apa ini tidak berlebihan ?” bisik Jessica yang melihatnya dari jauh

“Tidak, dia sangat membahayakan”

Tiffany tiba di mejanya dan borgolnya dilepas. Makanannya dibawakan oleh pengawal.

“Sudah, biar aku saja yang menemaninya. Kalian istirahat saja” Jessica duduk di depan Tiffany dan membuka kotak bekalnya. 4 pria itu mengangguk dan membubarkan diri

“Ini Tiff. Enak lho aaaaaa” Jessica berhasil menyuapi Tiffany potongan ayamnya. Kali ini Tiffany cukup patuh

“Sedang apa kamu di sini”

“menemanimu lah. Pilih mana ? Aku atau sipir itu ?”

Dari jauh Tiffany melihat 2 sipir yang kemarin diborgol olehnya. Tatapan mereka bertemu. Tiffany melemparkan smirk dan wink nya. Melihat itu, kedua sipir itu langsung mengalihkan pandangannya

“Iya, kemarin mereka akhirnya berhasil dibebaskan. Makanya jangan nakal”

“Berisik”

**

20.00 KST

Mobil Jeep berwarna hitam telah sampai di penjara tempat Tiffany ditahan. Keringat dingin mulai mengucur di dahi Yuri dan Yoona

“Menurut database ini, penahanan isolasi berada di bawah tanah Yul. Dan satu-satunya akses ya.. kamu harus melewati penjara biasa which is banyak sipirnya” jelas Sooyoung

“Guys… aku mau ngomong sebentar” potong Yoona

“Aku… aku cuma mau ngomong. I love you guys. Kalian keluargaku. Kalau aku dan Yuri unnie gagal, tolong kalian semua lari ya. Jangan mencoba menyelamatkan kami”

Yuri mengangguk setuju

“Nanti saja dibahas Yoong. Intinya, rencana ini harus berhasil. Oke ?” kata Sooyoung

**

Yoona dan Yuri membuka tembok penjara yang digembok dengan kawat seperti yang biasa Tiffany lakukan. Tentunya Yuri tidak secepat Tiffany. Setelah terbuka, mereka berjalan dengan membungkuk dan berhati-hati.

Lampu sorot penjara terus bergerak. Mereka juga takut jika ada sebuah sensor yang menangkap pergerakan mereka. Setelah sampai ke pintu daruat di belakang gedung, Yoona menempelkan sebuah kotak yang dibuat Seohyun. Kotak itu digunakan untuk menembus pintu yang dikunci menggunakan sidik jari atau password. Kotak itu mulai melacak password dari pintu itu dan PIP muncul lampu hijau kecil di kotak itu menandakan pintu berhasil ditembus

Dengan perlahan Yuri membuka pintu itu dan… seseorang yang telah menyambutnya dengan senyuman lebar

“Selamat malam Yul”

**

“Unnie, aku takut mereka tidak berhasil”

“Tenang Seob, Yuri dan Yoona itu hebat kok. Aku juga yakin Tiffany pasti juga berusaha” kata Hyoyeon yang duduk di kursi belakang

Tiba-tiba sebuah lampu sorot dari seluruh penjuru mobil membuat mereka silau. Mobil mereka telah dikelilingi 4 mobil polisi

“Angkat tangan dan keluar dengan perlahan dari sana” kata suara yang berasal dari megaphone

**

Yuri, Yoona, Sooyoung, Hyoyeon dan Seohyun berbaris dengan tangan diborgol dan rantai yang menghubungkan mereka. Tiap orang didampingi 2 penjaga di kiri dan kanan. Mereka dibawa ke sebuah ruangan dan yang di dalamnya telah berdiri 3 orang polisi, Jessica, Taeyeon dan Tiffany yang terborgol

“Tiffany !!! Tiffany !!” Yuri histeris melihat sahabatnya. Karena gerakannya yang mendadak, penjaganya langsung memegang kedua lengannya

“Yul !! Bagaimana….”

“Ooh ini yang namanya Yuri, dalang di balik semuanya ? Waah”

“Cih siapa kau ?”

“Aku Kim Taeyeon dalang di balik penangkapanmu, atas bantuan Jessica juga” Taeyeon menepuk-nepuk bahu Jessica

Yuri menatap Jessica dengan tajam “bitch”

“Nah Kwon Yuri salam kenal ya ! Semoga kamu bisa bersikap….” DUG

“AAAAAA” Taeyeon terjatuh setelah Yuri menyundul kepalanya ke mulut Taeyeon

2 penjaga Yuri langsung menyergapnya hingga dia terjatuh

“Hahahahaha. Aku sudah tau wajahmu babak belur karena Tiffany kan ? hahaha”

“Aaaaaaa Aaaaa” Taeyeon berguling kesakitan sambil memegangi mulutnya yang mulai mengucurkan darah

“Tolong bawa Taeyeon ke medis. Ini biar aku saja yang urus” kata Jessica kepada salah satu polisi di sebelahnya

“Baik. Ayo saya bantu” polisi itu membantu Taeyeon berdiri

Jessica memberikan gesture agar Yuri dibantu berdiri.

“Yul, tolong jangan seperti Tiffany, oke ? Please”

Yuri tersenyum dan mendekat ke arah Jessica

“Bitch, I will kill you and I will dance on your blood. I will throw your corpse into a bunch of lions”

Yuri didorong menuju ruang tahanan

“Yoona” sapa Jessica. Yoona hanya diam dan tidak sudi memandangnya

“Sooyoung”

“Fuck you”

“Hyoyeon” Hyoyeon mengacungkan jari tengah di tangan kiri dan kanannya

“Seohyun…” Jessica menatap wanita itu dan memegang lengannya. “Semuanya akan baik-baik saja”

Seohyun melihat ke arah Jessica dan meludahinya. Penjaganya sudah bersiap menyergapnya namun Jessica mengangkat tangannya dan memberi gesture berhenti

“Tidak apa-apa. Bawa mereka dengan tenang ya” Jessica mengambil sapu tangan dan mengelap wajahnya

**

“Iya Mr. Jang. Kami sudah mempersiapkan segalanya. Tinggal dilaksanakan. Pasti rencana ini berhasil. Mereka professional” Taeyeon berbicara sambil menempelkan es batu di bibirnya. Tanpa dia sadari Jessica telah masuk ruangannya

“Oke bye Mr. Jang”

“Taeng”

“Ya ?”

“Mereka dipersiapkan besok ?”

“Yup”

“Tolong perlakukan mereka lebih baik ya. Mereka masih meledak-ledak”

“Sica… aku kurang baik apanya ? Mereka yang menghajarku duluan”

“Mungkin jaga jarak dan jaga sedikit omonganmu. Mereka kesal. Bersabarlah sedikit Taeyeon”

“Haaahh Oke fine”

Jessica berjalan meninggalkan ruangan dan dia berbalik

“Oh satu lagi, hentikan tawa ahjumma mu itu. Jangankan mereka, aku juga kesal mendengarkannya”

**

9.00 KST

Secara mengejutkan Yuri dll termasuk Tiffany dibangunkan dari sel dan ditarik ke meeting room tanpa ada orang satupun. Hanya ada CCTV di setiap pojok ruangan. Baju mereka telah diganti baju tahanan dan barang mereka telah di sita semua di malam sebelumnya.

“Selamat pagi semua” kata Taeyeon yang memasuki ruang bersama Jessica “Kalian pasti heran kenapa kalian ada di sini”

“………………”

“Jadi begini…”

“Taeyeon hei Taeyeon” Yuri mengangkat tangannya

“Ada apa Yuri ?”

“Wajahmu masih sakit ?”

“Awalnya sakit sekali tapi sekarang sudah reda sedikit” Taeyeon menujukkan senyumnya

“Wah sayang sekali. Kalau sudah sembuh inginnya sih kuhajar lagi”

“Pffftttt” member lain terlihat menahan tawanya

Taeyeon mencoba menahan emosinya dengan menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya

“Eh Taeyeon Taeyeon”

“apa Sooyoung ?”

“Kamu pendek itu gara-gara dipukul Yuri dan Tiffany atau memang dari sananya ?”

“AHAHAHAHAHAH”

Bahkan Jessica menggigit bibirnya agar tidak tertawa

DOORR

Taeyeon menembakkan pistol nya ke atap

“DIAAAMMM”

Hening

Taeyeon kembali menenangkan diri dan menyelipkan kembali pistolnya di pinggang.

“Well, oke langsung saja” Taeyeon meredupkan lampu ruangan dan menyalakan proyektor. Muncul sebuah foto 3 peti dengan lambang swastika

“Harusnya kalian tahu ini apa. Harta karun nazi”

Mereka semua memperhatikan layar dengan seksama

“sekitar 6 bulan yang lalu, 3 peti ini ditemukan di tambang Taebak. Peti ini langsung diamankan oleh pemerintah dan tersimpan di istana Gyeongbok. Kami para polisi ke sana langsung pada saat penyimpanan. Tidak semua orang tahu bahkan orang pemerintahan sekalipun. Informasi mengenai harta karun ini sangat rahasia. Semua dokumen tersimpan rapi di sini”

Taeyeon terdiam sebentar dan minum

“Maksudmu kepolisian ke sana dan menyimpannya ?” tanya Yuri

“Ya. Hanya aku, Jessica dan 2 pejabat kepolisian. Disaksikan oleh presiden, dan 2 orang asistennya. Sangat rahasia sampai-sampai mereka tidak memasang CCTV karena mereka tidak percaya kepada para security di istana. Mereka ingin sangat tertutup”

Taeyeon memindahkan ke slide berikutnya. Muncul foto 3 peti di sebuah gudang bawah tanah yang cukup gelap.

“Di sana dia tersimpan. Di bawah tanah yang tidak terjamah. Dilengkapi dengan sensor infrared. Satu-satunya akses ke ruangan itu adalah retina mata Presiden. Peti itu disimpan dan akan dikembalikan kepada pemerintah Jerman 2 minggu lagi”

“Wait… sebentar” Tiffany mengangkat tangannya “kenapa kamu cerita soal ini kepada kita ? Apa maksudmu ?”

Taeyeon terdiam sebentar dan menatap Jessica

“Begini. Kalian semua. Ada seorang milyarder bernama Mr. Jang. Aku tidak akan menyebutkan nama lengkapnya. Dia menginginkan 3 peti itu. Aku perintahkan kalian untuk mencurinya..”

“Woah woah sebentar sebentar. Apa maksudmu perintahkan ? Enak saja. Sudah kami ditangkap, disuruh lagi” kata Hyoyeon

“Jadi kamu menangkap kami karena melakukan kejahatan dan kami diperintahkan untuk melakukan kejahatan ? Mindblowing !” tambah Yoona

“Kenapa kami harus menurutimu ? Enak saja” Seohyun mulai terlihat emosi

“Tenang dulu… dia sangat menginginkan peti itu. Aku akui, dia memberikanku sejumlah uang. Aku tidak akan menyebutkannya. Tapi aku bisa memberikan kalian hadiah sebagai balasannya”

“Cih apa itu ?” sinis Tiffany

“Kalian itu harusnya dihukum 30 tahun atas semua kejahatan yang kalian lakukan. Aku akan potong menjadi 15 tahun”

“No, bebas” bantah Yuri

“10 Tahun”

“Bebas”

“7 tahun”

“3 bulan”

“5 tahun”

“4 bulan”

“3 tahun. Aku tidak bisa lagi”

“6 bulan. Yes or no ?”

“2 tahun”

“7 bulan”

“1.5 tahun”

“8 bulan”

“9 bulan”

“Deal” Akhrnya mereka berdua sepakat

Yuri mengeluarkan smirk nya “ Fine, deal. 9 bulan. Karena kami bisa saja menceritakan ini kepada atasanmu”

Taeyeon tidak mau kalah dan tersenyum mengejek“Oh please Yul, mereka semua juga tipe polisi sepertiku”

“Aku akan menceritakannya ke media”

‘Pfftt kaya mereka percaya aja sama kriminal kaya kalian”

“Jadi kapan kita memulai aksinya ?” tanya Tiffany

“1 minggu lagi”

“Cih 1 minggu ? Kita bisa melakukannya dalam 3 hari” ejek Yoona

“Oke, 3 hari kalau begitu”

“SHUT UP YOONA !!” teriak semuanya

“Oh ya satu lagi. Karena aku takut kalian semua `mencurangiku’, dalam aksi kalian harus melibatkan Jessica”

“WHAT ?”

“Hahaha lucu Taeyeon. Dia bahkan mengkhianati kita” kata Sooyoung

“Loh, justru itu, supaya kalian tidak melakukan hal bodoh apa pun itu, dia juga mengawasi aksi kalian. Kalian ini adalah kriminal terpintar yang aku tangkap. Tentu saja untuk berjaga-jaga”

Jessica hanya terdiam dan berpandangan dengan Tiffany

“Lagi pula… dengan adanya dia, kalian bisa masuk istana dengan mudah. Orang istana sudah tahu wajahnya. Kalian dapat dengan bebas bergerak tanpa harus memanjat tembok”

“Terserah lah. Asalkan dia tidak mengacau LAGI” Hyoyeon mulai frustrasi

“Oh, untuk mencegah kalian aneh-aneh lagi. Saat aksi kalian akan berkomunikasi menggunakan ear piece seperti milik kalian biasanya. Dan akan terhubung dengan komputerku. Aku tahu apa yang kalian bicarakan”

“Terserah lah”

“Terakhir. Kaki kalian semua akan dilengkapi dengan tracking bracelet. Jangan coba-coba lari dariku. Jangan sampai aku memasang CCTV di tempat kalian”

Taeyeon menujukkan senyum kemenangannya

Hai Hai maaf lama menunggu LOL

Kayaknya summer movies dah mau abis ya. Mission Impossible keren gilaaa. Trus fantastic four kenapa deh itu hancur. Untung aku ga nonton di bioskop

Mukanya Miles Tller ga enakin banget *just my opinion*

Betewe udah pada liat MV Lion heart ? Benerkan 2NY cucok chemistry nya haha

Nah see you next chapter

Got You Chapter : 5

“Hai Tiffany” sapanya. Tiffany langsung memalingkan wajahnya “Tiff lihat aku bawakan banyak barang keperluanmu”

Jessica yang masih memakai seragamnya terlihat kerepotan membawa 2 keranjang dan juga tas nya

“Kamu belum makan kan ? Ini aku bawakan makanan yang pasti kamu suka. Aku juga bawa obat untuk mengobati wajahmu tadi pagi. Ini… sedikit berat” dia menaruh kedua keranjang itu di lantai.

Jessica tersenyum dan memeluk Tiffany dengan erat

“I miss you, I love you Tiff. Everything will be allright” dia menepuk kepala Tiffany

Jessica mengeluarkan sekotak es batu, handuk dan P3K. Dia berniat mengobati wajah Tiffany. Dikompresnya es batu yang dilapisi handuk untuk menghilangkan memar merah di pipi Tiffany bekas perbuatan Taeyeon.

“Kasian sekali wajahmu seperti ini. Nanti sembuh kok” dia mengeluarkan obat dan menaruhnya di kapas. Dengan hati-hati Jessica menempelkan kapas itu di bibir Tiffany

“AAA”

“Iya sakit ya. Tahan ya”

“SSHH”

“Tahan Tiff”

Setelah mengobatinya, Jessica mengeluarkan kotak makanan yang berisi  nasi beef bowl

“Kamu harus makan nasi supaya tidak gampang lapar. Ayo aaaaa”

Tiffany terpaksa membuka mulutnya. Tangannya diborgol dan terlebih lagi dia sangat lapar. Jessica berusaha tidak menyentuh luka di bibir Tiffany

“Lucu Tiff seperti anak kecil” Tiffany langsung menatapnya dengan tajam. “Oh, aku juga belikan kamu orange juice. Setidaknya makananmu jauh lebih layak daripada tahanan lainnya”

**

Setelah Jessica `mengurus` Tiffany, dia membereskan semuanya dan bersiap pergi.

“Tiff, pesanku, bersikap kooperatif lah. Bekerja sama dengan kita. Pasti akan sangat mudah”

Jessica siap beranjak dari ruangan itu

“Jessie”

Ketika namanya dipanggil oleh (mantan) kekasihnya, dengan segera Jessica berbalik. Akhirnya dia mendengar nama panggilan khusus untuknya

“Ya Tiff ? Ada apa ?” senyumnya mengembang lebar

Tiffany melepaskan borgolnya dengan santai di depan Jessica

“OMO ? WH.. WHAT ? HOW CAN …..??”

“ I have told you, magician’s code” Tiffany tidak mengedipkan matanya, melainkan menatap Jessica seolah-olah wanita itu adalah mangsanya

Dengan panik Jessica meraba pinggangnya untuk mencari stun gun

“Mencari ini ?” Tiffany menunjukkan benda yang dicari. Wajah Jessica makin pucat dan kemudian dia mencari kunci sel di kantong jasnya.

“Kalau kunci ada di sini” telunjuk kanan Tiffany memutar-mutar gantungan kunci yang dicari

“Tiff… Tiff apa mau mu ?” Jessica merasa terpojok dan dia ketakutan. Kembali diingatnya hal yang dilakukan Tiffany terhadap Taeyeon. Tiffany duduk di pinggir ranjang dan melipat kakinya

“Buka bajumu”

“What ?”

“Semuanya”

“NO !”

Tiffany memencet stun gun dan terlihat aliran listrik dari alat itu. Hal itu adalah kode untuk mengancam Jessica

“Oke fine !” Jessica membuka bajunya dengan terpaksa hingga tersisa pakaian dalamnya

“Semuanya !” Wajah Jessica memerah dan dia membuka semuanya hingga dia terlihat polos di hadapan Tiffany. Ini bukan pertama kalinya dia telanjang di depan Tiffany. Bahkan sudah tak terhitung berapa kali mereka melakukannya. Tapi ini situasi yang berbeda. Jantungnya berdegup kencang

“Pakai borgol ini”

“He ?”

“Cepat. Lalu berbaring dan ikatkan borgolnya di besi itu, kedua tanganmu di atas kepala” Tiffany menujukkan besi yang menjadi senderan di ranjang

“Ba… baik”

Jantung Jessica makin tidak karuan. Pertama kalinya Tiffany memerintahnya apalagi mengikat dengan borgol. Benar-benar hal yang tidak pernah dia bayangkan. Dia tidak bisa bohong, dia cukup terangsang dengan Tiffany yang seperti ini

KLEK

Borgol pun sudah terkunci

“Su.. Sudah.. apa mau mu sekarang ?” nafas Jessica kali ini tersengal-sengal “Kamu tidak akan meninggalkanku begini sampai besok ditemukan petugas kan ?”

“Hmm well. Tidak sih, Cuma kamu memberikanku ide seperti itu jadi….”

“WHAT ? Please don’t do that !!!”

“Why ? kamu sudah mempermalukanku di depan semuanya”

“Please Tiff. Apa maumu ? aku akan melakukan semuanya”

“aku mau…” Tiffany memposisikan badannya di atas Jessica “mengintrogasimu”

“Kenapa aku harus dibeginikan ? Aku merasa aneh”

“haha. Aku tahu kamu excited. Aku tahu…” Tiffany meraba bagian sensitive Jessica

“Aaaahh… why ? “

“Supaya kamu merasa terintimidasi jadi semua informasi bisa aku dapatkan”

“Ka.. kamu mau informasi apalagi?” Jessica mencoba menggerakkan tubuhnya

“Banyak. Banyak sekali. Aku akan menekanmu hingga kamu frustrasi dan membeberkan semua informasi. Aku tahu, kamu pasti menikmatinya seperti biasanya” Tiffany mengeluarkan smirk andalannya

Jessica menggigit bibirnya dan tersenyum “Buka bajumu Ms. Hwang”

“No, aku yang mengendalikanmu. Aku akan memperlakukanmu sesuka hatiku”

“aaahhh” Jessica mendesah frustrasi

“Pertanyaan pertama Miss Jung, bagaimana kamu bisa mengenal kelompok kami ?” Tiffany menciumi leher Jessica

“aaahh aku…”

“ya ?”

—————- flashback————————

Jessica POV

Waktu itu kami sedang menyelidiki berbagai kasus pencurian barang seni. kami tidak mendapatkan petunjuk apa-apa. Semua CCTV tidak bisa diandalkan. Akhirnya kami mencari daftar tamu dan karyawan yang berkemungkinan besar adalah pencurinya.

Kami mengeleminasi daftar para tamu yang biasanya itu-itu saja. Pameran seni pasti selalu dihadiri oleh sosialita atau artis yang sama terus menerus.

Suatu hari, aku berpikir untuk berjaga di pintu keluar darurat yang jauh dari pintu utama. Aku mengawasi dari jauh untuk memancing kalian semua.

Dari pintu exit, keluar kamu yang membawa sebuah kotak perhiasan berharga dari Wales yang dipamerkan. Mungkin aku sedang beruntung atau memang takdir. Aku tidak langsung menangkapmu karena aku tahu kalian pasti berkelompok. Bisa-bisa justru aku yang dihajar.

Aku mengikuti kalian dengan mobil biasa agar tidak mencolok. Aku mengetahui markas kalian dan diam-diam tiap malam aku selalu mengintai tempat itu. Aku jadi tahu dimana lokasi pencurian kalian berikutnya. Aku pun mengikuti tempo permainan kalian

 

———————- end of flashback—————

Normal POV

“Sudah cukup penjelasanku ?”

Tiffany terdiam dan menatap Jessica “kamu itu cuma lagi beruntung”

“Iya memang. Aku mengikuti kalian dan berhasil menjadi bagian dari kalian”

“Lalu mengenai Taeyeon, kamu selalu bersamaku. Bagaimana caranya kamu memberikan info kepada dia ?”

“Waktu kamu tidur Tiff. Aku mengupdate semua informasi di tab dan dikirimkan ke dia. Aku tahu Sooyoung tidak akan meng hack tab ku karena kalian semua percaya padaku”

Tiffany terdiam. Sorot matanya sangat sedih. Dia masih tidak bisa menerima orang yang dia cintai mengkhianati dia. Suaranya sedikit bergetar

“1… pertanyaan lagi”

“A… Apa”

“Apakah kamu benar-benar mencintaku ?”

Jessica menyadari tatapan Tiffany yang berubah dari menyeramkan menjadi menyedihkan

“Perasaan cintaku adalah satu-satunya hal di luar ekspektasiku. Aku mencintaimu Tiff”

“Tapi kamu..”

“I know, aku tidak menyangka akan sangat mencintaimu. Perasaanku asli. Aku tidak menipumu. Tapi kewajibanku harus dijalankan. Aku juga tidak ingin hubungan kita menjadi seperti ini. Aku sangat mencintaimu until it hurts” mata Jessica mulai berair

“Aku tidak percaya lagi padamu”

“Ini semua salahku. Maafkan aku. Aku sangat menyesal. Aku berharap kamu masih mau menerimaku kembali. Walaupun aku tahu. Kamu masih tidak mau memaafkanku” tetesan air mata mulai jatuh

“Jessie….. apa ini benar dari lubuk hatimu ? Aku tidak tahu mana yang jujur atau bohong. Mengingat yang telah kamu perbuat”

“Tiff… hiks… percayalah. Cuma kamu yang ada di hatiku. Aku benar-benar tidak bisa… menghilangkan perasaan ini.. aku….” Tiffany langsung mencium bibir Jessica

Bibir mereka saling melumat. Tangisan Jessica seketika langsung berhenti.

Tiffany hugged Jessica’s body and she kissed her neck tenderly. She bit her collarbone

“Tiff… I miss you”

Tiffany groped both of Jessica’s perfect mounds and make her body squirmed. Tiffany kissed, licked, and bit Jessica’s entire body. Of course Tiffany turned from gently to the violent one. She bit some of Jessica’s body parts pretty hard (shoulders, waist, thighs, stomach navel, arms, and neck). Jessica can’t handle her (loud) dolphin moan and scream

“It… It hurts”

“Me too. I am hurt. In my heart” Tiffany once again, kissed her passionately

“Tiff… more.. I need you.. aahh.. aahhhh” Jessica tried to release her hand from handcuff

“Sssttt don’t scream. Someone might hear you” Tiffany whispered with her husky (sexy voice)

“Yes… uunnfff ” Jessica bit her lip.

Tiffany spread Jessica’s legs and touched her sensitive part as usual. She rubbed gently

“You’re very excited”

“Yes.. ah.. ah.. I am. Please take me, honey”

“You are desperate. Do you need me ?”

“I need you darl. Please do me N.O.W”

Slap Tiffany slapped Jessica’s thigh

“ I’m the dominant one. Shut your mouth or I will give you… nothing”

“I’m sorry. Please do me. I am frustrated. I need you. Please” Jessica still tried to release her hand

“Call me master”

“Master Hwang”

Tiffany took Jessica to heaven. Finally Jessica got her released. Tiffany did her violently. The mixed of wild, passionate and anger. She wanted to see Jessica moan, desperate, and hurt. She really wanted to hurt her.  Jessica seemed enjoy Tiffany’s new `style’

**

“I love you Tiff” Jessica berbisik sambil memeluk tubuh Tiffany di sampingnya. Dia mencium pipi Tiffany walaupun pemiliknya tidak bergeming sedikit pun. Borgolnya di tangan kiri telah di lepas. Jessica dapat menggerakkan tangannya dengan leluasa walaupun borgol yang satunya masih tergantung di tangan kanannya

“apa lenganmu yang tertembak masih sakit ?” Jessica menunjuk perban di lengan Tiffany

“Tentu saja. Sejak kapan menyetrum dan menembak pacar adalah ungkapan cinta. Maaf ya, aku buka masochist”

Jessica tertawa kecil mendengar kekasihnya

“I love you. Semuanya akan baik-baik saja” bisiknya sambil memejamkan mata

“I fucking hate you” Tiffany juga memejamkan matanya dan terlelap

“Aku tahu Yuri akan ke sini menyelamatkanmu besok”

——-

———–

——

Baik tenang saudara-saudara…. Iya NC.. Iya tau kaya 50 Shades of Grey iyaaaaa.. Di sensor kok itu. Klo ga mau baca skip aja hahahah. Tapi kayaknya pada baca deh. Hayo ngakuuuu

Tenang dulu ya saudara-saudara. Ini bukan NC terakhir dan di next chapter ada NC berikut. Semua tenang !! *Meredakan suasana*

Aku mau cerita kalau I am a dog person. Aku suka banget puppy dan grown up doggy. Menurut aku anjing itu hewan yang lucu banget trus loyal ke masternya. Bahkan beberapa dari mereka antusias banget buat kenalan sama orang baru. Mereka bisa merasakan mana orang baik dan jahat loh ! Seriusan aku luluh banget sama puppy. Dan aku ga suka banget ada penyiksaan terhadap hewan. Mereka ga ngapa-ngapain gitu ! Apalagi baru-baru ini aku baca artikel anak kampung ledakin petasan di mulut anjing. Grrrr pengen aku bales rasanya. Aku juga paling bete kalau di film ada doggy mati. Errrrrr

Anyway, Mission Impossible baru midnight ya ? haha. Di trailer nya si Tom Cruise gelantungan di pesawat ga make stunt man. Keren deh bapak yang satu itu *clap clap*. Ga ada bedanya sama Oma Madonna yang tetep lincah.

Ngomong-ngomong Ant-Man lucu ya. Tapi aku lebih suka jokes nya Guardian of Galaxy sih haha.

Inside Out kapan tayang deh errrrr katanya di luar negeri orang sampe nangis begitu. Pengeennn….

Soal film bikin nangis, jujur aku nangis pas Toy Story 3 pas Woody pisah sama Andy trus dia ngomong “So long partner” aduh banjir.

Trus terisak di Fast and Furious 7 pas pisah jalan si Vin Diesel sama Paul Walker aduuhh

Kalau kalian, film apa yang bikin nangis ? Share ya !

See you next chapter

Got You : Chapter 4

Untuk memudahkan, bayangin seragam genie yang biru yah LOL

Jessica POV

Okay, aku memang penyusup dan dalang dibalik tertangkapnya Tiffany Hwang. Kalian membenciku sekarang ? Fine, It’s okay.

Kalian mungkin belum tahu, aku bergabung di grup ini baru 5 bulan. Waktu yang sama dimana aku menjalin hubungan dengan Tiffany Hwang. Aku membantu Boss ku, Inspector Taeyeon dalam menangkap penjahat ini. Pangkatku dalam kepolisian adalah Sergeant. Divisiku adalah spesialis misi rahasia dalam menangkap penjahat kelas atas. Jangan harap databaseku ada di dalam kepolisian ini. Dataku ada di file tersembunyi yang tidak bisa dibuka oleh sembarang orang.

Oh ya, jangan khawatir. Peluru yang kutembakkan ke Tiffany hanya peluru karet kok. Hanya sakit sedikit.

Kali ini aku kembali mengenakan seragam kepolisian ku. Seragam biru tua kebanggaanku. Aku orang yang sangat berbeda. Aku yakin di antara 7 deadly sins tidak akan menyangka bahwa aku adalah polisi. Aku telah berhasil membangun image ceroboh dan useless di hadapan mereka.

**

Normal POV

Tiffany membuka matanya perlahan. Kepalanya masih pusing sejak kejadian semalam. Perlahan-lahan pandangannya kembali. Sebuah ruangan putih mulai muncul di pandangannya. Mulutnya terasa sangat kering. Dia menengok ke kiri dan sebuah perban telah terikan di lengan kirinya. Dai berharap kejadian semalam hanya mimpi buruk

“Anda sudah bangun ?” kata pria yang berdiri di depan pintu. Pria itu mengenakan seragam biru kepolisian. Tiffany hanya bisa mengangguk lemah

“Baiklah, kalau begitu anda bisa ikut saya”

Pria itu membantu Tiffany berdiri dengan perlahan. Tiffany masih mengenakan kemeja dan celana panjang semalam. Masih lengkap dengan dasinya. Tiffany digiring ke sebuah ruangan

“Saya tinggalkan anda di sini. Sebentar lagi akan ada seseorang yang datang”

Tiffany ditinggalkan sendiri di ruangan bercat abu-abu dengan pencahayaan yang sangat terang. Membuat matanya sedikit menutup ditambah dengan keadaan dia yang masih pusing. Sudah jelas ruangan ini adalah ruangan introgasi.

Di samping kirinya terpampang kaca besar yang memantulkan bayangannya. Sudah jelas kaca itu adalah cermin 2 arah. Ada orang di balik cermin itu yang mengawasi jalannya introgasi.

Tidak lama kemudian seorang wanita bertubuh mungil dengan kulit putih dan rambut hitam memasuki ruangan.

“Hai Tiffany Hwang. Aku Kim Taeyeon” di tangannya, terdapat sebuah map coklat “Kamu tahu kenapa kamu di sini Ms. Hwang ?” Tiffany hanya terdiam

“ooh haha. Kamu pasti sudah tahu. Well bagaimana bahumu ? Masih sakit ?”

“………………..”

“Ah semoga cepat sembuh ya. Hmm aku langsung saja. Dimana teman-temanmu ?”

“……………”

“Dengar Nona Hwang, aku tidak akan menjadi bad cop okay ? Selama kamu bisa bekerja sama denganku”

“………………….”

“Nona Hwang ?”

“……………………………..”

“Kamu tahu, aku tidak menyangka kalian masih muda bahkan seumuran denganku. Kalian pasti sudah  mencetak uang yang sangat banyak ya”

“………………………………”

“Okay Well, kalau kamu mencari Jessica Jung, dia sedang bekerja untuk menangkap teman-temanmu”

Tiffany tersenyum mengejek “Hehe kenapa kamu tidak tanyakan saja dia dimana temanku ? Dia hidup di markas kami”

“Itu masalahnya Ms. Hwang, kemarin saat kami menggeledah markasmu yang luar biasa bagus itu, semuanya sudah kosong. Mobil-mobilmu, peralatanmu, semuanya kosong. Tidak ada apa pun”

“Kalian bodoh sekali haha” Tiffany tertawa puas

Taeyeon mulai terlihat kesal

“Jadi dimana mereka ?”

“Dimana-mana haha” PLAAAAKK Sebuah tamparan melayang di pipi kanan Tiffany

“Dimana temanmu ?”

“Fuck yourself” DUG  Tinjuan melayang di pipi kanan Tiffany

‘Kamu punya tempat persembunyian lain kan ?”

“You’re an asshole”

DUG  sebuah tinjuan mendarat di bibir Tiffany hingga berdarah. Taeyeon menggerakkan tangannya menandakan dia sedikit kesakitan

Ms. Hwang, saya tidak ada maksud sedikitpun untuk menghajar anda, tapi anda benar-benar tidak bisa diajak kerja sama”

Kau, polisi bodoh. Useless. Aku tahu Jessica Jung ada di balik kaca itu kan ?” Tiffany mengarahkan kepalanya ke kiri “Keluar kau, bitch”

 

Taeyeon hendak menghajar Tiffany kembali. Tangannya terangkat namun..

“Taeyeon hentikan !” Jessica datang di waktu yang tepat.

“ada apa ? Ada informasi ?”

“Bukan, hanya saja, jika kamu melakukan cara itu, percuma saja. Dia tetap pada pendiriannya. Kamu hanya akan membunuhnya”

Taeyeon melihat wajah Tiffany dan tersenyum licik “Kamu beruntung kali ini. Bawa dia ke ruang tahanan !” Taeyeon meninggalkan ruangan. Hanya ada Jessica dan Tiffany

Mereka berdua saling berpandangan. Jessica mengeluarkan sapu tangan dan mengelap darah yang muncul dari bibir Tiffany

“katakan Tiff… dimana Yuri ?”

“Dirty slut”

Jessica hanya menghela nafas “Maaf aku harus memborgolmu dan membawamu ke ruang tahanan”

**

11.00 KST

Yuri dan yang lainnya berada di penthouse mewah di kawasan Sam Sung Dong. Setelah kejadian semalam, mereka membereskan barang mereka dan pergi ke penthouse yang memang dijadikan tempat berlindung cadangan. Yuri masih tertekan dan menangis tanpa henti. Dia belum keluar kamar sejak tiba di sana.

“Dimana Tiffany, Syoo ? Kamu bisa melacaknya ?” tanya Hyoyeon

“Tenang dulu Hyo. Aku sudah melacak semua data kepolisian. Dia tidak ada dimana-mana. Aku bingung” Sooyoung tidak tidur sejak semalam. Dia terus mencari sosok Tiffany

“Aku ingin menemukannya. Apakah aku harus ke jalanan mencarinya ? “ tanya Seohyun

“Tidak mungkin di jalanan Seob ! Pasti di penjara! Aku akan menyamar dan mencarinya di semua penjara kota Seoul !!” Yoona bersiap-siap pergi

“SEMUANYA DIAAAMM !!!” teriak Sooyoung yang frustrasi

“KITA TIDAK BISA MENGUNJUNGI SEMUA PENJARA !! BISA JUGA DIA DITAHAN DI KANTOR POLISI! LAGIPULA MEREKA SUDAH TAHU WAJAH KITA !! AKU JUGA MENCARINYA !”

Suasana hening di antara mereka

“Aku.. aku juga mau menemukan dia… uhhh.. Tiffany” Sooyoung mulai menangis. Mereka berempat saling berpelukan

Di kamar Yuri menyelimuti dirinya dan selalu terbayang kejadian semalam. Tiffany tertembak. Dia tidak tidur. Dia terus gemetar

“Tiffany… bagaimana ini…..” bisiknya tanpa henti

**

Tiffany tengah makan siang diantara para tahanan lainnya. Dia mengamati sekeliling. Para tahanan bermuka suram. Bajunya telah diganti dengan baju tahanan yang sedikit longgar

“hei, lihat. Ada anak baru. Lumayan juga wajahnya” seorang sipir pria mengangkat wajah Tiffany dan menatapnya

‘Iya, dia cantik dan masih muda. Kenapa kamu ada di sini cantik ? hehe” kata yang lainnya

“Lepaskan !” Tiffany menepis tangan sipir itu

“Berani sekali kamu, sayang sifatmu tidak seperti wajahmu” cibir mereka

“……………”

“Kudengar kau pencuri ya ? haha”

“Ooh pencuri, kukira dia seorang pelacur hahaha”

Tiffany dengan emosi langsung menyerbu pinggang kedua pria itu hingga mereka bertiga terjatuh

“Hei lepaskan !” kata salah satunya. Penjaga yang satunya berdiri dan mendorong Tiffany hingga terlempar ke belakang.

“Hahaha. Dasar anak kecil. Berani-beraninya menyerang kita” mereka berdua pun berdiri. Tiffany juga mencoba berdiri walaupun badannya sangat sakit

“Biar kuhajar kau !” ketika penjaga hendak melayangkan tinjunya, dia menyadari bahwa tangan kanannya terborgol di meja Tiffany. “APA INI ?!” katanya sambil mencoba membebaskan diri

Penjaga yang satunya pun bernasib sama. Tangan kirinya terborgol di meja sebelahnya

“YAH ! APA YANG KAMU LAKUKAN ! LEPASKAN”

“Hahahahha. Bodoh sekali” Tiffany berjalan mundur sambil tertawa geli

Kejadian itu menarik perhatian para tahanan lainnya. Kemudian tepuk tangan dan pujian pun bergemuruh tidak lupa siulan dilayangkan

“Luar biasa”

“Hebat sekali”

“wooww”

“hahaha. Mereka bodoh sekali”

“Terima kasih… Terima kasih” Tiffany membungkuk layaknya artis panggung yang selesai pentas. Sorak sorai makin bergemuruh. Suasana kantin sangat rebut. Seperti ada sebuah konser

Tiba-tiba 4 orang sipir menyergap Tiffany dan membawanya kembali ke ruang tahanan

“hahahaha. Terima kasih semuanya. Terima kasih” wajah Tiffany sangat cerah

**

“Iya, saya tahu. Saya sedang merencanakan semuanya. Harta karun itu pasti akan saya dapatkan. Baik Mr. Jang. Iya baik” kata Taeyeon di handphone pribadinya

Knock knock

Jessica membuka ruangan kerja Taeyeon. Taeyeon yang melihatnya memberikan gesture untuk masuk

“Baik Mr. Jang. Pasti akan kuusahakan. Baik. Bye” setelah Taeyeon menutup handphone nya dia memandang Jessica sebentar

“Sica, kamu tahu kan apa yang kukerjakan ?”

“Harta karun kan ?”

“Iya, benar. Kita harus menangkap mereka semua agar rencanaku berhasil. Kau tahu kan berapa yang bisa kudapatkan dari Mr. Jang ?”

Jessica tersenyum simpul “Iya, sangat banyak kan ?”

“Makanya, kita harus menangkap mereka untuk melancarkan rencanaku”

**

Jessica mengunjungi Tiffany di sel nya. Tiffany duduk dengan badan sedikit membungkuk. Tangan Tiffany terborgol ke depan akibat perbuatannya tadi siang.

“Hai Tiff”

“…………” jangankan berbicara. Melihat ke arah Jessica pun tidak

“Hmm. Ini aku bawakan cherry kesukaanmu. Tadi aku beli waktu makan siang”

“…………………”

“Tiff… ayo laahhh”

“………………..”

“Tiff, kejadian tadi siang seharusnya tidak usah terjadi. Seharusnya kamu bersikap kooperatif. Kalau kamu bekerja sama, tanganmu tidak akan terborgol seperti itu. Aku tahu kamu tersiksa”

“………………….”

“Come on Tiff ! Say something”

“………………….”

Jessica mendekatkan badannya ke sel “I Love You”

“………….…………”

“Maafkan aku Tiff. Aku tidak expect kalau aku akan jatuh cinta padamu. Tapi ini kewajibanku menghentikan aksi kalian”

“…………………………”

“Tiff. Ayolah. Jangan diam saja. Apa yang harus kulakukan ?”

“Lepaskan aku” katanya sambil mengangkat kedua tangannya yang terborgol

“Tidak bisa. Maafkan aku. Aku harus..”

“Kalau begitu diam”

“Tiff…”

“Kamu di saat seperti ini masih bisa bilang `I Love You’. Sejak kapan menembak pasangan dengan pistol itu adalah bentuk pernyataan cinta ?”

“Kan sudah kubilang ini kewajibanku. Aku harus menghentikan kalian”

“Bitch”

“Terserah kamu mau bilang apa. Aku mencintaimu”

“Ehem Ehem” suara batuk yang dibuat-buat tiba-tiba terdengar. Suara itu berasal dari Taeyeon “Lucu sekali melihat mantan pasangan bertengkar”

Tiffany menatap tajam Taeyeon “Hei Tiffany, makanya jangan banyak tingkah. Terborgol kan ? Tidak enak kan ? hahaha. Sejujurnya aku senang sekali melihatmu tidak berdaya begini. Kamu ini baru satu hari saja sudah buat masalah”

“Taeyeon sudahlah” kata Jessica

‘Tidak Sica, ini sangat menghiburku. Penjahat yang sulit sekali ditangkap, terlihat pathetic dihadapanku. Hahahaha”

“Taeyeon, aku akan memberitahu dimana Yuri berada”

Seketika tawa Taeyeon terhenti “ Apa ? Kamu serius ?”

Tiffany tersenyum dan mengangguk. Taeyeon tersenyum lebar dan merogoh kunci sel di kantong kemejanya. Dengan gembira dia membuka pintu sel Tiffany dan masuk

“Hahaha. Akhirnya kamu menyerah”

‘kemarikan kepalamu. Aku akan membisikkanya”

“ya ?”

Tiba-tiba wajah Taeyeon dihajar dengan kepalan tangan Tiffany yang diborgol. Setelah itu Tiffany menyerang perut Taeyeon. Saat badan Taeyeon menunduk, dia meraih kepala Taeyeon dan menabrakannya ke lutut.

“AAAAAHHHHH” Taeyeon jatuh tersungkur. Tanpa henti Tiffany mendendang tubuh Taeyeon yang jauh lebih kecil darinya sambil tertawa puas

“Taeyeon ! Tiffany !” Jessica yang kaget melihat hal itu dengan sigap mengambil stun gun dibalik pinggangnya dan menyetrumkannya ke atas bahu Tiffany

“ AAAAAHHH” kali ini giliran Tiffany yang menjerit. Dia terkapar lemas dengan sedikit mengejang

“Taeyeon, kamu bisa bangun ?” Jessica menarik lengan Taeyeon membantunya berdiri. Wajah Taeyeon terlihat berdarah-darah

“Uhuk… Uhuk… Tenpatkan dia di bagian isolasi. Dia sangat berbahaya uhuk..” katanya dengan pandangan yang kabur

**

Tiffany terbangun dari tidurnya. Dia melihat sekelilingnya dan menyadari dia bukan di selnya. Melainkan di ruangan yang cukup gelap dan tembok yang mengelilinginya. Satu-satunya akses keluar adalah pintu besi yang besar.

“Cih ruangan isolasi” katanya sambil tersenyum.

Tiffany merogoh handphone yang berhasil dicurinya dari penjaga tadi siang. Tangannya begitu cepat hingga mereka tidak menyadarinya. Ditempatkan di ruangan isolasi memberikan keuntungan. Tiffany sangat yakin bahwa kamarnya jauh dari para sipir. Karena tidak ada suara langkah kaki di sana. Dia bisa menghubungi teman-temannya

**

Yuri yang mulai pulih sudah keluar kamar dan berkumpul dengan yang lainnya di ruang tengah

“Yul, makanlah dulu. Sejak kemarin kamu tidak makan” bujuk Hyoyeon

“Aku ga bisa. Badanku menolak”

“Yul, ayolah” Hyoyeon mencoba menyuapi sesendok sup. Dengan terpaksa Yuri membuka mulutnya

Rrriinggggg Rriingggg

Suara telephone mendadak terdengar. Suasana mendadak menjadi hening. Mereka saling berpandanngan. Lokasi penthouse ini berkemungkinan kecil dilacak oleh polisi. Tidak ada yang tahu lokasi tempat ini kecuali mereka. Bahkan Jessica sekalipun

“Biar aku angkat” Yuri tidak bisa menyembunyikan keraguannya

“Kalau polisi ?” kata Yoona

“Kalau Tiffany ? Ingat, dia itu jenius”

Yuri berjalan dengan langkah yang berat dan mengangkat teleponnya. Di layar telephone itu muncul nomor yang asing

“Halo ?”

“Yuri” terdengar suara husky yang pasti dikenali oleh Yuri

“Tiffany !!!”

Yoona, Seohyun, Sooyoung dan Hyoyeon langsung berhambur mendekat ke arah Yuri. Yuri mengaktifkan mode loudspeaker

“Tiffany !! Dimana kamu ? Kamu tidak apa-apa ? Bagaimana keadaanmu ?” tanya Yuri bertubi-tubi

“Yul… aku tidak apa-apa”

Yuri terdiam sebentar

“Tiffany, jawab aku dengan ya atau tidak. Apakah kepalamu ditodong pistol ?”

“Tidak”

“Kamu sendiri di sana ?”

“Ya”

“Baiklah, dimana lokasimu?”

“Tenang Yul, aku sedang di penjara. Untuk lebih jelasnya, aku di ruang isolasi. Aku tidak tahu dimana letak tempat ini. Waktu aku ditembak, aku pingsan. Aku terbangun di ruang perawatan dan langsung diintrogasi oleh wanita bernama Taeyeon. Dia atasan Jessica”

“Damn that bitch. Tapi bagaimana kamu bisa menghubungi kami ? Kamu di ruang isolasi kan ?”

“Ingat Yul, aku ini ahlinya pickpocketing. Aku mengambil handphone penjaga. Tolong lacak nomor lokasi nomor ini Yul”

Yuri menengok ke arah Sooyoung dan ternyata Sooyoung sudah membuka laptopnya

“Gyeonggi-do” kata Sooyoung

“WHAT ? Mereka membawamu sejauh itu ?”

“Sebenarnya Yul, tidak jauh-jauh amat sih”

“Dengar Tiffany, sekarang juga kita akan menyusun strategi membawamu keluar dari sana. Besok malam kami akan datang menjemputmu. Persiapkan dirimu”

“Baik Yul, Yul ada yang datang. Bye” Tiffany menutup teleponnya

**

Pintu sel dibuka dengan susah payah. Terdengar bunyi karat yang membuat telinga sakit. Sesosok wanita yang (pernah) Tiffany cintai masuk

“Hai Tiffany”

——–

———-

——–

Sebenernya chapter ini mau dikasih nama Chapter 3A kaya alamat rumah #ApaanSih

Betewe,

Selamat hari raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan! Mohon maaf lahir batin. Maaf ya jarang update trus pendek pula haha.

Soal comeback SNSD, aku seneng mereka keliatan fun dan perform nya ga tertekan seperti tahun 2014 pasca insiden `itu’

Sunny dah hepi lagi dan semuanya. At least lagunya bagus sama MV nya juga LOL.

Oh ada yang udah nonton Man-Tan ? Eh Ant-Man maksudnya. Trailernyya keliatan konyol banget sih tapi Sabtu aku mau tetep nonton haha. Kekuatan Ant-Man mungkin ngerubungin kue kita klo ga ditutup #Plak

Got You Chapter : 3

Mobil hummer telah sampai di markas mereka dan diparkir dengan sembarangan di garasi. Yoona buru-buru keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya. Yuri, Tiffany, Sooyoung turun dengan kaki lemas. Seohyun masih tidak bisa menggerakkan kakinya. Dia sangat gemetaran.

“Teman-teman kalian kenapa ?” Hyoyeon panic melihat Yoona yang muntah

“Tiffany ! Yuri !” Jessica menghampiri dan merangkul keduanya. Tiffany bergetar dan berlari menjauhi Jessica. Seperti Yoona, dia memuntahkan isi perutnya

“Kalian kenapa ?” Jessica masih kebingungan

“Kami… hosh… hosh.. dikejar polisi” kata Yuri

“APA ?!”

**

Mereka akhirnya berkumpul di ruangan tengah. Yoona, Yuri, Sooyoung, Seohyun dan Tiffany memakai selimut di badan mereka

“Bagaimana bisa kalian dikejar polisi ? I mean, police ! bukan security gallery” heran Hyoyeon

“Aku juga ga ngerti. Padahal semua berjalan lancar. Tiba-tiba 3 mobil mengejar kita” kata Yuri

“Lukisannya… kalian berhasil ?”

Tiffany mengangguk. Tangannya memegang teh hangat yang dibuatkan Jessica agar dia lebih tenang

“Ini pertama kalinya aku dikejar polisi. Aku sangat takut” kata Sooyoung

“Aku lebih takut unnie. Kalau kita tertangkap, semua salahku” Mata Seohyun  mulai berkaca-kaca. Hyoyeon mengelus bahunya

“Bukan salahmu Seo, ini di luar prediksi kita semua” kata Yoona

“Sudahlah, bagaimana kalau kita tidur ? Besok pagi kita pikirkan dengan tenang. Sekalian planning untuk minggu depan” Hyoyeon mencoba menenangkan teman-temannya

Mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk menenangkan diri dan beristirahat. Jessica merangkul Tiffany ke kamarnya

**

Sinar matahari menyilaukan pandangan Tiffany yang tertidur

“Morning honey” sapa Jessica dengan senyum mengembang

‘Morning”

“Bagaimana keadaanmu ? Sudah mendingan ?”

Tiffany tersenyum “ Iya, jauh lebih baik”

Jessica memeluk Tiffany yang masih tiduran “Aku selalu ada di sampingmu” bisiknya

“I know, darling” jawabnya dengan suara husky nya

“I Love you Tiffany” Jessica mencium bibir Tiffany yang pucat

“I Love you Too” Tiffany memeluk Jessica dengan erat

**

Dengan susah payah dan memaksakan diri, Sooyoung Yoona mencoba makan sarapan mereka. Tidak seperti biasanya, mereka tidak nafsu makan sama sekali. Pemandangan yang tidak pernah terlihat

“Tiff, ikut aku ke perpustakaan. Kita harus bicara 4 mata” kata Yuri

“Oke Yul”

**

Yuri dan Tiffany duduk berhadapan di sofa berwarna hijau tua. Ruangan perpustakaan bercat putih dan sangat luas dengan buku-buku yang disusun rapi.

“Mau bicara apa Yul ?”

Yuri selalu berdiskusi dengan Tiffany mengenai kelompok mereka. Hal yang tidak bisa dikatakan di depan teman-temannya selalu dibicarakan dengan Tiffany. Mereka berdua selalu bertukar pikiran. Mereka terikat satu sama lain.

“haah aku langsung saja. Kejadian kemarin, menurutku bukan kebetulan. Pasti sudah direncanakan”

“memang, aku juga berpikir begitu. Tapi mereka tahu darimana ?”

Yuri memejamkan matanya sebentar

“Tiffany, menurutku di sini ada penyusup”

Tiffany terdiam dan berpikir sebentar “Apa maksudmu Yul ?”

“Di tim kita, ada penyusup. Orang yang memberikan informasi mengenai kita kepada polisi. Mengenai kapan kita mencuri, lokasinya, dan sebagainya”

Tiffany terdiam

“Coba kamu pikirkan. Kita sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Tidak pernah ketahuan. Maksudku red-handed. Tidak pernah kita menjumpai polisi. Sampai pun korban kita menyadari aksi kita, paling cepat 1 minggu setelah pencurian. Bukannya ketangkap seperti ini”

Tiffany kali ini terlihat bingung dan menggaruk kepalanya

“Yul, aku setuju dengan pendapatmu. Tapi masalahnya, siapa ? Siapa yang berkemungkinan besar melakukan hal itu ? Maksudku, setelah semua yang kita lalui. Bagaimana kalau misalnya computer Sooyoung di hack kepolisian ? Atau mereka melacak pola aksi kita ? Atau mobil kita dipasang gps? Masih bisa kan ?”

Giliran Yuri yang terdiam cukup lama. Pendapat Tiffany ada benarnya

“Iya, kamu benar Tiffany, maafkan aku telah mencurigai keluarga kita. Segala kemungkinan bisa terjadi. Besok aku akan coba geledah mobil kita dan menyuruh Sooyoung melihat kembali firewall system kita. Dan aku akan coba buat kembali planning pencurian minggu depan”

“Tapi Yul, mengenai penyusup, aku pikir juga kita harus berhati-hati. Aku akan coba mencari sebisaku”

Yuri mengangguk lemah

**

1 minggu kemudian.

20.00 KST

Sebuah pelelangan alat-alat militer klasik diadakan di sebuah musem militer. Para tamu sangat ramai dan pelelangan dihadiri oleh sosialita dari berbagai penjuru Korea Selatan. Banyak kamera yang meliput acara pelelangan.

“Semua tamu diharapkan berkumpul di aula 1 untuk pelelangan pertama”

Jessica mengenakan gaun hitam dengan belahan di sampingnya. Dia mengawasi sekeliling museum sambil memperhatikan para undangan

“Unnie, sudah siap ?” Bisik Yoona yang menggunakan gaun merah dengan panjang selutut. Jessica hanya tersenyum

“Kamu sudah siap ? Sudah sembuh dari trauma ?”

“Sudah unnie. Aku sudah siap” keduanya saling berpandangan dengan senyuman

**

Pelelangan dimulai. Seorang pria kurus, pendek, dan berkacamata menjadi pembaca acara pelelangan

“Barang pertama!” Dia membuak koper kaca dan memperlihatkan sebuah hand gun tua dan pisau belati

“Hand gun dan belati ini digunakan oleh tentara Korea saat Battle of Inchon tahun 1950. Dapat dilihat sertifikatnya di tangan saya. Selain itu, untuk belatinya, masih ada darah kering dari tentara Korea Utara. Dan untuk pistolnya, dilengkap dengan 3 peluru sisa yang telah dikeluarkan”

Pria itu menjelaskan sambil menjukkan benda-benda yang disebutkannya. Jessica dapat melihat jelas Tiffany dan Yuri di depan menyamar menjadi pengawal pembawa acara

“Sekarang ! First bid !”

KRRRINGGGGG

Tiba-tiba terdengar bunyi alarm kebakaran.

“Apa ini ?”

Para tamu sangat panik dan berhamburan

“Ladies and Gentlemen, jangan panik. Di mohon tenang dan keluar melalui pintu masuk yang tadi” ujar sang pembawa acara.

“Cih menyusahkan saja” pembawa acara memasukkan semua barang-barang pelelangan dan menutup kemudian mengunci koper itu. Koper itu dipasangi borgol yang terhubung dengan tangan kanannya

“Ke arah sini, sir” kata salah seorang pengawal mengarahkan pria itu ke jalan keluar belakang. Sepanjang jalan pria itu mengoceh tanpa berhenti

“Menyusahkan sekali. Kenapa bisa ada alarm itu. Merepotkan haish”

Saat memasuki lorong jalan keluar, tiba-tiba langkah kedua pengawal terhenti

“Hei apa yang kalian lakukan ? Ayo jalan!” pria itu mulai marah

Tiba-tiba 2 pukulan dari 2 pemilik tangan yang berbeda mendarat di mukanya. Pria itu jatuh dan pingsan. Sekaligus mengeluarkan darah dari hidungnya

“Ah dasar pria tua” Tiffany berlutut dan melepaskan borgol dari tangan pria itu. Dia mengaitkan borgol di tangan kanannya dan membawa koper itu keluar.

Setelah sampai dan membuka pintu keluar, dia melihat sosok wanita yang membuatnya kaget

“Ha ? Jessie ? Sedang apa kamu ? Bukannya naik mobil saja”

“Ah iya kamu benar” Jessica tersenyum manis

“TANGKAP MEREKA !!!”

Tiba-tiba dari belakang segerombolan polisi mengejar mereka

“LARI !!!”

Yuri dan Tiffany berlari sekuat tenanga mereka. Tiffany menyadari Jessica yang hanya diam di tempat

“JESSIE APA YANG KAMU LAKUKAN !! LARI !!!” Teriaknya

Jessica memandang Tiffany dengan dingin. Pandangan yang tidak pernah dia berikan

“JESSIE !! CEPAT !!”

Jessica mengeluarkan pistol dari stocking nya dan mengarahkannya ke arah Tiffany

DOR

Sebuah peluru ditembakkan dan mengenai lengan Tiffany

“AAARGHHH !!” Tiffany jatuh ke belakang. Muncratan darah muncul dari lengan kirinya

“TIFFANY !!!” Yuri yang melihat kejadian itu berlari kembali ke arah Tiffany namun sebuah lengan memeluknya. Pemilik lengan itu adalah Sooyoung

“JANGAN YURI !!”

“TIDAK !! TIFFANY !!”

Dari jauh Yuri melihat Tiffany yang berguling kesakitan dan Jessica yang menatap dingin ke arah

“NAIK UNNIE !!” Yoona membantu Sooyoung menyeret Yuri menuju mobil yang disetir Seohyun

“TIFFANY !! TIFFANY !!!” Yoona dan Sooyoung berhasil masuk ke mobil dan pergi secepat mungkin sebelum para polisi menyergap mereka

“NOOOOO TIFFANY !!” Yuri menggedor kaca mobil mereka

“Ahhhh Aaaahh!” rintih Tiffany sambil memegang lengan kirinya. Dia berguling di jalanan. Jessica berlutut dan memborgol pergelangan tangan kanan Tiffany (bertumpuk pada borgol di koper)

“Tiffany Hwang, You’re under arrest atas pencurian barang berharga”

——–

Ah kayaknya plot twist nya kurang nih. Masa dah pada bisa nebak sih hahaha

Mungkin di chapter ending plot twist nya bakalan lumayan hahaha.

Anyway, SNSD mau comeback kan? Iya tanpa Jess Jung. Dia dagang sekarang. Rada sedih sih cuma ya sudahlah. Life must go on

Oh ya, kayaknya lagi musim ya artis Kpop make lensa contact warna warni trus disorot ke matanya gitu. I mean, we are Asian dan menurutku sih ga cocok. Mata kecil, make yang warna kesannya mau mencolok cuma ga cocok aja. Tapi balik ke selera masing-masing sih ya. Well, mungkin eyeliner is sooo last year.

Oh satu lagi, kadang kalau aku baca FF atau artikel di blog orang, either movie review atau apalah suka ada kata “berfikir” atau “fikir”

yang bener PIKIR bukan FIKIR. Di kamus tuh

pikir/pi·kir/ n 1 akal budi; ingatan; angan-angan: ahli — , ahli falsafah; filsuf; kurang — , kurang menggunakan akal budi atau kurang mempertimbangkan baik-baik; jangan banyak — , jangan banyak mengingat atau mempertimbangkan; tak habis — , tidak dapat mengerti mengapa suatu hal sampai terjadi; 2kata dl hati; pendapat (pertimbangan); kira: — saya dialah yg salah;– dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna, pb bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya; — itu pelita hati, pb menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dng baik menjadikan seseorang lebih bijaksana;

— punya — 1 kalau dipikir-pikir dng sesungguhnya; 2 setelah dipikir dng sungguh-sungguh …;
Trus ada lagi Februari not Pebruari dan juga November not Nopember
Okay, I feel so random. Maaf banget. Apalagi kalau liat komen di kaskus atau detik. Merasa keganggu banget gitu. Kenapa saya kaya grammar nazi sih ? Errr, Maaf ya atas kerandoman saya
Makasih ya yang udah baca. Mohon juga komentar beserta saran dan krtiknya hehe.
See you again
Bye Bye